Inspiration

Dahsyat dan Indahnya Bersikap Sabar dan Pemaaf Laksana Samodra. Bagaimana Bisa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ada lagi pitutur luhur falsafah Jawa yang menggambarkan laku manusia laksana samodra. Maka diungkapkanlah kearifan lokal laku hambeging samodra (baruna). Apa maknanya? Mari kita simak.

Referensi pihak ketiga

Samodra adalah lautan sebagaimana kita sudah mengetahuinya. Lautan itu luas. Maka seringkali dipakai untuk menggambarkan kesabaran. Dalam keluasannya, laut pun menerima dan menampung apa saja yang masuk ke dalam areanya.

Referensi pihak ketiga

Maka, selain menjadi lambang kesabaran, lautan juga menjadi lambang pengampunan. Karenanya ada ungkapan friman: Kau buang segala.dosaku ke tubir-tubir laut. Kedalaman lautan dan keluasannya menjadi lambang kerahiman Tuhan yang Maha Pengampun, Maha Rahim, Maha Pengasih dan Penyayang.

Referensi pihak ketiga

Manusia yang berlaku hambeging samodra adalah manusia yang memiliki kesabaran, sikap pemaaf, dan pengampun. Bila diterapkan dalam diri sosok pemimpin, pemimpin yang memiliki laku hambeging samodra adalah pemimpin yang pemaaf dan pengampun. Namun, pemimpin yang laku hambeging samodra juga merupakan pemimpin yang mampu menampung dan menghargai keberagaman dalam masyarakat. Maka ia pun tak akan bersikap diskriminatif.

Demikian pokok gagasan tentang laku hambeging samodra. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 13/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Adi Luhur (2009:264-265)

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3879226450093659?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.