Inspiration

Menghayati Jatidiri Sebagai Garam dan Terang dalam Keberagaman di UNDIP

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Jumat (14/9/2018) saya mendapat berkat diundang oleh Persekutuan Forum Umat Kristiani Universitas Diponegoro Semarang. Acara yang dimulai pukul 11.00 – 13.00 itu kusebut “Jumatan Kristiani” karena pada Hari Jumat, Umat Kristiani mengadakan doa, puji-pujian dan merenungkan firman Tuhan.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Ketika Ibu Ari Pradana, yang selama ini menjadi rekan sepelayanan di FKUB Jateng menghubungiku untuk acara rutin itu, saya sempat termangu. Termangu dalam rasa syukur. Bahkan bersama dua mahasiswa UNDIP, beliau ke Unika Soegijapranata demi hal itu. Karena beliau tidak kuat naik ke lantai empat gedung Mikael Unika Soegijapranata, maka sayalah yang turun menjumpai beliau.

Deal. Permohonan agar saya memberi renungan dalam “Jumatan Kristiani” itu saya terima dan sanggupi. Itu karena saya amat mengapresiasi inisiatif bagus tersebut.

Hampir 1 jam saya diberi kesempatan memberikan renungan. Kupilih tema “Kamu adalah garam dan terang” dari teks Mateus 5:13-16. Kamu adalah garam dunia. Jika garam menjadi tawar, dengan apakah akan diasinkan? Ia akan dibuang dan diinjak orang. Wow! Kamu adalah terang. Tak ada orang menyalakan lampu lalu disimpan di bawah kolong. Lampu harus tampak agar menyinari kegelapan. Perbuatan baik harus ditampakkan bukan untuk dipamerkan dalam kesombongan melainkan agar orang melihat perbuatanmu yamg baik lalu memuliakan Bapa!

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Bagaimana kita menghayati sebagai garam dan terang? Hayatilah tugas dan panggilanmu dengan sukacita dalam kebersamaan yang lain. Saya pun lantas membagikan pengalaman menghayati garam dan terang melalui karya-karya yang dipercayakan padaku. Karya di Unika, karya di HAK (Hubungan Antaragama dan Kepercayaan) karya jurnaliatik dan lain-lainnya menjadi kesempatan bagiku untuk menghayati jatidiri sebagai garam dan terang. Demikian juga dengan karya-karya jurnalistik. Mwnghayati jatidiri sebagai garam dan terang juga bisa kuhayati dengan menyanyi dan bermain aaksofon.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Saya pun membagikan contoh-contoh dalam menghayati jatidiri sebagai garam dan terang bersama dengan banyak sahabat lintasagama. Luar biasa antusiasme dan tanggapan para hadirin yang bahkan duduk di lantai karena Gedung Teater Fisip UNDIP tak mampu menampung semua.

Demikian. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Bandara Ahmad Yani Semarang, 14/9/2018

Sumber: refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4444331667059804?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.