Inspiration

Yakin dan Teguhlah Percaya kepada Tuhan, Apa Pun Agama dan Kepercayaanmu! Tuhan Menjagamu!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ini adalah kisah nyata yang meneguhkan iman, harapan dan kasih kita, apa pun agama dan kepercayaan kita. Yang terpenting adalah yakin dan percaya, meski harus menghadapi tantangan dan bahkan ujian pencobaan. Bagaimana kisahnya? Kita simak yuk!

Referensi pihak ketiga

Adalah seorang mahasiswi di salah satu benua, namanya Hawa A. Ia memutuskan untuk menjadi memeluk agama Kristen setelah membaca sebuah risalah di asramanya. Ia pun mengubah namanya menjadi Faith, sebagai nama barunya.

Seusdah itu, segalanya berlangsung tidak mudah. Terutama, pergumulan yang berat dia alami ketika Faith harus mengatakan hal itu kepada ayahnya. Mengapa? Karena, ayahnya adalah seorang pemuka agama yang dulu dianutnya sebelumnya. 

Namun pada akhirnya, Faith mendapat keberanian untuk mengungkapkan kebenaran itu. Mendengar pengakuan putrinya, sang ayah sangat murka. Hal yang sama juga dengan saudara laki-lakinya. Dalam kemarahan yang amat sangat, mereka langsung melucuti pakaian gadis itu. Faith pun dipaksa duduk di sebuah kursi yang dihubungkan dengan aliran listrik. Faith pun tidak bisa melawan. Ia duduk di kursi listrik itu sambil memeluk Alkitab barunya. Gadis itu hanya pasrah.

Referensi pihak ketiga

Tetapi, aneh bin ajaib. Saat itu, listrik tidak dapat mengaliri kursi tersebut. Apalagi hingga menyetrum dan mematikan Faith. Padahal tidak ada gangguan listrik. Aliran listrik di rumahnya baik-baik saja, namun tidak mampu menyiksa Faith yang sudah dipaksa duduk di kursi listrik itu. Sang ayah dan saudara lelakinya mencoba terus namun tidak pernah berhasil.

Akhirnya mereka menyerah, lalu mengusir dan melepaskan Faith yang masih dalam keadaan telanjang tersebut ke tengah jalan. Dengan menahan rasa malu yang harus ditanggungnya, Faith berlarian di sepanjang jalan untuk memenuhi paksaan ayah dan saudara lelakinya. Pasti semua orang yang melihatnya pun merasa aneh dan bahkan membuang muka.

Syukurlah, tidak lama setelah itu, seorang teman mengajaknya masuk ke rumahnya dan memberi Faith pakaian. Ajaibnya lagi, pada hari berikutnya, temannya itu bertanya kepada para tetangga tentang apa yang mereka pikirkan saat melihat Faith berlarian tanpa busana di jalanan. 

“Aku tidak mengerti apa yang engkau tanyakan?” mereka justru ganti bertanya. Mereka pun berkata, “Gadis itu tanpa busana? Oh tidak. Yang kami lihat, gadis itu mengenakan baju putih yang sangat indah!” Lebih lanjut mereka bilang, “Bahkan, kami bertanya-tanya kepada diri kami sendiri mengapa ada seorang gadis yg memakai baju putih seindah itu berlarian di sepanjang jalan?”

Referensi pihak ketiga

Begitulah Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Apa pun agama dan kepercayaanmu, percayalah, bahwa Tuhan tidak pernah mempermalukan umat-Nya. Untuk setiap iman dan keyakinan yang kita pegang dengan teguh, Tuhan pasti menyatakan pembelaan-Nya kepada kita, di luar nalar kita. Jika kita berada dalam jalan-Nya maka kita harus percaya bahwa Tuhan adalah Sang Penolong kita dan kesetiaan-Nya sungguh terbukti. 

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih berkenan membaca artikel ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 4/9/2018

Sumber: CPGpray – Pray, Veranita “The White Dress” 

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4234268893034089?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.