Inspiration

Sesanti Marganing Setya Tuhu dalam Keheningan Batin! Bagaimana Caranya?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ijinkan saya mengupas lagi falsafah ini karena sangat mendesak, penting dan aktual (urgen, signifikan dan relevan) di tengah hiruk pikuk sosial kemasyarakatan kita saat ini. Inti falsafah lokal ini adalah keheningan batin. Ungkapannya, nang neng ning nung. Meneng, wening, tahu asal usul dan tujuan hidup kita. Kadang hanya dirumuskan dalam tiga kata saja, nang ning nung. Maknanya sama. Seperti apakah? Mari kita simak!

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Keheningan itu dimulai dengan membangun ketenangan pikiran (budi), lalu masuk dalam hati yang hening bening, sehingga kita semua sadar diri dan tahu tujuan hidup kita. Maka, keheningan bukanlah tujuan melainkan sarana atau jalan yang membantu siapa saja untuk mengalami hadirat Tuhan. Itulah yang disebut dengan keheningan batin.

Keheningan batin menjadi marganing setya tuhu mring Pangeran. Keheningan menjadi jalan setia pada kehendak Tuhan. Tanpa keheningan batin, manusia tidak akan pernah mampu mendengarkan suara dan kehendak Tuhan. Itulah prinsip dasarnya.

Bagi kebanyakan di antara kita, masuk dalam keheningan batin itu tidak gampang. Sulit! Maka, harus dimulai dengan cara-cara untuk membangun keheningan lahiriah terlebih dahulu, baru kemudian kita bisa masuk ke dalam keheningan batin. Biasanya, latihan keheningan lahiriah dimulai dengan mengatur pernafasan kita. Boleh memejamkan mata, boleh membuka mata, yang penting fokus. Sadarilah pernafasan Anda. Tarik nafas dalam-dalam, tahan sejenak, lalu hembuskan perlahan-lahan. Tarik nafas dengan hidung, simpan di kedalaman perut, lalu alirkan ke seluruh tubuh seraya menghembuskannya melalui mulut secara perlahan. Itu salah satu cara saja untuk latihan pernafasan menuju keheningan lahiriah.

Referensi pihak ketiga

Sesudah keheningan lahiriah, masuklah ke dalam keheningan batin. Keheningan lahiriah amat membantu kita memasuki keheningan batin. Seorang pertapa dari Siria, namanya Iskak dari Niniwe, mengatakan, “Cintailah keheningan batin lebih daripada segala sesuatu sebab keheningan batin akan menghasilkan buah yang tidak bisa diterangkan dengan lidah! Keheningan itu akan laksana sinar matahari yang menghangatkan Anda untuk bersatu dengan Tuhan! … Pada awalnya, kita harus memaksa diri untuk diam.”

Jadi salah satu cara paling sederhana namun sulit dilakukan untuk masuk dalam keheningan batin adalah dengan cara diam. Diam dalam keheningan, dari keheningan lahiriah menuju keheningan batin dan tinggal bersama Tuhan yang mengalirkan manisnya madu kehidupan.

Referensi pihak ketiga

Dah, itu saja. Cobalah! Terima kasih berkenan membaca artikel ini dan belajar memraktekkan keheningan dalam diam. Saat kita diam, minimal, godaan-godaan untuk menyemburkan ujaran-ujaran kehencian, kehobongan, dan hujatan, sudah bisa kita kalahkan! Lalu taburkan cinta dalam diam itu, sehingga kehangatan dan keramahan akan terpendar tersebar dari aura hidupmu!

Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih!***

Dari keheningan JoharT Wurlirang, 21/8/2018

Sumber: refeleksi pribadi terinspirasi Anthony de Mello SJ, Contact with God, Retreat Conferences, (1990:46-50) dan falsafah Jawa nang ning nung

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3993761156721486?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.