Inspiration

(Semoga) Husnul Khatimah! Kenangan dan Doaku untuk Haji Fatquri Busyairi (Kabag Umum MAJT)

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kematian pasti akan kita alami, cepat atau lambat. Tentu saja setiap orang merindukan saat kematian yang terbaik dan terindah.

Referensi pihak ketiga

Pada hari Rabu (5/9/2018), sementara mengikuti rapat persiapan Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama Keuskupan Agung Semarang di Panti Wredha Maria Sudarsih Ambarawa, saya menerima dua kabar duka. Yang pertama adalah kematian kakak sahabatku Agung, yakni saudara Yohanes. Kedua adalah kematian sahabatku Haji Fatquri Busyairi, Kabag Umum Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Itulah sebabnya, sesudah rapat usai, saya menyempatkan melayat dan berdoa bagi keduanya. Di antaranya keduanya, saya memang lebih mengenal secara lebih dekat Haji Fatquri. Sedangkan saudara Yohanes, saya memang belum mengenalnya. Pertama-tama saya melayat terlebih dahulu almarhum Yohanes yang disemayamkan di Tionghoaiwan, lalu sesudah itu saya meluncur ke rumah kediaman almarhum Haji Fatquri di Erowati Bulu Lor Semarang.

Tulisan ini lebih saya fokuskan pada kenangan akan Haji Fatquri yang sudah saya kenal sekitar empat belas tahun silam. Kabar kematian beliau saya terima dari sahabatku Haji Taslim, Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) jateng. Saat saya menerima kabar duka tersebut saya langsung berdoa: semoga Husnul Khatimah. Dalam bahasa Arab, husnul berasal dari kata “hasan” yang berarti baik. Husnul berarti terbaik.

Referensi pihak ketiga

 Dengan demikian, makna dari kalimat “Husnul khatimah” adalah… “mati di saat atau dalam keadaan yang terbaik. Saya percaya dan yakin bahwa Haji Fatquri Busyairi meninggal dalam keadaan yang terbaik. Beliau bahagia di surga.

Selama ini, saya mengenal beliau sebagai orang yang baik, hatinya ikhlas dan tulus. Beliau sangat mendukung dan terlibat dalam gerakan membangun kerukunan dan persaudaraan sejati lintas agama dalam keberagaman. Sebagai Kabag Umum Masjid Agung Jawa Tengah, beliau sangat ramah. Berkali-kali kami saling bersilaturahmi. Beliau rawuh di gereja dan pastoran tempat saya bertugas sejak di Katedral Semarang, di Tanah Mas, di Kebon Dalem, di Ungaran dan di Tinjomoyo. Saya juga sowan ke Masjid Agung Jawa Tengah dalam berbagai kesempatan, entah sendiri entah bersama rombongan. Relasi kami sangat mendalam sebagai sahabat bahkan saudara dalam keberagaman. Beliau seorang haji. Saya seorang pastor Katolik.

Perjumpaan kami terakhir adalah pada hari Minggu, 26/8/2018 ketika bersama Mas Setyawan Budy, Damar Sinuko dan Windy, kami membezoek beliau yang menjalani perawatan di RSUP Karyadi Semarang. Perjumpaan itu ditandai dengan semangat yang berkobar. Beliau banyak bercerita tentang pelayanan terakhir saat mengantar rombongan Haji ke Mekah. Bahkan saat di Mekah pun, beliau masih sempat berkirim kabar padaku melalui WA. Maka, siapa menyangka bahwa beliau akan meninggal dunia begitu cepat.

Referensi pihak ketiga

Doaku semoga husnul khatimah bagi Haji Fatquri tak hanya harapan. Itu bahkan sudah diberi tanda nyata. Itulah yang kutangkap dari cerita isteri tercintanya, saat daku melayat sesudah berdoa di samping jenazahnya.

Sang isteri memberi kesaksian. Fatquri minta pulang le rumah beberapa hari sebelum meninggal. Beliau minta pulang untuk beristirahat di rumah agar lebih leluasa dan damai, katanya. Dokter pun mengijinkan.

Sesampai di rumah, Fatquri berpesan kepada isterinya agar menyediakan sedekah syukur nasi gudangan untuk kawan-kawannya. Lalu Fatquri potong rambut di tukang cukur langganannya. Ia berpesan pada isterinya agar bersikap ikhlas. Begitulah, saat-saat akhir hidupnya menjelang kematiannya diisi dengan doa, pasrah, bersedekah dan berserah kepada Allah.

Referensi pihak ketiga

Mendengar kesaksian sang isteri, saya diteguhkan bahkan almarhum Haji Fatquri Busyairi, sahabatku dalam keberagaman sungguh-sungguh husnul khatimah sebab beliau meninggal dunia dalam keadaan terbaiknya seperti selama ini kukenal selalu menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Demikian, semoga bermanfaat. Selamat jalan menuju kebahagiaan surga Pak Haji Fatquri. Panjenengan sudah husnul khatimah. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

 JoharT Wurlirang, 6/9/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1093198491903350?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.