Inspiration

Refleksi Terbuka 1 Tahun Melayani Campus Ministry Unika Soegijapranata. Semoga Bermanfaat!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Seiring dengan proses kaderisasi dan reorganisasi pengurus OMK Campus Ministry (Reksa Pastoral Kampus/RPK) Unika Seogijapranata Semarang, lalu program Find Heart Ministry Pelayanan Kaum Muda RPK dan Pelantikan Pengurus Ecclesia Christi sebagai Unit Ekumenis RPK (7-9/9/2018); saya pun mencoba menata kembali catatan-catatan refleksi pribadi atas tugas pelayanan yang kuemban sebagai romo RPK Unika Soegijapranata (16/6/2017 – 16/6/2018 . Berikut ini hasilnya, narasi refleksi itu. Semoga bermanfaat. Minimal bermanfaat bagiku yang membuat refleksi pribadi ini, namun tak ada yang bersifat rahasia. Itulah sebabnya, saya wartakan melalui kesempatan ini. Barangkali bisa pula bermanfaat bagi pihak-pihak terkait. Bila tidak, juga tidak apa-apa. Saya hanya ingin pula mendokumentasikannya, selain membagikan dan mewartakan hal-hal yang baik sekiranya ada yang baik. Anggap saja ini sharing atau curhat. Nggak apa-apa ta?

Referensi pihak ketiga

Pertama, saya mulai mengemban tugas pelayanan ini sejak “sertupel” (serah terima tugas pelayanan) dari Romo Yohanes Gunawan Pr per tanggal 16 Juni 2017. Saya lebih senang menggunakan istilah “sertupel” bukan “sertijab” (serah terima jabatan); sebab yang saya terima dalam tugas sebagai romo RPK bukan jabatan melainkan pelayanan. Begitulah kesadaranku sejak awal dalam menerima dan mengemban tugas ini. Itulah sebabnya, kupakai istilah “sertupel” Itulah yang kutulis dan kuwartakan bersama Om L Gora Kunjana melalui www.beritasatu.com (Jumat, 16 Juni 2017 | 22:40 WIB) kala itu. Siang hari “sertupel” malam hari berita sudah tayang di portal beritasatu.com dan investor daily id.beritasatu.com. [Sekaligus menjadi pewartaan tentang Reksa Pastoral Kampus Unika Soegijapranata Semarang secara publik. Promosi nih ye… Ya, tapi bukan promosi diri, melainkan promosi karya dan lembaga hehehe.]

Sejak itulah, saya belajar mengenal dan memahami tentang apa itu hakikat Campus Ministry menurut Ex Corde Ecclesia yakni Konstitusi Apostolik tentang Universitas Katolik oleh Paus Yohanes Paulus II (15 Agustus 1990 dan kenyataannya di Unika Soegijapranata. Upaya pengenalan itu dibantu oleh refleksi tertulis yang diwariskan oleh Romo Y Gunawan Pr, Pastor Kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata periode 2014-2017. Banyak hal yang baik dan bagus yang bisa saya pelajari dari refleksi tertulis Romo Gunawan. Saya pun mencoba melanjutkannya dengan taat dan setia seraya memberi warna sesuai dengan passion and style saya.

Kedua, karya pelayananku sebagai romo RPK mau tidak mau terwarnai pula dengan passion and style saya yang selama 10 tahun dan masih berlangsung sehingga tugas pelayanan sebagai romo Campus Ministry bukanlah satu-satunya tugas melainkan hanyalah salah satu dari tugas pokok lain yang sudah saya emban selama 10 tahun, yakni sebagai Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang. Luasan teritorialnya tak hanya sepetak kampus melainkan seluas Keuskupan Agung Semarang yang meliputi seluruh DIY dan sebagian besar Jawa Tengah. Masih ditambah dengan lima tahun terakhir (sejak 2013) sebagai wakil ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jateng, maka praktis teritorial pelayanan itu seluas Jateng-DIY. Karenanya, mengingat tugas pokok yang masih melekat itu, tidak mungkin saya hanya fokus pada urusan Reksa Pastoral Kampus semata. Apalagi, tugas di Kom HAK KAS pun bukan pelayanan sambilan dan sampingan melainkan merupakan hal pokok yang masih melekat dalam diri saya. Dalam passion and style seperti itu, saya harus berdamai dengan disposisi sebagai romo Campus Ministry yang notabene juga disebut karyawan unika (sesuai kontrak kerja di atas meterai 6000) yang harus ngantor setiap hari dari Senin-Jumat dari pukul 08.00-16.00 WIB. [Hebohnya, hehehe bukan hebatnya loh, tapi hebohnya, pada tahun 2018, tugas sebagai pelayan di Kom HAK KAS juga ditambah dengan persiapan hajatan empat tahunan, yakni Kongres Persaudaraan Sejati se-KAS yang tahun ini menjadi Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama se-KAS yang sudah dikerjakan sejak Januari secara konseptual, lalu secara praksis sejak Maret hingga Oktober, dari pra-event hingga puncak Srawung dan sesudahnya sebagai post-event. Lengkap sudah pontang-panting berbagi hati, pikiran, perhatian, dan energi.] Dua atau tiga tugas ini, bahkan masih pula sebagai pendiri, perintis dan pengembang serta penanggungjawab Karya Kerasulan Jurnalistik Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan (sejak September 2004); tentulah tidak mudah untuk didamaikan dari segi waktu.

