Inspiration

Peringatan Asyura 10 Muharam 1440 H di Kota Semarang: Kebhinnekaan Modal Keutuhan NKRI

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Menjadi berkah bagiku sebab pada hari ini, saya bisa mengikuti peringatan Haul cucu Rasulullah Nabi Muhammad SAW, yakni Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib, 10 Muharam 1440 H (20/9/2018). Bertempat di MAC Majapahit, acara dihadiri oleh ribuan jamaah dan diselenggarakan dalam sinergi antara Yayasan Nurutsaqolain dan Pelita (Persaudaraan Lintas Agama) Semarang.

Referensi pihak ketiga

Yang unik dari peristiwa ini adalah bahwa sebelum pengajian dilaksanakan, sejumlah tokoh lintasagama diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan. Ada dari Buddha dan Katolik. Ada pula sambutan tertulis dari Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Condro Kirono MHum dan sambutan dari Wakil Wali Kota Semarang. Bahkan ada sambutan dari wakil ormas Ganaspati Semarang. Termasuk turut hadir dan memberikan sambutan adalah Dr. Tedi Kholilludin dari eLSA Semarang dan Lakpesdam PWNU Jateng.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Ustad Toha Al-Musawa

Saya diminta memberi sambutan atas nama Gereja Katolik. Saya pun bicara sesuai tema, yakni “Dengan Menjalin Kebhinnekaan Antarumat Beragama, Kita Jadikan Modal Kekuatan Guna Menjaga NKRI.” Seraya berterima kasih dan bersyukur saya menyampaikan ucapan selamat untuk penyelenggaraan peringatan Asyura ini. Semoga menjadi salah satu cara bersama mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya, tanpa diskriminasi. Kita syukuri kebersamaan yang indah ini.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr – Saya memberikan sambutan dan apresiasi positif peristiwa Haul Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib

Sedemikian bersyukurnya saya maka saya pun mengikuti rangkaian acara ini hingga tuntas. Saya menikmati pengajian yang disampaikan oleh Ustad Toha Al-Musawa dari Pekalongan. Termasuk pula narasi kisah suci gugurnya imam Husain bin Ali bin Abi Thalib dibacakan dalam suasana yang menyayat hati, saya masuk dalam suasana yang haru. Ustad KH Busyairi Ali yang membacakan Maqtal dan menceritakan kembali Peristiwa Karbala. Saat Maqtal dibacakan, terdengar suara isak tangis para hadirin dalam keharuan dan doa.

Demikian, terima kasih atas kebersamaan merawat NKRI. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Salam peradaban kasih.***

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1196130341106732?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.