Inspiration

Istimewa! Ajaran Mangkunegara Ini Cocok Banget Dengan Keadaan Saat Ini

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Di malam yang hening, kuteringat ajaran yang tertuang dalam Kidung Macapat Serat Wedhatama bagian pertama. Karya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV (1853-1881) ini luar biasa untuk dicerna di era milenial ini. Maknanya sangat dahsyat.

Referensi pihak ketiga

Mari kita simak bait ke-4, 5, dan 6. Begini rumusan dan terjemahannya.

04

Si pengung nora nglegewa, sangsayarda denira cacariwis, ngandhar-andhar angendukur, kandhane nora kaprah, saya elok alangka longkangipun, si wasis waskitha ngalah, ngalingi marang sipingging.

Si Dungu tak menyadari, kian menjadi dalam membual, kian tinggi bicaranya, ucapannya tak terarah, kian menyombongkan diri, si bijak mengalah, menutupi ulah si Dungu.

05

Mangkono ilmu kang nyata, sanyatane mung we reseping ati,bungah ingaran cubluk, sukeng tyas yen den ina, nora kaya si punggung anggung gumunggung, ugungan sadina dina, aja mangkono wong urip.

Demikianlah ilmu yang benar, sejatinya hanya menyenangkan hati, suka dianggap bodoh, bergembira bila dihina, tak seperti Si Dungu yang mabuk pujian, ingin dikagumi tiap hari, jangan seperti itu manusia hidup.

06

Uripe sapisan rusak, nora mulur nalare ting saluwir, kadi ta guwa kang sirung, sinerang ing maruta, gumarenggeng anggereng anggung gumrunggung, pindha padhane si mudha, prandene paksa kumaki.

Hidup sekali berantakan, nalarnya tak berkembang tercabik-cabik, seperti gua gelap yang angker, diterjang angin, bergemuruh bergema tanpa makna, seperti itulah anak muda kurang ilmu, namun sangat angkuh.

Kurasakan kebenaran warisan nubuatan Mangkunegara tersebut. Betapa hari-hari kita saat ini dipenuhi sikap dungu yang memalukan. Orang gampang saling menyerang. Tak ada yang akan menang selain yang diberi hati bijaksana dan nurani jernih suci.

Marilah kita belajar dari kearifan lokal Mangkunegara ini. Semoga peradaban kasih terwujud di antara kita. Bagaimana menurut Ucers Sahabat Peradaban Kasih?

Terima kasih membaca refleksi singkat ini. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber:

1. https: //www.google.co.id/amp/s/janaloka.wordpress.com/2012/07/05/serat-wedatama-bagian-i-tembang-pangkur/amp/ terjemahan Y. Isyana Dewa

2. https: //puromangkunegaran.com/kanjeng-gusti-pangeran-adipati-arya-mangkunegara-iv-1853-1881/

JoharT Wurlirang, 9/10/2018

Salam hormat dan doa

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2184947744231101?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.