Satu-satunya pengorbanan yang harus kunikmati adalah ketika sesudah jam ngantor masih berlanjut dengan tugas-tugas non-kampus tersebut baik tiap hari sesudah pukul 16.00 maupun hari Sabtu-Minggu seluruh waktu. Belum lagi kalau ada acara bernuansa kampus dan berlangsung sore hingga malam bersama rekan-rekan tim RPK Unika Soegijapranata. Tambah lagi, saat harus melayani umat yang membutuhkan pelayanan sakramental (Minyak Suci, Ekaristi dan Sakramen Tobat serta Perkawinan) sebab itulah tugas paling utamaku sebagai seorang imam yang tak bisa ditawar dan harus kulaksanakan dengan bahagia. Tanpa itu tak ada kebahagiaan imamat loh! Mengasyikkan bukan? Itulah indahnya pelayanan dan menjadi pelayan. Meminjam bahasa Uskup Agung Fulton J Sheen, itulah yang disebut sacerdos (et) victima yakni imam(at) (dan) kurban yang dipersembahkan para imam kepada Gereja dan Tuhan, pada umat dan masyarakat. Semoga menjadi persembahan yang berkenan bagi Tuhan, dengan segala kerapuhan dan keterbatasan serta keringkihanku ini.

Dalam konteks itulah, maka, saya mengalir saja menikmati dan menghayati tugas pelayanan itu sedapat-dapatnya dan semaksimal mungkin. Secara khusus terkait dengan pelayanan sebagai romo RPK dan karyawan kontrak Unika, saya belajar untuk tunduk taat kepada setiap pimpinan yang menjadi atasan saya. Itulah mentalitas personal yang kuhayati dalam spiritualitas ketaatan sebagai seorang imam dengan pemimpin utamaku yakni Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Dengan demikian, tugas-tugas lain juga tidak boleh saya nomor-duakan hanya demi tugas sebagai romo RPK dan karyawan kontrak Unika hahaha. Dalam disposisi itulah, maka, berikut ini merupakan selayang pandang atas setahun perjalanan sebagai romo RPK di Unika Soegijapranata.

Selayang Pandang Campus Ministry Unika Soegijapranata

Sejak “Sertupel”, kupelajari dan kuhayati, inilah selayang pandang pertama terkait dengan tugas umum sebagai romo RPK Unika Soegijapranata. Pertama-tama, RPK merupakan unit pelayanan kampus. Tujuannya untuk melayani pembinaan (reksa) kebutuhan dan pengembangan rohani di Universitas baik untuk dosen, tenaga pendidikan (tendik) dan mahasiswa. Sebagaimana selama ini dihayati, visi RPK adalah berusaha mempertegas dan memperjuangkan tegaknya nilai-nilai kristiani (cinta kasih, keadilan dan kejujuran) di kampus Unika Soegijapranata. Visi itu diwujudkan dalam misi, yakni mengembangkan paguyuban kristiani dan mengutamakan pelayanan dengan berpihak kepada yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel demi perwujudan iman yang otentik dan bertanggungjawab.

