Inspiration

Indahnya Falsafah Lokal Torang Samua Basudara!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Pada hari Jumat-Sabtu (24-25/8/2018), Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang menyelenggarakan malam keakraban semi rekoleksi plus outbond di Pastoran JoharT Wurlirang (Johannes Maria Tinjomoyo Dhuwur Kaligarang) Semarang. Pada sesi pertama, saat saya memberikan bahan informasi-reflektif dengan tema We are family, kubaca semua nama peserta dan panitia, saya terkejut bangga. Mengapa? Sebab mereka berasal dari berbagai wilayah Nusantara ini. Ada yang dari Sulawesi, Kalimantan, Bali, Sumatra, Batam, Bali, Flores, Papua dan Jawa. Itu dari sisi kesukuan.

Referensi pihak ketiga

Begitulah, saya pun langsung teringat falsafah Sulawesi ini, Torang samua basudara. Masyarakat Manado pasti akrab dengan falsafah ini. Kita semua orang adalah bersaudara.

Wah cocok banget dengan tema we are family. Kita semua keluarga. Kita semua bersaudara. Minimal kita semua bersaudara sebangsa setanah air Indonesia. Dan sekarang ini, para peserta makrab juga bersaudara sebagai keluarga Unika Soegijapranata Semarang khususnya pula saudara dalam pelayanan Reksa Pastoral Kampus Unika.

Referensi pihak ketiga

Tentu saja, kepada mereka saya terangkan disposisi Campus Ministry (Reksa Pastoral Kampus) dari sejarahnya sejak dirintis oleh mendiang Mgr. Johannes Pujasumarta saat masih bertugas sebagai Rektor Tahun Rohani Seminari Jangli hingga landasan kokoh keberadaan RPK/CM menurut Ex Corde Ecclesiae (ECE) yang.diwariskan Santo Johanes Paulus II. Unika itu lahir dari jantung Gereja Katolik. Maka warna Katolik tak boleh diabaikan apalagi dinafikan. Dalam konteks ini, RPK itu mempunyai fungsi laksana jantung bagi Unika. Jantung itu harus terus berdenyut. Sekali berhenti matilah kehidupan. Begitulah seharusnya RPK dalam konteks ECE.

Nah dalam hubungannya dengan tema, saya bilang, jantung keluarga adalah kasih. Kasih di antara pribadi-pribadi membentuk keluarga. Tak ada keluarga yang sempurna. Namun yang tak sempurna itu dipanggil saling menyempurnakan dalam kasih Tuhan sendiri yang memanggil dan mengutus.

Referensi pihak ketiga

Ibarat satu alat musik saksofon terdiri berbagai unsur. Begitulah keluarga. Satu terhadap yang lain saling menopang. Kalau unsur-unsur saksofon tercerai-berai, ia tak akan berfungsi. Kalau tak ada hembusan nafas kasih, tak akan mengalun nada.

Relasi kekeluargaan pun laksana anggota tubuh yang saling menopang. Masing-masing memiliki fungsi dan peran. Tak satu pun boleh diabaikan. Semua disatukan dalam gerak nafas kasih yang menghidupkan, digerakkan oleh detak jantung kasih yang tak pernah berhenti.

Referensi pihak ketiga

Begitulah kurang-lebihnya semangat torang samua basudara yang kucoba terapkan dalam rangka makrab RPK Unika Soegijapranata Semarang. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 25/8/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/420638798127195?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.