Inspiration

Waspadalah! Inspirasi Kearifan Lokal Ini Bisa Menimpa Siapa Saja; Jangan Sampai Tertimpa!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kearifan lokal yang satu ini mungkin tak enak dibaca namun maknanya luar biasa istimewa. Tampak kasar untuk didengar, namun itulah masukan yang benar agar kita menjadi sadar. Sesudah sadar, lalu kita mawas diri untuk bersikap rendah hati. Siap membaca dan mendengar bukan dengan mata dan telinga fisik melainkan dengan hati? Marilah!

Referensi pihak ketiga – Sumber: pinterest.com

Kementhus ora pecus! Berlagak pintar tetapi sesungguhnya tidak paham! Begitulah inspirasi kearifan lokal falsafah Jawa itu dirumuskan. Sikap itu bisa menimpa siapa saja, termasuk saya dan Anda! Karenanya, mari kita berhati-hati! Jangan sampai kita jatuh dalam sikap tersebut.

Orang yang berlagak pintar padahal sebenarnya dirinya tidak paham biasanya ditandai oleh sifat-sifat ini. Pertama, ia mudah sekali merasa paling benar di dunia ini. Kedua, ia juga merasa diri paling tahu segalanya, bahkan seakan lebih tahu dari Tuhan! Ketiga, karena itu, ia mudah sekali menyalahkan orang lain. Keempat, ia juga mudah menilai dan menghakimi orang lain dan hasilnya: bukan kebenaran tetapi kesalahan dan ketidakadilan. Akhirnya, karena ia merasa paling pintar, paling benar, bahkan paling suci, lalu ia bersikap seenaknya sendiri dan hanya akan menjadi sumber perpecahan dari pada kerukunan dan perdamaian. Karena itu, janganlah kementhus ora pecus!

Dah, gitu aja. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Semoga bermanfaat. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 29/7/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi meme yang jadi ilustrasi dan gambar sampul

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4416560106224184?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.