Inspiration

Mahasiswa dalam Keterlibatan Sinergis Reksa Pastoral Kampus. Siapa Takut?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Pada tanggal 6-8 September 2018, Campus Ministry (CM, Reksa Pastoral Kampus/RPK) Universitas Katolik Soegijapranata Semarang mengadakan kaderisasi dan reorganisasi pengurus periode 2018-2019. Bertempat di Wisma Yohanes Gunung Pati, Semarang, kaderisasi diselenggarakan oleh Tim Pengurus CM yang lama 2017-2018 (Pandu, Maria, Alfa, Vio, Nita, Sisil, Tyas dan Fidel). Suster Elsa CM dan saya jadi pendamping. Saya sekaligus menjadi pemateri.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Ada pun pesertanya adalah para calon pengurus baru. Mereka adalah Aldo, Feti, Jeni, Febi, Gita, Viona, Jose, Hans, Gibas, Yuven, Eksi dan Maya. Keduabelas peserta baru ini dalam komposisi tugas masing-masimg sesuai amanat Ex Corde Ecclesiae (ECE) yakni Konstitusi Apostolik tentang Universitas Katolik yang diterbitkan Paus Yohanes Paulus II, 15 Agustus 1990.

Pertama-tama, dalam kesempatan kaderisasi tersebut, kami sepakat bahwa nama OMK (orang muda Katolik) CM Unika Soegijapranata mulai periode 2018-2019 mengalami transformasi inspiratif menjadi Campus Ministry for Christ (CMC). Dalam bahasa Indonesia menjadi Reksa Pastoral Kampus bagi Kristus (RPKK). Alasannya, para peserta kaderisasi menyadari bahwa keberadaan CM di Unika yang lahir dari jantung Gereja adalah melayani Kristus sendiri melalui dunia kampus. Pusatnya adalah Kristus. Wajahnya adalah reksa pastoral kampus. Dasarnya adalah ECE 38-42.

Mengacu pada ECE 38-42, setiap pribadi yang bergabung dalam Campus Ministry (CM) dipanggil untuk melayani Kristus sendiri. Apalagi, menurut ECE 38-42, CM memiliki peranan vital dan fundamental dalam rangka pelayanan pastoral (di) Unika. 

Pertama, sesuai amanat ECE 39, CM bertugas menyelenggarakan pelayanan pastoral yang merupakan aktivitas harian Universitas Katolik. Konsekuensj logis dari jatidiri Universitas Katolik (Unika), maka Unika harus memberi kesempatan kepada para anggota komunitas Unika untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip moral dan religius dengan studi akademik dan aktivitas non-akademik agar terjadilah integrasi iman dan kehidupan yang integral dan seimbang. Inilah misi Gereja dalam Unika dan merupakan unsur konstitutif Unika baik dalam struktur maupun hidupnya. Unika yang berciri Katolik akan meningkatkan perhatian ciri ini dan menyadari dimensi pastoral ini dan peka akan cara bagaimana dimensi pastoral berpengaruh pada segala kegiatan Unika (ECE 38). Kata Katolik bukan sekadar tempelan melainkan jatidiri yang harus dihayati dan dihidupi sebagai aktivitas harian. Itulah sebabnya, setiap Unika harus memliki Campus Ministry, apa pun sebutan dan namanya, serta asosiasi dan gerakannya (bdk ECE 42).

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Kedua, menurut ECE 39, CMC memiliki tugas membantu pelayanan rohani khususnya melalui perayaan Ekaristi. Beginilah ECE 39 dirumuskan St. Yohanes Paulus II.

“Sebagai ungkapan alami identitas Katoliknya, Unika hendaknya memberi contoh praktek dari imannya dalam kehidupan sehari-hari dan menyediakan waktu bagi refleksi dan doa. Para anggota komunitas yang beragama Katolik hendaknya mendapat kesempatan untuk mengasimilasikan ajaran Katolik dan mempraktekkannya dalam hidup mereka. Mereka mesti didorong untuk ambil bagian dalam perayaan sakramen, khususnya Sakramen Ekaristi sebagai ibadat komunitas yang paling sempurna.”

Dalam rangka inilah, maka melalui CMC (RPKK), hadir untuk menjalankan tugas perutusan dalam rangka refleksi dan doa yang memuncak pada pelayanan Sakramental, teutama Sakramen Ekaristi sebagai Ibadat komunitas (= Sivitas Akademika Unika Soegijapranata) yang paling sempurna.

