Inspiration

Flash & Lilin Belarasa bagi Korban Gempa dan Tsunami Palu dari Panitia Srawung di Semarang

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Gempa dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Mamuju di Sulawesi Tengah (28/9/2018) menjadi perhatian pula orang muda yang menjadi panitia Srawung Persaudaraan Orang Muda Lintas Agama Keuskupan Agung Semarang.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Repro Komsos KAS Setyawan Budy (Pelita), Yunantyo Adi S (Gusdurian) dan saya (tengah)

Sedikitnya 70 orang muda Katolik, dan unsur Pelita serta Gusdurian mengadakan rapat konsolidasi persiapan Srawung Persaudaraan Sejati Lintas Agama se-Keuskupan Agung Semarang di Wisma Nazareth Semarang (29-30/9/2018). Pada malam pertama, dipandu oleh Romo H. Budi Purwantoro Pr peserta konsolidasi mendapat peneguhan dari Romo FC Sugiayana Pr (Sekretaris Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Semarang dan Romo Agustinus Surya Nugroho Pr (Guru SMA Seminari Menengah Mertoyudan Magelang) tentang spiritualitas srawung dan makna praksis srawung. Sesudah itu, saya mengajak mereka menutup malam pertama dengan praksis belarasa.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Repro Komsos KAS – sebagian panitia Srawung

Praksisnya sederhana saja. Kami menyatukan hati, menyalakan flash gawai masing-masing dalam kegelapan. Lalu, sesudah itu, kami nyalakan lilin sebagai pengganti flash gawai. Seiring dengan itu, kuhantar rekan-rekan masuk dalam peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Mamuju. Termasuk pula kunarasikan pula kepahlawanan Anthonius Gunawan Agung yang taat sampai wafat dalam mengemban tugas pelayanannya sebaga pemandu pilot dalam rangka jadwal penerbangan.

Kami tundukkan kepala, kami heningkan jiwa dan kami langitkan doa bagi para korban gempa dan tsunami Palu serta bagi Anthonius Gunawan Agung. Doa belarasa kami tutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan Indonesia Pusaka.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – repro Komsos KAS – sebagian panitia srawung

Hanya itu yang bisa kami lakukan. Sederhana namun semoga menjadi edukasi pula dalam rangka belarasa bagi para orang muda. Menurutku, belarasa pun bagian dari spirit srawung.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: refleksi pribadi

Wisma Nazareth, 30/9/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4263590217163389?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.