Inspiration

Pentingnya Militansi Membela Keutuhan Bangsa Hingga Pecahing Dhadha Wutahing Ludira!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Pecahing dhadha wutahing ludira sun labuhi tekaning pati! Itulah pitutur luhur kearifan lokal falsafah Jawa yang ditawarkan kepada siapa saja untuk dihayati dalam kehidupannya. Apa maknanya?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pecahing dhadha wutahing ludira secara harafiah berarti sikap membela kebenaran hingga titik darah penghabisan dengan segala pengorbanannya. Sikap ini mestinya menguasai hati, jiwa dan hidup setiap orang yang hendak berjuang menegakkan kebenaran, keadilan, dan kesejahteraan secara benar dan obyektif.

Di tengah kehidupan masyarakat kita melihat, sikap dan tekad seperti ini bahkan sering tampak sedemikian heroik muncul dalam diri orang-orang tertentu yang dikuasai oleh – maaf – syahwat kekuasaan. Mereka dengan segala daya upaya menebarkan opini publik bukan demi hal-hal yang obyektif baik, benar dan adil; tetapi melulu dalam perspektif diri mereka yang merasa diri paling benar, paling pantas dan paling berhak berkuasa meski hanya sebatas kata-kata. Bahkan, orang-orang seperti ini hanya berani menebarkan opini saja, meski kerap kali opini itu secara obyektif keliru. Tujuannya hanya satu, hasrat meraih kekuasaan; bukan demi pelayanan dan kesejahteraan umum. Maka, segala daya cara dan upaya akan dikerahkan hingga pecahing dhadha wutahing ludira. Pokoknya berdarah-darah, begitu! Namun obyektif di jalan yang keliru.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Nah, kalau yang di jalan yang keliru saja berani pecahing dhadha wutahing ludira, bagaimana dengan yang berada di jalur kebenaran? Masak sih akan diam saja? Sampai kapan akal sehat dan kewasaran akan bungkam menyaksikan bahaya masa depan bangsa sedang terancam?

Inilah sesungguhnya tantangan kita bersama warga bangsa Indonesia. Masak sih, pecahing dhadha wutahing ludira yang sudah lebih dahulu dilakukan dan diwariskan oleh para pendiri bangsa ini tidak memberi inspirasi dan motivasi kepada kita untuk turut pula mengembangkan tekad pecahing dhadha wutahing ludira demi menjaga NKRI, memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan yang kian merata?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pecahing dhadha wutahing ludira, kalau dibahasakan dengan ungkapan jaman now adalah militansi! Sekarang ini, kita tidak boleh ragu-ragu untuk menyerukan militansi demi merawat NKRI, menjaga keutuhan bangsa, dan terus membela Pancasila, Bhinneka Tunggal Ikan, Negara Kesatuan Republik Indonesia serta Undang-Undang Dasar 1945. Militansi itu harus dibangun, digelorakan, digemakan, dan diwujudkan melalui sikap yang jelas dan tegas untuk bangsa, bukan demi egoisme pribadi, apalagi demi kalkulasi hitungan keuntungan di atas penderitaan sesama! Ini harus dilawan Bung! Itulah yang sudah dilakukan oleh para pahlawan dan pendiri bangsa ini.

Bagaimana menurutmu? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Salam peradaban kasih. Tuhan memberkati kita semua.***

JoharT Wurlirang, 14/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi ungkapan falsafah Jawa

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/671093908354065?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.