Inspiration

Gila! Kasihan Benar Ratna Sarumpet Dianiaya Meski Ada Yang Aneh dan Janggal!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Di tengah duka akibat gempa dan tsunami di Palu; hati saya pilu membaca berita bahwa seorang aktivis yakni Ratna Sarumpaet dianiaya orang hingga babak belur. Namun, simpang siur berita di medsos menampilkan berbagai kejanggalan.

Referensi pihak ketiga

Pertama, katanya, peristiwa penganiayaan terjadi pada tanggal 21 September 2018. Namun kabar tentang penganiayaan itu baru beredar sekitar sepuluh hari sesudahnya. Semoga ini benar adanya dan kasusnya segera diproses sesuai hukum yang berlaku dan tidak digoreng jadi komoditas politik menjelang Pilpres 2019. Usut tuntas dan buka informasi yang benar ke publik.

Kedua, sebagaimana diberitakan merdeka.com (2/10/2018), “Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku telah menghubungi Ratna untuk menanyakan kabar penganiayaan tersebut. Kepada Dahnil, Ratna bercerita kejadian nahas yang dialaminya itu. Ratna mengaku dimasukkan ke dalam mobil dan dipukuli saat berada di Bandung pada (21/9) lalu.” Disebutkan pula oleh Dahnil, bahwa penganiayaan terjadi di Bandara Bandung.

Di sini ada yang janggal. Sebagaimana diberitakan detik.com (Selasa 02 Oktober 2018, 17:24 WIB), Manajemen Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menyebutkan bahwa tidak ada penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet yang terjadi di lokasi bandara. Kesimpulan itu diambil setelah dilakukan pengecekan. Itulah yang dikatakan General Manager Bandara Husein Sastranegara PT Angkasa Pura II (Persero) Andika Nuryaman kepadadetikcom, Kamis (2/10/2018). Minimal, pengecekan melalui rekaman CCTV. Hal yang sama ditegaskan oleh Dansatpom AU Mayor Made Oka. Satuan Polisi Militer (Satpom) AU Bandara Husein Sastranegara bahwa tidak ada kejadian tersebut di kawasan bandara Bandung. Ini sungguh aneh dan janggal.

Referensi pihak ketiga

Ketiga, mencermati foto-foto yang beredar di medsos, ada kejanggalan lain. Wajah bengap dan babak belur diduga Ratna Sarumpaet dengan wajah sebelum dianiaya terdapat perbedaan letak tahi lalat. Sedemikian hebatnya penganiayaan terjadi hingga posisi tahi lalat itu berubah tempat. Ini sungguh mengerikan! Mengerikan cara menganiaya, dan atau mengerikan cara bikin hoax hingga segala cara dipakai untuk memperkeruh keadaan; sementara kita semua sedang berduka akibat bencana yang lebih berat yakni gempa dan tsunami di Palu. Tega nian ai pembuat hoax itu! Meminjam bahasa Fadli Zon, perilaku itu sungguh jahat dan biadab! Sama jahat dan biadabnya dengan si penganiaya Ratna Sarumpaet! Gila, sungguh-sungguh gila!

Keempat, sebagaimana dilansir detik.com, Ratna Sarumpaet sempat mendatangi salah satu rumah sakit di Cimahi, Jawa Barat sesudah dianiaya. Namun, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Fana mengatakan pihaknya telah mengecek delapan rumah sakit di Cimahi. Hasilnya, tak ada nama Ratna Sarumpaet (2/10/2018).

Akhirnya, saya merasakan keanehan justru dalam wajah Fadli Zon yang dalam foto bersama terduga Ratna Sarumpaet yang babak belur itu, tampak tersenyum! Aneh menurutku, foto tersenyum bersama wajah bengab dan teraniaya.

Referensi pihak ketiga

Demikian refleksi saya atas kabar tentang Ratna Sarumpaet dianiaya dan kejanggalan yang saya temukan. Turut berduka pada Ratna Sarumpaet, walau dukaku tak sebesar dukalu terhadap korban bencana dan tsunami di Palu, Donggala, dan Mamuju.

Bagaimana menurut Sahabat Peradaban Kasih? Benarkah ada yang tega menganiaya Ratna Sarumpaet? Apa motifnya? Semoga kasus ini diusut tuntas sehingga kebenaran ditegakkan dan keadilan diberikan kepada korban penganiayaan! Saya kira kita sepakat mengutuk si penganiaya yang jahat dan biadab itu!

Tulisan ini saya buat untuk menegakkan kebenaran dan keadilan serta demi membela siapa pun yang teraniaya! Apabila semua berita tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet ini hoax maka tulisan ini merupakan bentuk perlawanan saya terhadap hoax itu! Dalam keduanya, saya mendukung dan mendoakan agar aparat POLRI mengusut tuntas kasus ini. Salam peradaban kasih. Terima kasih. Tuhan memberkati.***

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan merdeka.com dan detik.com

Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan, 2/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3750389750298269?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.