Inspiration

Aksi Peduli dan Bela Rasa untuk Meiliana dalam Semangat Persaudaraan dan Perdamaian

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Aksi bela rasa untuk Ibu Meiliana, dilaksanakan di Taman Pandanaran (Selasa, 28/8/2018), oleh Pelita (Persaudaraan Lintas Agama). Aksi ini menggelorakan semangat bela rasa yang dalam falsafah Jawa dudu sanak dudu kadang yen mati melu kelangan. Meski bukan sanak saudara, penderitaan bahkan kematian orang lain menjadi penderitaan dan dukacita kita.

Referensi pihak ketiga

Inilah yang terjadi dalam aksi solidaritas untuk Ibu Meiliana. Keprihatinan atas pasal penodaan agama. Begitulah judul aksi yang dihadiri oleh masyarakat warga di Kota Semarang dan sekitarnya. Bahkan Gus Ubaidillah Achmad dari Rembang pun datang. Gus Ubaid membacakan puisi bela rasa untuk Meiliana. Saya berayukur boleh mwnyertainya dengan alunan saksofon Ibu Pertiwi dan Indonesia Pusaka.

Referensi pihak ketiga – Gus Ubaid dan saya

Tak kurang, Pdt Tjahjadi, Pdt Andi, Gus Tedi Kholiludin, Koh Andi Tjiok, Budayawan Semawis Harjanto Halim dan Ibu Dinah Katjasungkana dan Pak Mochtar pun memberikan orasi bela rasa dan perdamaian demi tegaknya keadilan dan kemanusiaan bagi Ibu Meiliana.

Referensi pihak ketiga – sebagain peserta aksi

Meski kami semua tidak mengenal Ibu Meiliana, namun kami peduli dan berbelarasa padanya. Kami juga berdoa agar proses hukum yang sedang dijalaninya berbuah pembebasan bagi Ibu Meiliana. Kami berdoa dan menyalakan lilin perdamaian bagi pembebasan Ibu Meiliana. Doa dipimpin oleh Gus Ubaidillah Achmad didampingi Andi Tjiok (Konghucu), Pdt Andi (Kristen) dan saya sendiri (Katolik). Kami tutup aksi bela rasa itu dengan menyanyikan lagu Kulihat Ibu Pertiwi.

Referensi pihak ketiga – Budayawan Semawis Harjanto Halim berorasi

Acara yang dikoordinir Setyawan Budy sebagai koordinator Pelita dan dipandu oleh Mushonifin itu berlangsung semarak, haru dan penuh semangat persaudaraan. Itulah ungkapan bela rasa sederhana dudu sanak dudu kadang yen mati melu kelangan dari kami untuk Ibu Meiliana. Semoga memberi inspirasi bagi tegaknya kebenaran dan keadilan serta kuatnya persaudaraan dan peradaban kasih.

Demikianlah, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua. Salam peradaban kasih.***

Taman Pandanaran, 28/8/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3521014911026915?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.