Selama satu tahun ini, saya belajar mengenal terlebih dahulu identitas RPK seturut ajaran Gereja Katolik berdasarkan pengalaman para Pastor Kepala RPK Unika Soegijapranata periode sebelumnya. Ternyata, RPK Unika Soegijapranata memiliki sejarah yang panjang yang dirintis oleh Romo Johannes Maria Pujasumarta Pr, ketika beliau bertugas sebagai Rektor Seminari Tahun Orientasi Rohani Sanjaya di Jangli (12 Juli 1990- 31 Agustus 1997). Embrio RPK ditaburkan dan tumbuh dari keprihatinan Romo Puja – kala itu, yang di kemudian hari menjadi Mgr. Johannes Maria Pujasumarta – sebagai yang diminta mengajar pendidikan religiositas di kelas. Seiring dengan itu, Romo Puja menjadi pembimbing rohani Unika Soegijapranata dan khusus untuk mahasiswa ada PRM yakni Pembinaan Rohani Mahasiswa. Itulah cikal bakal adanya RPK (Reksa Pastoral Kampus) Unika Soegijapranata Semarang.

Cikal bakal itu sesuai dengan harapan Paus Yohanes Paulus II yang menerbitkan Ex Corde Ecclesiae (ECE, 15 Agustus 1990), yakni Konstitusi Apostolik tentang Universitas Katolik yang lahir dari jantung Gereja. Saya menduga, hal inilah yang kemudian mendorong mendiang Romo Pujo untuk kemudian merintis adanya pembinaan rohani mahasiswa. Periode ini meminjam istilah yang dipergunakan oleh Romo Yohanes Gunawan Pr (Pastor Kepala Reksa Pastoral Kampus Unika Soegijapranata Semarang periode 2014-2017), yang disebut dengan periode pra-Campus Ministry. Periode CM/RPK sendiri baru resmi dimulai pada tanggal 5 Agustus 2001 seiring dengan Dies Natalis XIX Unika Soegijapranata. RPK pun hadir dengan mengambil teladan pelindung St. Theresia Avila. TIdak diketahui persis mengapa dan sejak kapan, nama St. Theresia Avila dihubungkan dengan Reksa Pastoral Kampus. Dugaan saya, nama St. Theresia Avila muncul pada periode RPK 2005-2006, ketika para Suster Carmelite Misionaries (CM) mulai terlibat dalam pelayanan RPK. Itulah sebabnya, muncul nama St. Theresia Avila. Itu dugaan saya loh. Barangkali ada pembaca yang tahu persis jawabannya; dengan bahagia saya akan menerimanya. Namun itulah bagian dari sejarah RPK Unika Soegijapranata. Tampaknya semangat St. Theresia Avila yang memiliki kepercayaan yang besar akan kasih penyelenggaraan Tuhan menjadi semangat RPK Unika Soegijapranata. St. Theresia Avila memiliki ungkapan terkena, yakni solo Dios basta, Tuhan saja cukuplah!

Dengan semangat St. Theresia Avila tersebut, RPK Unika Soegijapranata menghayati dan mengembangkan spiritualitas “Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (Mateus 5:16). Itulah spiritualitas RPK yang laksana pelita, terbakar luluh agar menghasilkan dan memancarkan cahaya dalam kegelapan.

Refleksi saya tentang ini. Mengacu pada realitas bahwa RPK Unika Soegijapranata resmi ada pada tanggal 5 Agustus 2001 seiring dengan Dies Natalis XIX Unika Soegijapranata; berarti, HUT RKP Soegijapranata adalah tanggal 5 Agustus. So, tahun 2018 adalah usia sweet-seventeen RPK Soegijapranata. Namun entah mengapa, perayaan HUT-nya justru dilaksanakan pada Pesta Nama Pelindung St. Theresia Avila, yakni tanggal 15 Oktober. Kalau mau dibuat lebih asyik, sekalian menambah aktivitas dan kegiatan RPK Soegijapranata, maka buat saja dua kali perayaan. Pertama, tanggal 5 Agustus sebagai HUT RPK Unika Soegijapranata, lalu tanggal 15 Oktober sebagai Pesta Nama Pelindung RPK Unika Soegijapranata.

Tugas Pelayanan Umum dan Kegiatan RPK Unika Soegijapranata

Secara umum, tugas RPK tampak dalam kegiatan pelayanan yang dilaksanakan di Unika Soegijapranata Semarang. Tugas umum dalam kegaitan itu sedikitnya terdiri dari lima bagian yakni sebagai berikut (sebagaimana tercantum dalam booklet profil Campus Ministry Unika Soegijapranata, 2014-2017). (1) Mengkoordinir pelayanan rohani kampus yakni retret, gladi rohani, rekoleksi dosen dan karyawan. (2) Mengadakan pelayanan-pelayanan sakramen, katekumenat, dan liturgi peribadatan di kampus. (3) Melayani konseling dan pembinaan rohani di kampus untuk dosen, tendik dan mahasiswa. (4) Membina pengembangan dan evaluasi nilai-nilai kristiani di Universitas. (5) Menaungi unit-unit paguyuban pelayanan untuk mahasiswa yang terdiri dari OMK (Orang Muda Katolik), PPA (Putra-Putri Altar), PKM (Pelayanan Kaum Muda, History Maker (HM) dan Ecclesia Christi (EC). Dua terakhir merupakan paguyuban ekumenis untuk mahasiswa Kristen dari berbagai denominasi.

