Inspiration

Apakah Jokowi Cocok untuk Falsafah Ini? Mbaudhendha Nyakrawati Ambeg Adil Paramarta!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dunia ini sedemikian besar dan luasnya untuk dipeluk dan digenggam. Namun bagi masyarakat Jawa, tak ada yang mustahil untuk melakukannya. Tentu dalam arti yang simbolik. Maka muncullah falsafah Jawa mbaudhendha nyakrawati. Apakah maksudnya?

Referensi pihak ketiga

Falsafah ini merujuk pada seseorang yang sedang memegang tampuk kekuasaan sebagai seorang pemimpin yang dekat dengan rakyatnya. Dunia pun serasa dalam.genggamannya, bukan untuk dirusak dan dihancurkan melainkan untuk dirawat, dijaga dan disejahterakan.

Wibawa dan otoritas yang ada padanya bukan untuk disalahgunakan dalam sistem pemerintahan yang korup dan kolusi nepotisme melainkan melulu demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyatnya secara adil dan beradab. Kesejahteraan rakyat adalah tujuannya, bukan kesejahteraan keluarga, kelompok dan kroninya. Dalam semangat itulah maka mbaudhendha nyakrawati terhubung pula dengan falsafah ambeg adil paramarta.

Referensi pihak ketiga

Dengan wibawa dan otoritas kepemimpinannya, ia mengembangkan sikap bela rasa, memperjuangkan keadilan dan kebijaksanaan.bagi rakyat dan bangsanya. Pemimpin dengan spirit mbaudhendha nyakrawati ambeg adil paramarta selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyatnya. Ia tidak pernah mementingkan dirinya sendiri, termasuk keluarga dan kelompoknya! Ia juga jauh dari sikap aji mumpung adigang adigung adiguna.

Justru itulah wibawanya yang sejati tanpa rekayasa. Nah, meski ada sekelompok gerombolan yang menentang, memfitnah dan hendak meruntuhkannya, sosok pemimpin seperti ini justru akan ditopang.dan didukung oleh sebagian besar warga masyarakat yang waras dan arif bijaksana untuk melanjutkan kepemimpinannya yang sudah ditandai banyak bukti keberhasilan.

Referensi pihak ketiga

Saya bayangkan, falsafah ini kok cocok banget kalau diterapkan dalam sosok Presiden Jokowi ya? Bagaimana menurutmu Sobat? Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 27/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Adi Luhur (2009:82)

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1153702491781596?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.