Inspiration

Laksana Ranting Tinggal pada Pokok Anggur, Berbuah Berlimpah Ruah dalam Adorasi Abadi

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sedikitnya 600 peserta hadir dari awal hingga akhir dalam seminar Adorasi Ekaristi Abadi, di auditorium Maria Bunda Karmel, Tomang Jakarta (Sabtu, 15/9/2018). Bahkan sejak pukul 07.30 WIB, para peserta sudah berdatangan. Mereka bertahan menikmati suasana seminar hingga pukul 14.00 WIB.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Bersama Panitia Seminar Adorasi Abadi

Pada kesempatan itu, saya diminta oleh panitia untuk menjadi narasumber tunggal. Panitia mengundang dan memintaku untuk berbagi pemahaman dan pengalaman tentang Adorasi Abadi dan buahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itulah, maka saya berbagai pemahaman tentang Adorasi Abadi sebagaimana diajarkan oleh Gereja Katolik. Intinya adalah tinggal dalam Kristus dan berbuah limpah dalam kehidupan sehari-hari. Proses tinggal itu terjadi dalam keheningan yang suci, dalam sikap sembah sujud di hadirat Kristus, yang hadir dalam Sakramen Mahakudus. Keheningan itu adalah doa sebagai sumber dan puncak kehidupan beriman. Terjadi dalam gerakan yang terus-menerus tanpa henti, silih berganti.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Karena itulah, maka dibutuhkan kerja sama dan keterlibatan sinergis banyak pihak, minimal 168 orang. Jumlah 168 dihitung dari 24 jam sehari kali 7 hari. Masing-masing berjaga bakti 1 jam saja dalam seminggu, silih berganti. Begitulah cara paling sederhana keterlibatan sinergis gerakan Adorasi Abadi laksana ranting tinggal pada pokok anggur agar berbuah berlimpah ruah.

Cara ini masih bisa dikembangkan menjadi bukan hanya 24 x 7 untuk 1 pribadi. Angka dan jumlah 24 bisa diisi dengan keluarga. Maka, jadilah 24 keluarga kali 7 hari. Kalau 1 keluarga minimal terdiri dari 2 orang pasangan suami-istri, maka 24 x 2 x7 menjadi 336 pribadi terlibat dalam gerakan Adorasi Abadi.

Itu praksis teknis memulai gerakan Adorasi Abadi. Adorasi Abadi adalah gerakan doa hening bukan untuk individual melainkan juga untuk sifat sosial. Doa hening suci pribadi berbuah bagi kehidupan bersama untuk damai sejahtera umat dan masyarakat.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Itulah salah satu sisi dasar tentang Adorasi Abadi yang kusampaikan kepada para peserta. Tentu sja, masih banyak hal lain yang kusampaikan. Pokok-pokok lainnya, misalnya, bahwa Adorasi Abadi adalah jantung Gereja yang hidup. Sebagaimana detak jantung harus bergerak dan berdetak, demikianlah Adorasi Abadi. Detak jantung itu memompa seluruh dinamika kehidupan.

Begitulah cuplikan dari peristiwa seminar Adorasi Abadi di Paroki Maria Bunda Karmel Tomang Jakarta. Banyak hal detil, nyanyi bareng, tanya-jawab yang hidup karena ada banyak penanya hingga panitia kewalahan dalam mengatur waktu. Namun syukurlah, semua bisa berjalan dengan baik. Mereka bilang, semua oke dan merasa terpuaskan dari kehausan untuk mengerti tentang Adorasi Abadi. Tanggapan peserta sangat positif hingga semua hal dibawa tim saya ludes habis, yakni buku-buku yang kutulis tentang Adorasi Abadi habis tanpa sisa. Antara lain, ada Tips & Trik Adorasi Abadi, Adorasi Abadi Jantung Kehidupan, Adorasi dan Pendidikan Keluarga. Semoga bermanfaaylt bagi mereka.

Demikian, sharing ini. Semoga bermanfaat. Tera kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Maria Bunda Karmel Tomang Jakarta, 15/9/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3830879244439119?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.