Rincian Khusus Tugas Pelayanan RPK Periode 2017-2018

Tugas umum dan kegiatan tersebut, sepanjang tahun ajaran 2017-2018, teraplikasikan dalam pengembangan pelayanan sebagai berikut.

(1) Tugas mengkoordinir pelayanan rohani kampus melalui retret, gladi rohani, rekoleksi dosen dan karyawanTugas ini sejauh tampak dalam programasi yang saya lanjutkan dengan RAPB yang sudah jadi dan tinggal melaksanakannya, terdiri dari hal-hal sebagai berikut. Retret dengan subyek mahasiswa dilaksanakan dalam kebersamaan dengan lintas-RPK bekerjasama dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Sekolah Tinggi Politeknik St. Paulus Surakarta. Semula Theresiana Semarang akan bergabung namun dalam perjalanan waktu mengundurkan diri karena bersamaan dengan jadwal lain. Retret dilaksanakan di Wisma Salam, 11-13 Mei 2018; peserta mahasiswa yang berminat. Jumlah peserta 38 orang. Gladi Rohani untuk mahasiswa dilaksanakan di Kulon Progo, 13-15 April dengan peserta 29 orang (plus panitia 15 orang, total sebanyak 44 orang). Tahun 2017-2018 tidak diagendakan retret dan rekoleksi untuk dosen dan karyawan. Seminggu menjelang Gladi Rohani, tim pengurus RPK yang menjadi penyelenggara dan pelaksana Gladi Rohani mengadakan rekoleksi week-end di Pastoran (14-15 April 2018), sebanyak 15 orang. Terkait dengan retret atau rekoleksi bagi dosen dan tendik, saya sendiri sudah berbicara dengan Bapak V Suroto, Kepala LPSDM dan akan diprogramkan untuk periode 2008-2019. Semoga terwujud.

(2) Mengadakan pelayanan-pelayanan sakramen, katekumenat, dan liturgi peribadatan di kampus. Terkait dengan tugas ini, beberapa hal bisa saya refleksikan sebagai berikut.

[a] Misa Hari Jumat. Pada awalnya, sebagaimana tahun-tahun periode sebelumnya, tugas pelayanan sakramental dilaksanakan setiap hari Jumat. Itulah tradisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun, selalu mempersembahkan Perayaan Ekaristi di Kapel Unika Soegijapranata, pada hari Jumat, pukul 12.00. Terkait dengan tugas ini, saya menawarkan suasana baru. Ada variasi ekspresi liturgi hari Jumat. Hari Jumat Pertama yang ditandai Misa dan Adorasi, saya tambah dengan Prosesi Sakramen Mahakudus barang lima menit saja kurang lebihnya. Misa Jumat II diintensikan untuk Misa dalam sinergi dengan kerasulan jurnalistik, maka Misa terbuka untuk para jurnalis Katolik di Semarang yang berkenan ikut serta. Misa Jumat III dilaksanakan dalam bahasa Inggris. Selebihnya, seperti biasa. Khusus pada Hari Jumat, sebelum Misa, umat diajak menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai penghayatan sederhana spirit Mgr. Albertus Soegijapranata 100% Katolik, 100% Indonesia. Masih terkait dengan pelayanan Sakramental, khususnya Sakramen Tobat, waktu saya sediakan pada hari Jumat ini, sesudah Misa. Siapa saja yang membutuhkan saya layani dengan sukacita. Selain hari Jumat, tentu saja, dari Hari Senin-Kamis, saya pun menyediakan waktu untuk kepentingan pelayanan Sakramen Tobat bagi siapa saja yang membutuhkannya. Pelayanan Sakramen Tobat juga tersedia dan banyak yang menanggapi pada Masa Adven dan Prapaskah. Selain pelayanan Sakramen Ekaristi di Kapel Unika, juga diselenggarakan pelayanan Ekaristi di Pusara Makam Mgr. Albertus Soegijapranata dalam rangka Dies Natalis Unika Seogijapranata.

