Inspiration

Mengharukan! Inilah Teladan Subasita Etika Kerendahan Hati dari Jokowi dan Para Uskup KWI!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sebagaimana dilansir Tribunnews.com, Jakarta, Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di kantor KWI, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/8/2018) pagi. KWI adalah persekutuan paguyuban para Uskup Se-Indonesia dalam menjalin koordinasi pelayanan pastoral bagi umat Katolik Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Aceh hingga Papua.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kehadiran Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, disambut oleh Mgr. Ignatius Suharyo, Ketua KWI dan Mgr. Anton Bunjamin Subiyanto, Sekjend KWI. Kunjungan Presiden Jokowi ke KWI disambut sejumlah Uskup yang semua mengenakan baju batik. Sementara Jokowi sendiri juga mengenakan batik.

Membaca dan merenungkan peristiwa ini, saya teringat dengan falsafah Jawa yakni subasita. Dalam tradisi masyarakat Jawa, subasita itu bagian dari dan atau tatakrama kehidupan yang memuat keutamaan kerendahan hati.

Referensi pihak ketiga – Presiden Jokowi disambut Mgr. I. Suharyo dan Mgr. Anton Subiyanto

Bahwa sosok Presiden berkunjung silaturahmi menjumpai para Uskup Indonesia, itu adalah bagian dari subasita tatakrama kerendahan hati. Tata krama dan subasita memuat etika dan sopan santun. Akarnya adalah kerendahan hati. Ini bukan pencitraan seperti yang biasa kita dengar dituduhkan atas segala sepak terjang Jokowi.

Subasita tata krama kerendahan hati pun laksana gayung bersambut. Lihatlah, para Uskup pun mengenakan baju batik untuk menyambut Presiden Jokowi. Para Uskup tidak mengenakan jubah kebesaran mereka dengan segala atribut dan asesorinya, melainkan dengan mengenakan baju batik.

Referensi pihak ketiga

Dahsyat bukan? Dalam perjumpaan silaturahmi itu terpancarlah subasita tata krama kerendahan hati. Bagiku, ini sungguh luar biasa Sobat! Menurutmu bagaimana?

Demikianlah semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati bangsa ini. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 25/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi falsafah Jawa subasita dan berita dari Tribunnews.com

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1701335316599982?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.