Inilah pula yang saya sadari, hayati dan lakukan sebagai pastor kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata melalui Misa Harian (Senin-Jumat pukul 12.00 WIB – selesai); entah ada warga Unika (dosen, tendik, dan mahasiswa) yang hadir maupun tidak hadir. Ada ataupun tidak ada warga komunitas Unika yang hadir, sebagai romo yang diberi tugas oleh Uskup untuk pelayanan CM, saya merayakan Ekaristi Harian di Kapel Unika atas nama Universitas Katolik Soegijapranata. CMC berperan untuk mendukung dan turut melayani hal itu.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Sesuai dengan ECE 39, komposisi CMC 2018-2019 adalah sebagai berikut: ketua (Aldo), wakil (Feti), sekretaris (Jeni), bendahara (Febi dan Gita), timja liturgi, lektor-akolit (Maya dan Yuven), koor/paduan suara (Eksi), musik (Gibas), fellowship (Hans dan Mellan), humas (Viona), lintasagama (Jose). Fellowship, humas dan lintasagama ada personalianya dalam rangka ECE 39 yang mengatakan begini.

“Apabila komunitas akademik memiliki anggota dari Gereja lain, komunitas Gerejani atau agama lain, inisiatif untuk refleksi dan doa sesuai dengan agama dan kepercayaan mereka harus dihormati.”

Itulah sebabnya dalam CM Unika ada EC (Ecclesia Christi) dan History Maker (HM) yang mewadahi mahasiswa beragama Kristen. Tidak tertutup kemungkinan ada Gusdurian Unika untuk pendampingan bagi mahasiswa yang beragama Islam di Unika.

Para pengurus Campus Ministry for Christ juga dimaksudkan untuk menghayati ECE 40. Diterangkan dalam ECE 40 sebagai berikut.

“Mereka yang terlibat dalam pelayanan pastoral hendaknya mendorong semangat para dosen dan mahasiswa agar sadar akan tanggungjawabnya terhadap mereka yang menderita secara fisik dan mental spiritual. Dengan mengikuti teladan Kristus, mereka memberikan perhatian secara khusus kepada kaum termiskin dan mereka yang menderita ketidakadilan ekonomis, sosial, budaya, dan kerohanian.”

Apalagi, dalam ECE 41-42 diamanatkan sebagai berikut.

“Pelayanan pastoral merupakan cara yang sangat penting untuk mempersiapkan mahasiswa Katolik secara aktif mengambil bagian di dalam kehidupan Gereja sebagai pelaksanaan dari tugas pembaptisan mereka. Pelayanan pastoral juga membantu mengembangkan dan menanamkan nilai perkawinan dan kehidupan keluarga, memperkuat panggilan imamat dan religius, mendorong komitmen Kristiani kaum awam dan memberikan ilham pada setiap aktivitas dengan semangat Injil. Kerjasama antara pelayanan pastoral di dalam Unika dan Gereja setempat di bawah bimbingan atau persetujuan Uskup akan saling menyumbang pertumbuhan kedua belah pihak. Berbagai asosiasi dan gerakan-gerakan kehidupan kerohanian dan kerasulan terutama yang dikembangkan secara khusus bagi para mahasiswa dapat merupakan bantuan yang sangat besar dalam mengembangkan aspek-aspek pastoral kehidupan rohani Unika.”

Aspek-aspek itulah yang ke depan akan menjadi perhatian CMC dalam transformasi inspiratif keterlibatan sinergi dengan PKM (Pelayanan Kaum Muda) CM, EC, dan HM. Bahkan bila dimungkinkan manakala ada yang berminat dengan Gusdurian Unika.

Mohon doa saja, semoga upaya-upaya untuk transformasi inspiratif dalam keterlibatan sinergis sesuai tema karya 2017-2018 dan 2018-2019 dalam berjalan dengan baik serta mendapat dukungan serta respon positif dari berbagai pihak terkait. Dengan dengan demikian dua spirit dasar Mgr. Albertus Soegijapranata ini dapat terwujud pula melalui Campus Ministry Unika Soegijapranata. Keduanya adalah spirit talenta pro patria et humanitate (kembangkan bakat talenta untuk bangsa dan kemanusiaan) serta 100% religius, 100% nasionalis.

Demikian, semoga bermanfaat. Tera kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Gunung Pati – JoharT Wurlirang, 9/9/2018

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Ex Corde Ecclesiae (John Paul II, 15/8/1990)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2567723823968718?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.