Inspiration

Berhentilah Menangis! Pertolongan Tuhan Tak Terduga Tersedia Bagimu!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. ​Kisah ini memang terjadi lebih dari 2000 tahun yang lampau, namun tetap menginspirasi kehidupan kita di zaman now. Kisah ini terjadi di Kota bernama Nain. Kala itu, di siang yang garang, matahari bersinar panas membakar. Di pintu gerbang ​kota Nain, tampak rombongan mengusung orang yang sudah meninggal dunia untuk dimakamkan. Ternyata, yang meninggal adalah seorang anak tunggal. Duka nestapa meningga seorang janda renta. Satu-satunya anaknya meninggal dunia.

Referensi pihak ketiga – fuelforpilgrims.wordpress.com/category/widow-of-nain/

​Janda itu sangat berduka kehilangan satu-satunya anaknya, tumpuan harapan dan masa depannya, sejak kematian suaminya. Namun apalah daya. Satu-satunya anak lelakinya pun, meninggal dunia. Duka lara tak terganggungkan membuat sang janda terus menangis sepanjang jalan menyertai prosesi pemakaman anaknya. Kehadiran para pelayat yang mengiringi dan menyertainya tak membuat dukanya reda seketika.

Jiwanya tersayat menatap anaknya yang sudah menjadi mayat. Para pelayat pun turut tersayat dalam duka yang dahsyat. Tak bisa membayangkan bagaimana nasih sang janda itu menghadapi kehidupan yang dahsyat kelewat berat.

Tiba-tiba, dari lawan arah ada rombongan lain. Dua belas lelaki dan Seseorang yang siap menopang dengan berkat bagi sang janda yang menangis dengan tubuh terguncang. “Jangan menangis!” Begitulah kata seseorang itu sambil menepuk bahu seorang bunda yang janda dan sedang sangat berduka itu.

​”Bagaimana bisa bilang jangan menangis. Aku sebatang kara. Suaminya sudah meninggal beberapa waktu yang lalu. Dan kini satu-satunya anakku mati pula! Tak bolehkah aku menangis karena berduka?” begitulah janda yang sedang berduka itu nyaris membantah Lelaki yang melarangnya menangis itu. Namun, entah bagaimana, tak sepatah kata pun bisa terucap dari bibirnya. Justru sebaliknya, saat mendengar kalimat lembut penuh keteduhan dan kerahiman, “Jangan menangis!” hatinya dipenuhi dengan rasa damai yang menghibur, merontokkan semua duka yang menyesakkan dadanya.

Meski, Lelaki itu tak dikenalnya, dibiarkanlah pula Lelaki itu mendekati keranda yang mengusung jenazah anaknya.​ Orang-orang pun membiarkan Lelaki itu melakukan apa pun yang hendak dilakukannya. Tiba-tiba, Lelaki itu hanya berkata dengan penuh wibawa kepada jenazah yang sedang diarak menuju makam itu, “Hai, Pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Dan seketika matahari yang semula panas terik membakar siang itu menjadi teduh penuh kesejukan. Pemuda itu pun bangun, duduk, dan mulai berbicara. Lelaki itu pun menyerahkan pemuda itu kepada sang bunda yang dukacitanya lenyap seketika berubah menjadi sukacita!

Begitulah kisah itu diwartakan dalam Lukas 7:11-17. Lelaki itu adalah Yesus. Yang memberikan mujizat kepada janda yang berduka itu dengan membangkitkan anaknya yang meninggal dan siap dimakamkan itu. 

Maknanya, siapa pun yang berserah dalam duka kepada Tuhan Yang Mahakuasa, pastilah pertolongan-Nya akan diberikan tanpa pernah diduga. Banyak cara Tuhan menolong kita. Berhentilah menangis! Pertolongan Tuhan tak terduga tersedia bagimu. Siapkah kita menerima pertolonganNya? Tetapi juga, siapkah kita dipakai Tuhan untuk menolong sesama kita yang membutuhkan bantuan kita? Bagaimana menurutmu, Sahabat Peradaban Kasih?

Jadi, berhentilah menangis, seperti janda itu seturut perintah-Nya! Sebab, pertolongan Tuhan disediakan secara tak terduga dalam dukacitamu. Dukacitamu akan diubah menjadi sukacita seturut kehendak-Nya!

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 18/9/2018

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Lukas 7:11-17

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2910072639045133?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.