Inspiration

Inspirasi Falsafah Jawa Memule Nyewu Mgr. Johannes Maria Pujasumarta karena Kenal & Sayang

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kearifan lokal Jawa memberi ruang untuk mengenang mereka yang telah berpulang (meninggal dunia) dengan berbagai tahapan. Ada nelung dina, mitung dina, matang puluh dina, nyatus, nyetahun, rong tahun dan nyewu. Hitungan kenangan itu adalah tiga hari, tujuh hari, empat puluh hari, seratus hari, setahun, dua tahun dan seribu hari bagi yang sudah meninggal dunia. Kearifan lokal itu disebut memule yakni mengenang dan mendoakan yang sudah meninggal dunia. Biasanya, yang melakukan memule adalah orang-orang yang mengenal dan mengasihi sosok pribadi yang meninggal dunia. Yang tidak merasa kenal dan apalagi mengasihi, ya cuek-cuek saja, peduli amat!

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr Misa memule bersama 13 orang (dua umat dari luar yang memotret dan selebihnya tim Campus Ministry dan mahasiswa)

Begitulah kearifan lokal falsafah Jawa memule. Nah, hari ini, 6 Agustus 2018, Umat Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang juga memule mendiang Mgr. Johannes Maria Pujasumarta, yang wafat seribu hari yang lampau. Mgr. Johannes Maria Pujasumarta wafat tanggal 10 November 2015. Dalam hitungan penanggalan Jawa, 1000 (nyewu) wafat Mgr. Johannes Maria Pujasumarta adalah pada hari Senin, 6 Agustus 2018. Itulah sebabnya, dalam doa pembuka upacara peringatan dies natalis ke-36 Unika Soegijapranata Semarang di Ruang Theatre Gedung St Thomas Aquinas Unika, saya sengaja menyebut hal itu. Dalam doa kusisipkan doa dan kenangan untuk Mgr. Johannes Maria Pujasumarta. Mengapa?

Mungkin tak banyak yang tahu. Mgr. Puja – begitu panggilan akrabnya – adalah perintis keberadaan Reksa Pastoral Kampus Unika Seogijapranata, saat bertugas sebagai Rektor Seminari TOR Sanjaya Jangli Semarang tahun 1990. Waktu itu namanya Pelayanan Pastoral Mahasiswa (PPM) tingkat universitas dan fakultas. Nah, baru pada tanggal 5 Agustus 2001, bersamaan dengan dies natalis ke-19 Unika Soegijapranata, Campus Ministry secara resmi berdiri sebagai Campus Ministry atau Reksa Pastoral Kampus. Untuk pertama kalinya, ada pastor yang ditugaskan oleh Keuskupan Agung Semarang untuk pelayanan RPK per 2001. Maka, boleh dibilang, Mgr. Puja adalah perintis cikal-bakal keberadaan Campus Ministry Unika.

Itulah sebabnya, selain kusebut dalam doa pembuka pada kesempatan upacara peringatan dies natalis ke-36 Unika Soegijapranata, pada pukul 12.00 WIB kupersembahkan Perayaan Ekaristi untuk mengenang Mgr. Johannes Maria Pujasumarta yang 1000 hari lalu berpulang ke rumah Bapa di surga. Meski tak satu pun dosen dan tenaga pendidikan ikut dalam Misa tersebut oleh sebab saat bersamaan mereka merayakan dies natalis dan santap siang bersama – juga pada pukul 12.00 WIB, saya sengaja tidak ikut santap siang demi melayani Misa di Kapel Unika yang sejak 18 Desember 2017 lalu saya selenggarakan Misa Harian di kampus, sekaligus untuk mengenang 1000 hari Mgr. Johannes Pujasumarta. Semua itu kulakukan, karena aku mengenal dan mengasihi Mgr. Johannes, apalagi beliau menjadi perintis Campus Ministry Universitas Katolik Soegijapranata.

Syukur kepada Allah, dan terima kasih kepada beberapa umat dan mahasiswa yang turut serta dalam Misa Memule 1000 hari Mgr. Johannes Maria Pujasumarta di Kapel Ignatius Unika Soegijapranata. Mgr. Johannes, doakanlah kami agar kami peka pada kebutuhan sesama, bersumber dari Ekaristi dan Adorasi membangun persaudaraan sejati dan srawung di tengah masyarakat; tak hanya sibuk memikirkan diri sendiri.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Kampus Ungu Unika Seogijapranata, 6/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi falsafah Jawa

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4262453824928784?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.