Inspiration

Generasi Z-Alpha, Generasi Pancasila, Seperti Apa?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Menjadi berkat bagi kami sivitas akademika Unika Soegijapranata Semarang; bahwa Prof Dr Mohammad Mahfud MD. Kita semua tahu Prof Mahfud adalah anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Referensi pihak ketiga

Prof Mahfud hadir di Unika Soegijapranata untuk memberikan Kuliah Umum Kebangsaan 2018. Dilaksanakan di Sporthall Unika Soegijapranata, Senin, 8 Oktober 2018. Kuliah Umum ini diikuti oleh ribuan mahasiswa baru dan segenap dosen Unika Soegijapranata. Dalam kuliahnya, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu mengawali kuliahnya dengan membagikan pengalaman perjuangannya sejak kuliah hingga karya pekerjaannya hingga saat ini. Semua itu berawal dari optimisme dan kerinduan untuk menjadi baik dan berguna dalam kehidupan. Ternyata semua kerindungan itu terpenuhi melalui berbagai tugas pekerjaan untuk memajukan bangsa ini. Semua itu bisa terjadi karena kita adalah bangsa merdeka.

Prof Mahfud mulai menerangkan sejarah Pancasila dalam konteks Kemerdekaan NKRI. Negara kita dibangun dengan mengusir kolonialisme yang memuncak pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Diproklamirkanlah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan dasar Pancasila. Pancasila adalah dasar negara kita. 

Referensi pihak ketiga

Tugas kita saat ini adalah menjaga keutuhan bangsa ini agar semakin sejahtera. Negara kita ini kaya raya. Maka sumber kekayaan harus dikelola bagi kesejahteraan rakyat. Pancasila menjadi landasan, kepribadian dan dasar untuk semua aturan hukum. 

Pancasila menjadi sumber hukum maka kalau ada pelanggaran ia bisa diproses secara hukum. Ada sanksi yuridis ada pula sanksi etis. Muaranya adalah persatuan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Problem dan tantangan terhadap Pancasila. Hukum kita masih kacau balau. Hukum yang tertuang dalam perundang-undangan kerap bertabrakan satu terhadap yang lain. Bahkan perundang-undangan bisa muncul sesuai pesanan. Padahal negara ini tegak kalau hukumnya beres.

Tantangan aktual adalah gerakan mengganti sistem, misalnya intoleransi, radikalisme, bahkan munculnya Khilafah. Prof Mahfud menegaskan, tak ada sistem demokrasi yang terbaik selain sistem Pancasila untuk Indonesia. Sumber semua itu adalah ketidakadilan dan kemiskinan.

Referensi pihak ketiga

Tantangan lain yang tak bisa diabaikan adalah tantangan informasi dan teknologi. Generasi baby boomer (sebelum 1960); generasi x (1961-1980), generasi Y (1981-2000), generasi Z (2001-2010), generasi Alpha (2010 – sekarang). Bahaya generasi teralienasi. Di sinilah Pancasila menjadi penting. Pancasila berfungsi menjaga kemanusiaan, kerukunan, persatuan dan keadilan sosial. Pancasila mendidik hati nurani. Mari kita jaga bersama.

Demikian, rangkuman gagasan yang disampaikan Prof Mahfud dalam Kuliah Umum Kebangsaan 2018 di Unika Soegijapranata Semarang. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: kuliah umum Prof Dr Mohammad Mahfud MD (8/10/2018 pkl 10.15 – 11.45 WIB

Sporthall Unika Soegijapranata, 8/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1594028452580500?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.