Inspiration

Bahagianya Bersama Para Sahabat dalam Keberagaman di PPTI Al-Falah Salatiga

Sahabat Peradaban Kasih yangterkasih. Bahagia sekali saya mendapat pengalaman baru berkat perjumpaan dengan Sahabat-Sahabat dan Guru-Guru yang baru pula. Itu berkat kesempatan yang diberikan oleh Mbak Rofiah, kawan lama di eLSA Semarang yang memperingati Haul ketiga, alhlmarhum KH Mohammad Zoemri, Pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam (PPTI) Al-Falah Salatiga.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Selain mengadakan ritual keagamaan, PPTI Al-Falah juga mengadakan gelar budaya dan dialog publik literasi media dalam rangka merawat kebhinnekaan dalam bingkai dan dasar Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

Adapun maksud dan tujuan kegiatan dialog publik adalah 1. Pengayaan wawasan intelektual baik bagi masyarakat, akademisi, pelajar dan santri. 2. Membangun silaturakhim antar peserta, narasumber dan pihak pesantren. 3. Menumbuhkan sikap toleransi antar golongan4. Meningkatkan rasa cinta tanah air (nasionalisme) 5. Mencegah terjadinya perpecahan antar bangsa serta tidak mudah terpengaruh dengan paham-paham intoleran maupun radikalisme (Sesuai Proposal Panitia).Dialog ini bekerjasama dengan Menkominfo. Ada banyak yang diundang dan hadir, yakni para Tokoh Agama, Tokoh Lintas Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemerintahan, Akademisi, Aktivis, Mahasiswa dan Pelajar serta para Santri.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Semangat mereka luar biasa. Secara lebih detil gambaran kepesertaan adalah sebagai berikut. Mereka adalah Pengasuh Pondok Pesantren se-Kota Salatiga; Akademisi dan Praktisi pendidikan se-Kota Salatiga; Camat se-Kota Salatiga; Kepala Sekolah se-Kota Salatiga; Pengurus Arus Informasi Santri (AIS) Jawa Tengah; Admin dan Pengurus media NU Jawa Tengah; Pengurus Organisasi Kemasyarakatan; Tokoh Lintas Agama; Pimpinan Media Cetak & Elektronik; Tokoh Masyarakat Daerah Setempat; Organisasi Kepemudaan se-Kota Salatiga; fan Pengurus OSIS & BEM se-Kota Salatiga.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Dalam sambutannya, atas nama Nyai Hajah Lathifah Zoemri yang melanjutkan mengasuh PPTI Al-Falah, Mbak Roefiah mwngatakan; kota sebagai warga bangsa Indonesia dianugerahi fitrah keberagamaan atau kebhinnekaan yang harus dirawat. Kitalah yang harus merawatnya!

Saya bahagia dan bersyukur boleh berbagi pengalaman sebagai marasumber bersama para nara sumber lain. Beliau-beliau adalah Dr. KH. Abdul Moqsith Ghazali (Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PBNU), Prof. Dr. Drs. Henri Subiakto (Staf Ahli Menkominfo), S.H., M.Si, dan Munajat, Ph.D (Staf Ahli Kepresidenan). Bertindak sebagai moderator adalah Gus Hanif, Pengasuh Ponpes Edhi Mancoro, Gedangan, Tuntang.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Ini sungguh luar biasa. Selamat dan proficiat. Semoga damailah Indonesiaku. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

PPTI Al-Falah Salatiga, 6/9/1018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/646645070075515?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.