Inspiration

Tak Usah Nunggu Mati, Surga Pun Kita Alami Saat Masih Hidup di Dunia Ini! Bagaimanakah?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Meski pada dasarnya merupakan falsafah Jawa yang muatannya sangat duniawi material, namun dalam permenunganku, falsafah ini sejatinya bisa pula ditempatkan dalam konteks hidup rohani yang bersifat surgawi. Tentu saja, urusan hal-hal yang bersifat surgawi tak hanya urusan nanti sesudah kita mati, tetapi juga bisa ditandai dengan unsur-unsur manusiawi dan duniawi. Tergantung cara pandang atau perspektifnya saja. Maka ada ungkapan swarga donya. Keadaan surgawi yang sudah mulai kita nikmati sejak masih hidup dan berziarah di dunia ini.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Nah, falsafah itu diungkapkan dengan kalimat mbanyu mili. Mbayu mili berarti mengalir lancar laksana air tanpa hambatan. Air mengalir tiada habis-habisnya, tanpa putus terus-menerus. Itu arti harafiah mbayu mili.

Ungkapan falsafah lokal budaya Jawa ini lantas biasa dihubungkan dengan hal-hal duniawi. Maka, ungkapan mbanyu mili dihubjngkan dengam hidangan (bahasa Jawa = suguhan). Itulah sebabnya ada ungkapan suguhane mbanyu mili. Artinya, hidangan yang disajikan terus mengalir tiada henti, tak ada habis-habisnya. Itu benar. Itulah makna duniawi mbayu mili.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Lalu apa makna rohani dan surgawinya? Ini harus dimulai dengan cara pandang kita. Selagi kita hidup di dunia ini, kita pun mengalami bahwa rahmat Tuhan dan kasihNya mengalir terus tiada henti dalam hidup kita. Itulah yang akan kusebut swarga donya mbanyu mili. Kasih karunia Tuhan mengalir tanpa henti kepada kita dalam peziarahan kita di dunia ini. Itulah swarga donya mbanyu mili.

Untuk itu dibutuhkan kaca mata iman, harapan dan kasih, apa pun agama dan kepercayaan kita. Setiap hidup adalah anugerah yang harus disyukuri sebagai swarga donya mbanyu mili. Itu bisa berupa kasih antar sesama umat manusia, keluarga kita, komunitas kita, karya pelayanan pekerjaan kita. Hidup yang rukun dan damai sejahtera dalam masyarakat dan bangsa pun menjadi swarga donya mbanyu mili. Bahkan, setiap denyut nadi detak jantung dan hirup-hembus nafas kita adalah swarga donya mbanyu mili yang dianugerahkan Tuhan kepada kita selagi masih hidup di dunia ini, tak usah menunggu saat mati!

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca tulisan ini. Tuhan memberkati. Salam sejahtera dan salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 27/8/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Pitutur Adi Luhur (2009:83)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1392545383537637?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.