[b] Misa Harian Senin-Kamis. Dalam rangka intensitas tugas melayani kehidupan sakramental, yang menurut ECE 39 harus merupakan aktivitas harian bersumber pada Ekaristi sebagai Ibadata komunitas yang sempurna, maka, sejak tanggal 18 Desember 2017, saya menawarkan Perayaan Ekaristi Harian di Kapel Unika, pada hari Senin-Jumat. Syukur kepada Allah, Misa Hari Jumat sudah ada sebelumnya, saya hanya menambahkan dan meningkatkan intensitas mulai hari Senin hingga Kamis pada pukul 12.00 – 21.30 (setengah jam saja kurang lebihnya). Dengan demikian, harapan Paus Yohanes Paulus II melalui ECE 39 agar Ekaristi menjadi pelayanan harian dapat terwujud pada hari Senin-Jumat di Kampus pukul 12.00 – selesai. Misa Senin-Kamis rerata berlangsung 30 menit saja, sejauh tidak libur. Ternyata, justru pada kesempatan ini, sesudah Misa masih pula ada yang memanfaatkan untuk menerima Sakramen Tobat. Syukur kepada Allah.

[c] Misa Pesta Nama Gedung. Selain pendampingan dan pelayanan Ekaristi harian, juga saya tawarkan kesempatan pelayanan Sakramental pada Pesta Nama Pelindung Gedung. Hal ini saya tawarkan kepada para koordinator gedung. Yang sudah memanfaatkan kesempatan ini adalah Koordinator Gedung Thomas Aquinas dan Gedung Richardus. Terima kasih bagi yang memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Yang belum memanfaatkan, kesempatan selalu terbuka sesuai dengan hari dan tanggal pesta nama gedung yang bersangkutan. Apabila hari dan tanggal yang terkait bersamaan dengan hari Sabtu-Minggu atau hari libur lainnya, maka kesempatan bisa dilakukan sesudah tanggal terkait. Tidak harus selalu bertepatan pada hari pesta yang terkait. Berikut adalah tanggal-tanggal Pesta Nama Pelindung Gedung yang menjadi bagian dari Kampus Unika Soegijapranata. Albertus, Uskup dan Pujangga Gereja, tanggal Pesta 15 November; Antonius, Uskup dan Pengaku Iman, tanggal Pesta 10 Mei; Mikael, Malaekat Agung, tanggal Pesta 29 September; Richardus, Uskup dan Pengaku Iman, tanggal Pesta 3 April; Thomas Aquinas, Imam dan Pujangga Gereja, tanggal Pesta 28 Januari; Yustinus Martir, tanggal Pesta 1 Juni (karena tgl 1 Pasti Libur Harlah Pancasila maka pesta nama diundur tgl 2 atau sesuai kesepakatan). Khusus untuk Gedung Henricus Constant, hingga refleksi ini saya tulis, belum saya temukan riwayat dan tanggal pesta Henricus Constat. (Barangkali ada pembaca yang mengetahuinya, dengan sukacita saya akan memperhatikannya dan terima kasih.).

[d] Katekumenat. Terkait dengan pelayanan bagi katekumen dan proses katekumenat, hal ini saya percayakan kepada Sr. Elsa CM sebagai Sekretaris RPK Unika Soegijapranata. Tentu saja, saya tetap memberi perhatian dan kesempatan bagi yang bersangkutan untuk berbicara, bertanya, dan berdiskusi dengan saya. Termasuk peneguhan terakhir sebelum pembaptisan. Proses pembaptisan saya kembali ke paroki terkait sejauh katekumen sudah membuat koordinasi sejak awal proses katekumenat.

[e] Persekutuan per Gedung. Selain dalam pelayanan Sakramen Ekaristi, dinamika kerohanian di masing-masing gedung juga terjadi melalui fakta ini. Terjadi persekutuan paguyuban per gedung dalam rangka pendalaman tema Adven. Mereka mendalami bahan yang disiapkan oleh Kom Kateketik KAS sebagai bahan untuk pertemuan, dan pendalaman serta sharing iman. Ini bagus! Kecuali itu, secara periodik, per gedung juga mendapat kesempatan terlibat sinergis dalam tugas koor di Kapel Unika atau pada kesempatan Refleksi Karya dan Perayaan Ekaristi bersama sebagai Universitas (misalnya dalam rangka perayaan Natal atau pada saat Misa di Pusara Makam Mgr. Albertus Soegijapranata).

