Inspiration

Demi Jurnalistik Damai, Najwa ‘Mbak Nana’ Shihab Menolak Jadi Timses Capres-Cawapres. TOP!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Asyik banget loh menyimak alasan Najwa Shihab atau akrab disapa Mbak Nana yang pilih fokus di jurnalistik dari pada terlibat dalam kancah politik praktis. Sebagaimana diwartakan oleh Merdeka.com (10/9/2018,06:15) nama Najwa Shibab sempat santer diakabrkan akan menjadi kandidat Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf. Namun, Mbak Nana memang beda. Inilah keputusannya. Ia lebih memilih fokus pada jurnalistik daripada politik.

Referensi pihak ketiga

“Najwa sendiri tak menampik pernah ditawari menjadi ketua tim pemenangan Jokowi. Namun, tawaran itu ditolak Najwa Shihab. Najwa menolak tawaran itu lantaran masih belum mau untuk terjun di dunia politik. Dia masih ingin fokus terlebih dahulu sebagai jurnalis.” (Merdeka.com – 10 September 2018 pukul 06.15)

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Warta itu bukan hoax namun kebenaran yang nyata. Itulah yang disampaikan pemilik program Maja Najwa yang menjadi salah satu medan jurnalistiknya. Beginilah kalimat Mbak Nana sebagaimana dilansur Merdeka.com (10/9/2018, pukul 06.15).

“Pada semua pihak jawabnya selalu sama, saya belum ingin terjun ke dunia politik. Masih tetap di dunia jurnalistik dan sedang fokus membesarkan Narasi TV,”

Selamat buat Najwa “Mbak Nana” Shihab yang memiliki komitmen tinggi pada jurnalistik dari pada politik. Tentu, jurnalistik pun akan menjadi arena untuk mengembangkan sikap politik pula, bukan sebagai politik praktis, melainkan politik etis, yakni dengan memberikan sikap kritis dan nilai-nilai etis tentang kebenaran, keadilan, kebenaran dan kerukunan dalam keberagaman.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Paling tidak, itu pula yang pernah saya alami, ketika pada suatu saat, 23 Maret 2016, Tim Mata Najwa Metro TV (kala itu), nimbali (= mengundang) saya untuk turut serta mewarnai shooting program “Panggung Gus Mus”. Dengan berduet bersama Gus Mus yang membacakan “Sajak Atas Nama” dan saya memainkan Tamba Ati-Kasih dengan alunan saksofon, bersama Mbak Nana, saya berpolitik etis yakni upaya etis untuk mewartakan kerukunan dalam keberagaman dalam sikap hormat, kasih dan bahagia.

Selamat buat Mbak Nana. Salam kangen neh. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 10/9/2018

Sumber: refleksi pribadi terinspirasi Merdeka.com (10/9/2018)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2653460319685236?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.