Inspiration

Indahnya Teladan Jokowi dalam Menghormati Sosok Seorang Ibu, Inspirasi Tanpa Diskriminasi!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Tiba-tiba, saya teringat dengan falsafah Jawa yang menginspirasi relasi kita dengan orangtua kita. DIkatakan begini, dumadining sira iku lantaran anane bapa biyung ira. Artinya, lahirnya manusia karena berkat adanya kedua orang tua. Dan yang paling utama membentuk kehidupan kita sebagai manusia adalah sosok Ibunda kita.

Referensi pihak ketiga – Sumber: news.detik.com (3/8/2018)

Sejak berada di dalam rahim Ibundanya, setiap manusia memulai kehidupannya. Normalnya sembilan bulan sepuluh hari, kurang lebihnya, kita berada di rahim Bunda. Kecuali bila kita lahir prematur, atau karena satu dan lain hal, tertunda kelahiran kita. Sosok Ibu adalah sosok terpenting dalam hidup manusia, hingga peribahasa pun mengatakan, bahwa surga itu terletak di kaki Ibu. Ibulah yang melahirkan kita dengan segala pertaruhan jiwa dan raganya.

Dalam konteks permenungan tentang sosok ibu dan falsafah Jawa, ada hal yang menurut hemat saya sangat menarik baru-baru ini. Fotonya sudah beredar di berbagai medsos dan berita online. Apakah gerangan? Ya, foto yang mendokumentasikan perjumpaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibunda Gubernur DKI Anies Baswedan, Aliyah Rasyid.

Benar, menarik sekali memperhatikan foto saat Presiden Jokowi menyapa dan berbincang dengan Aliyah Rasyid dalam kesempatan meninjau trotoar di Bundaran HI. Sebagaimana dilansir detiknews (3/8/2018); pada hari Kamis kemarin (2/6), Jokowi dan Anies meninjau trotoar di Jl Sudirman dan berlanjut ke pelican crossing di Jl MH Thamrin. Saat menyeberang di pelican crossing, Anies mengajak ibundanya yang duduk di kursi roda. Tampak menarik bahwa Presiden Joko Widodo membungkuk penuh hormat dan berbincang dengan Aliyah Rasyid, Ibunda Gubernur DKI tersebut.

Referensi pihak ketiga

Di mana letak kemenarikannya? Perhatikanlah, dari beberapa posisi, tampak Presiden Jokowi membungkuk penuh hormat kepada sosok seorang Ibu, meski bukan ibu kandungnya sendiri. Tampak betapa Presiden Jokowi memberi sikap hormat yang tulus dan ikhlas, spontan, tanpa dibuat-buat, tanpa basa-basi. Fakta ini sungguh inspiratif dari sisi falsafah Jawa! Foto itu mengungkapkan banyak hal yang positif, baik dan indah!

Apa pun yang dinarasikan oleh berbagai medsos tentang fakta ini, saya lebih tertarik untuk menimba inspirasi dan motivasi dari fakta ini terfokus pada sikap hormat, juga kepada lawan politis dan sanak kerabatnya sekalipun. Karenanya, sungguh mengherankan bahwa dalam aras politik sesaat, mengapa bahkan anggota keluarga pun bisa dan harus saling bertikai, bahkan saling menghujat dan bermusuhan hanya karena berbeda aspirasi politis belaka?

Lihatlah sosok Jokowi yang arif, bijaksana, dan sederhana dalam menghayati falsafah Jawa tanpa diskriminasi! Bukankah sikap ini mestinya memberi inspirasi dan motivasi kepada siapa saja untuk tetap mengedepankan sikap saling hormat, sopan, santun, salam, sapa dan senyum, juga kepada lawan? Fakta ini juga semakin menegaskan kebenaran falsafah Jawa dumadining sira iku lantaran anane bapa biyung ira. Presiden Jokowi tak hanya memberi teladan sikap hormat kepada ibu dan orangtua, tetapi juga menghargai dan menghormati ibu sesama kita! Sungguh luar biasa. Bagaimana menurut pendapatmu Gan?

Semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua di mana pun berada.***

JoharT Wurlirang, 3/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi falsafah Jawa dan berita di detiknews (3/8/2018)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/934551299271648?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.