Inspiration

Taat pada Aturan Main Hidup Bersama, Bahkan Laksana Takwa pada Tuhan Yang Maha Esa

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Urip iku kudu sing nggenah. Begitulah nasihat yang diberikan kepada kita dalam falsafah Jawa. Apa maksud dan maknanya?

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Nggenah dalam bahasa Jawa diambil dari kata genah. Kata genah berarti jelas, tertib, taat pada aturan dan tidak melanggar nirma yang berlaku. Contoh paling mudah adalah dalam hal norma jalanan. Norma jalan diatur antara lain dengan traffick light, atau lampu lalu lintas. Merah itu tanda berhenti. Hijau tanda berjalan. Kuning pertanda bersiap-siap berhenti atau berjalan tergantung situasi kuning menuju merah atau kuning menuju hijau.

Kalau ada orang yang tidak menaati lampu lalu lintas maka bisa disebut bahwa orang itu ora nggenah. Orang disebut ora nggenah karena tidak mengikuti norma aturan yang berlaku. Sebaliknya yang mengikuti aturan yang berlaku disebur wong sing nggenah.

Referensi pihak ketiga

Dalam konteks iman, apa pun agama dan kepercayaan kita, kita dipanggil menjadi wong sing nggenah. Orang yang nggenah disebut orang yang bertakwa, taat pada Tuhan Yang Maha Esa. Ketaatan dan ketakwaan ini akan membawa keselamatan. Sama seperti pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas akan membuat hidup kita dalam bahaya demikian pula dalam hal ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Referensi pihak ketiga

Begitu Sobat, permenungan tentang urip iku sing nggenah. Jangan sampai kita menjadi orang yang sing ora nggenah karena tidak takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap kemanusiaan dan keadilan membuat kita menjadi orang yang tidak memiliki kemanusiaan yang adil dan beradab. Ini juga ora nggenah. Demikian pula dengan merusak persatuan dan kerukunan bangsa. Itu pun disebut ora nggenah. Suka main hakim sendiri mengabaikan musyawarah dan mufakat juga ora nggenah. Apalagi mengabaikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Itu pun disebut ora nggenah.

Demikianlah. Semoga betmanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 24/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Irjen Pol Drs Condro Kirono MM, MHum, Memimpin dalam Keberagaman, Kearifan Lokal Menjaga NKRI (2017:99-101)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1475300184446926?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.