Inspiration

Keren! Bendungan Jokowi untuk Kesejahteraan Bangsa Bersama Petani!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sebagaimana dilansir laman www.tagar.id, 28/9/2018) video berjudul “2 Musim 65 Bendungan” itu viral di media sosial dua pekan lalu. Berdurasi 3 menit 23 detik video itu menjadi viral dan dianggap kontroversial sebab dianggap iklan kampanye Jokowi karena diputar di bioskop. Tetapi benarkah itu kampanye? Ini jawabannya. 

Referensi pihak ketiga

Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai humas pemerintah, menyatakan bahwa itu bukan kampanye. Adalah tugasnya untuk menginformasikan agar rakyat dan masyarakat tahu kinerja pemerintah. Rakyat pun tahu uangnya untuk apa.

Inilah yang dikatakan Plt. Kepala Biro Humas Kemkominfo RI Ferdinandus Setu mengatakan bahwa iklan layanan kinerja pemerintah di bioskop merupakan tugas Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menjalankan tugas sebagai humas pemerintah (Goverment Public Relation) sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2015, dan Inpres No 9 Tahun 2015.”

Itulah yang ditayangkan dalam video itu. Di dalamnya berisi gambar bergerak proses pembangunan jembatan dengan keterangan teks tentang pentingnya bendungan. 

“Kekeringan dan kemarau panjang harus bisa kita atasi. Ketersediaan air adalah kunci ketahanan pangan kita. Untuk itu, pemerintah membangun banyak bendungan.”

Referensi pihak ketiga

Dalam video itu, tampillah seorang petani, namanya M Solihin (31). Ia yang sudah merasakan manfaat bendungan itu memberikan kesaksiannya dalam video tersebut tentang makna penting bendungan bagi petani. Inilah kesaksiannya.

“Menurut saya, pembangunan waduk bagi petani itu penting, Mas. Soalnya, airnya mengalir itu sesuai tepat waktu, nggak mengandalkan air hujan. Kalau dulu nggak ada waduk itu, satu tahun hanya nanam padi sekali. Kalau sekarang ada irigasi, sudah bisa dua kali, Mas. Keberadaan waduk dan irigasi, saya sangat senang, Mas. Manfaatnya sangat besar sekali. Petani-petani di sini sangat mengandalkan irigasi, Mas. Kalau ngandalin air hujan kan ya nggak bisa sesuai target, Mas. Usaha pemerintah membangun waduk itu bagus. Soalnya buat mensejahterakan petani, Mas. Ya, saya sangat berharap pada pemerintah, biar petani-petani di pelosok selain sini tuh bisa merasakan nasib seperti saya. Enakan lah, gitu loh. Pesan buat Pak Jokowi, bangun waduk yang banyak, Pak. Nanti biar petani-petani sejahtera, Pak. Dan Indonesia Raya bisa punya pangan banyak, Pak. Sukseskan ekonomi, Pak.”

Ditampilkan pula dalam video tersebut keterangan teks bahwa Pemerintahan Jokowi sudah membangun 65 bendungan; 16 pembangunan lanjutan, dan 49 pembangunan baru. Di antara 65 bendungan yang dibangun, inilah 21 nama dan lokasi bendungan itu.

1. Bendungan Gondangan, Jawa Tengah

2. Bendungan Logung, Jawa Tengah

3. Bendungan Bendo, Jawa Timur

4. Bendungan Tukul, Jawa Timur

5. Bendungan Karian, Banten

6. Bendungan Lolok, Sumatera Utara

7. Bendungan Tanju, Nusa Tenggara Barat

8. Bendungan Bintang Bano, Nusa Tenggara Barat

9. Bendungan Raknamo, Nusa Tenggara Timur

10. Bendungan Rotiklot, Nusa Tenggara Barat

11. Bendungan Karalloe, Sulawesi Selatan

12. Bendungan Passeloreng, Sulawesi Selatan

13. Bendungan Kuwil Kawangkoan, Sulawesi Utara

14. Bendungan Ladongi, Sulawesi Tenggara

15. Bendungan Tapin, Kalimantan Selatan

16. Bendungan Teritip, Kalimantan Selatan

17. Bendungan Sei Gong, Kepulauan Riau

18. Bendungan Payaseunara, Aceh

19. Bendungan Rajui, Aceh

20. Bendungan Kuningan, Jawa Barat

21. Bendungan Bajulmati, Jawa Timur

Dalam video itu juga terdengar suara Presiden Jokowi yang berkata begini:

“Tidak akan mungkin menjadi bangsa yang berdaulat di bidang pangan, kalau jumlah bendungan dan saluran irigasi yang mengairi lahan-lahan pertanian kita di seluruh penjuru Tanah Air sangat terbatas. Membangun bendungan akan menjamin produksi pangan kita di masa depan. Karena kunci ketahanan pangan adalah ketersediaan air.”

Lantas, apakah tayangan itu merupakan iklan kampanye? Inilah jawaban Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang disampaikan komisioner KPU Wahyu Setiawan, Selasa (25/9/2018).

“Itu bukan iklan kampanye. Boleh ditayangkan karena itu laporan pemerintah kepada masyarakat dan itu kewajiban pemerintah.” 

Wahyu pun menjelaskan bahwa suatu iklan bisa dikategorikan sebagai iklan kampanye apabila terdapat unsur kampanye, yakni visi-misi, program, dan atau citra diri berupa nomor urut pasangan calon, dan foto diri pasangan calon.

Referensi pihak ketiga

Dengan penjelasan itu maka, tuduhan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon bahwa tayangan itu adalah iklan kampanye tidaklah benar. Maka, permintaannya agar iklan tersebut dicopot dan tidak ditayangkan di bioskop tidak bisa dikabulkan!

Hebohnya, justru tayangan itu ternyata diunggah warganet dan jadilah viral! Ups. Kebenaran memang tak bisa diberangus dan harus diwartakan seluas-liasnya. Semua itu dibangun dalam rangka kesejahteraan bangsa melalui para petani. Lanjutkanlah menjadi berkah!

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.

Halaman Gereja Bongsari, 28/9/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3736827229688512?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.