Inspiration

Pentingnya Memperhatikan Bibit, Bebet dan Bobot. Tapi Tak Hanya Soal Jodoh, Lalu Soal Apa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Setiap kearifan budaya apa pun pastinya mempunyai prinsip pertimbangan saat memilih pasangan hidup. Ya nggak? Nah, yang saya ketahui neh, dalam kearifan lokal falsafah Jawa itu ada yang namanya prinsip bibit, bebet lan bobot. Apa maksud dan maknanya?Ungkapan pitutur luhur bibit, bebet lan bobot memiliki arti sebagai berikut. Bibit secara harafiah sama dengan benih. Yang dimaksudkan dengan bibit dalam kearifan ini adalah bawaan lahir. Setiap orang memiliki bawaan lahir yang terkait dengan leluhurnya. Keluarga yang baik menghasilkan keturunan yang baik. Itu sewajar normal dan seharusnya. Berikutnya bebet. Ini terkait dengan pola asuh keluarga. Lingkungan pendidikan dan keteladanan keluarga terutama orangtua sangat penting bagi keturunannya. Yang terakhir bibot, yakni kualitas hidup. Biasanya diukur dengan pendidikan, kemampuan, ketrampilan dan keutamaan hidupnya.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Nah, dalam permenungan ini, mari kita kembangkan kearifan itu tak hanya dalam rangka memilih pasangan hidup. Kearifan lokal ini bisa pula menjadi inspirasi dalam rangka memilih pemimpin, misalnya. Dalam memilih pemimpin (misalnya wakil rakyat, atau presiden) prinsip ini juga bisa dipakai. Perhatikan bibit, bebet dan bobotnya. Siapa saja yang memiliki ketiga hal tersebut secara baik, tentu layak dipertimbangkan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Nah begitulah kurang lebih makna kearifan lokal falsafah Jawa ini. Sekali lagi, ini hanya salah satu saja. Dalam setiap suku, bangsa dan bahasa, pastilah memiliki kearifan serupa. Nah, buat Anda neh, dari mana pun asal suku, bangsa dan bahasa pasti juga mengenal kearifan lokal serupa. Boleh dong berbagi. Silahkan tulis di kolom komentar ya, agar kita semua diperkaya juga dengan pengetahuan tentang hal ini.

Referensi pihak ketiga

Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

Cawas, Klaten, 4/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi falsafah Jawa

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2219766107065732?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.