Inspiration

Miris! Mau Jadi Apa Negeri Ini Oleh Orang-Orang Adigang Macam Begini?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ya ampuuuun. Hare gini mengatakan pada orang lain “Idiot!”. Masih ada juga ya yang seperti itu. Inilah gambaran sikap orang yang dalam falsafah Jawa disebut adigang. Singkatnya, sombong!

Referensi pihak ketiga

Sudaj mau memecah belah bangsa, begitu mendapat perlawanan masyarakat warga yang waras dan cerdas, eh malah dibilang – maaf – “idiot”. Hebat bener neh orang tanpa nurani jernih dan hanya ngotot aja pakai okol tanpa akal.

Masih ada lagi yang bersikap adigang alias sombong. Seenaknya saja ia menggunakan fasilitas komunikasi pesawat yang biasa dipakai oleh para pramugari atau pramugara buat urusan keselamatan penumpang dan dipakai begitu saja untuk kepentingan sendiri. Memangnya pesawat pribadi atau milik – maaf – nenek lo! Mau jadi apa negeri ini kalau dikuasai oleh orang-orang seperti itu. Benar-benar adigang!

Belum lagi ada pula yang mengatakan bahwa negara kita mempunyai kepala negara tetapi kepalanya tanpa …. (maaf, bahkan saya pun merasa tak mampu mengulanginya sehingga cukuplah saya tulis dengan …. hanya untuk yang paham saja!). Ya ampun. Ini orang bahkan sedang tidak sadar dengan ucapannya bahwa sedang menghina simbol negara.

Referensi pihak ketiga

Syukurlah Presiden Jokowi yang jelas-jelas menjadi sasafan dari kalimat yang saya kutip itu tidak adigang, adigung, adiguna. Padahal secara hukum bisa saja orang yang menghina simbol negara itu dituntut menurut hukum yang berlaku. Anak kecil juga tahu kalau yang dikatakan itu adalah pelecehan. Kita nggak bisa membayangkan bila hal itu terjadi di masa rezim Orde Baru. Langsung hilang deh orang yang seperti itu.

Sekali lagi, Presiden Jokowi adalah Presiden yang merakyat dan rendah hati. Paling beliau hanya tersenyum menghadapi semua itu. Ia jauh dari sikap adigang, adigung, adiguna.

Referensi pihak ketiga

Demikian refleksi ini berangkat dari fakta dalam perspektif kearifanokal falsafah Jawa. Ada orang yang bersikap adigang, adigung, adiguna; tapi syukurlah kita mempunyai sahabat-sahabat yang rahmatan lil alamin tak mudah terprovokasi oleh ujaran-ujadan bernada adigang, adigung, adiguna! Semoga kita menjadi bagian dari warga bangsa yang tidak adigang, adigu.g, adiguna!

Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradabam kasih.***

JoharT Wurlirang, 28/8/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4374770497077307?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.