Inspiration

Inilah yang Disebut Sedulur Katut!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Inspirasi kearifan lokal falsafah Jawa ini menggema di hatiku ketika saya mengikuti upacara lamaran di Yogyakarta. Saya mendapat undangan dari rekan saya Antonius Sunarta, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Kevikepan Yogyakarta. Undangan sebetulnya dalam rangka perkawinan yang diselenggarakan tanggal 18 Agustus 2018 di Gereja Antonius Kota Baru Yogyakarta. Namun berhubung tanggal 18 Agustus saya menjadwalkan diri turut dalam pra-event Srawung Banyunining Srawung di Kudus, maka saya putuskan bahwa saya akan jagong pada malam sebelumnya.

Karenanya, sesudah menjumpai rekan-rekan jurnalis dari DAAI TV Jakarta (Nita, Gunadi dan Prapta) yang mewancaraiku tentang persaudaraan lintas agama dan gerakan kerukunan (17/8/2018), saya meluncur ke Jogyakarta. Perjalanan Semarang Jogya melalui Jatinom tak selancar biasanya. Akibatnya, saya tidak bisa sowan ke rumah Pak Narto sebab malam itu, ada ritual lamaran dan kenalan keluarga sebelum Ibadat Midodareni.

Ya sudah, saya mengikuti saja upacara kenalan keluarga tersebut. Di situlah kearifan lokal falsafah Jawa menggema. Ada falsafah sedulur katut. Perkawinan sepasang lelaki dan perempuan membuat seluruh keluarga dan kerabat mempelai masuk dalam lingkaran sedulur katut.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Ada yang bagus di momen itu yakni ketika masing-masing keluarga memperkenalkan seluruh keluarga yang hadir. Keluarga besar masing-masinh diperkenalkan satu per satu, pasangannya, anak-anaknya, dan seterusnya. Itulah yant disebut sedulur katut.

Sesudah perkenalan sedulur katut, saya berpamitan seraya menyalami keluarga masing-masing. Sebagaian besar ya baru kenal dan ketemu saat itu meski ternyata beberapa dari mereka sudah mengetahui siapa saya dari berbagai media. Mereka bahkan tampak kaget dan berbinar gembira saat kami saling berjumpa. Kami pun saling berkenalan meski tak termasuk dalam kategori sedulur katut!

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 19/8/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/628292184660208?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.