[f] Sakramen Tobat. Sebagaimana sudah saya sebutkan, pelayanan Sakramen Tobat pada prinsip bisa dilayani setiap saat sejauh dibutuhkan. Bisa di ruang romo RPK, bisa pula di sakristi. Yang paling banyak dimanfaatkan adalah para hari Jumat, pada masa Adven dan Prapaskah. Pada masa Adven dan Prapaskah, rerata dari Senin-Jumat, saya standby melayani penerimaan Sakramen antara 1 hingga 2 jam di sakristi, sesudah Misa Harian.

[g] Konseling dan Bimbingan Rohani. Waktu konseling dan bimbingan rohani terbuka setiap hari dalam rentang pukul 08.00 – 16.00 WIB, sesuai kebutuhan. Prinsipnya, selagi saya berada di ruangan, siapa pun saya terima dengan sukacita (karyawan, dosen, mahasiswa, dan orangtua mahasiswa) yang membutuhkan konseling dan bimbingan rohani. Sering terjadi pula bahwa pihak-pihak terkait menghubungi melalui pesan WA atau Line untuk janjian mencari waktu yang baik untuk berjumpa di kantor/ruangan RPK di Gedung Mikael Lt. 4.

[h] Doa Jalan Salib. Selama masa Prapaskah, RPK Unika Soegijapranata menyelenggarakan doa jalan salib di Kapel Unika. Jalan Salib dimulai pukul 11.00 dan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Jumat. Kesempatan ini terbuka untuk semua anggota sivitas akademika. Namun praktiknya, tak banyak yang terlibat. Semoga mereka melakukannya di Paroki masing-masing. Itu positive thinking saya.

[i] Rosario Suci. Pada bulan Oktober dan Mei, diselenggarakan Doa Rosario bersama. Sebelumnya, doa rosario suci dilaksanakan di ruangan RPK di Gedung Mikael Lt. 4. Sejak ada Misa Harian di Kapel, maka doa rosario suci dilaksanakan di Kapel pada pukul 11.30 WIB dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Harian.

Hal-Hal Praktis Awal di Tahun Pertama

(1) Mendampingi Ecclesia Christi. Sudah saya sebutkan, terkait dengan kerohanian mahasiswa, RPK Unika memiliki unit-unit karya pendampingan yakni OMK, PKM, PPA, EC dan HM. Nah, dalam setahun pertama saya di Unika bertugas sebagai romo RPK, empat hari sesudah “sertupel”, saya mendampingi, melantik dan meneguhkan Pengurus KMK “Ecclesia Christi” Unika Soegijapranata 2017-2018 di Ruang LPPM Gedung St. Mikael Lt. 4 (Selasa, 20/6/2017). Mereka adalah Andre (Ketua), Randy (Sekretaris), Yuli (Bendahara), Mareta, Je, Eca (Sie Acara), Okta (Publikasi), Alvido (Sie Doa). “Ecclesia Christi” (EC) merupakan salah satu komunitas mahasiswa-mahasiswi yang beragama Kristen dari berbagai denominasi yang tergabung dalam Reksa Pastoral Mahasiswa (Campus ministry) Unika Soegijapranata. Antara lain, mereka adalah anggota Gereja Kristen Jawa, Gereja Kristen Indonesia, Gereja Isa Almasih, GKT, GPID, dan GBI. Selain EC, komunitas Kristen yang menjadi bagian dari RPK Unika Soegijapranata ada juga HM, yakni History Maker, yang menampung mahasiswa yang beragama Kristen, apa pun denominasinya.

(2) Pada kesempatan (Pra)-PTMB, romo RPK masuk dalam kepanitiaan. Mulai TA 2017-2018, saya mengusulkan agar sesi Religion Time dipersiapkan secara khusus dengan melibatkan tokoh-tokoh lintas agama sesuai dengan agama masing-masing mahasiswa baru. Yang beragama Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, dan Kristen dilayani oleh tokoh agama Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, dan Kristen yang berjiwa nasionalis. Ini sesuai dengan spirit Mgr. Albertus Soegijapranata 100% Katolik, 100% Indonesia yang dalam konteks zaman now bisa dikembangkan menjadi 100% religius apa p[un agamanya, 100% nasionalis, apa pun kebangsaannya. Sebagai romo RPK, saya mengkoordinir Religion Time dengan paradigma baru tersebut. Syukur kepada Allah, WR I kala itu, Dr Augustina menerima gagasan tersebut dan mendukungnya. Begitulah, awal yang baik itu akan dan harus dilanjutkan pada tahun-tahun selanjutnya. Dengan paradigma religion time seperti itu, saya berharap bahwa visi Mgr. Albertus Soegijapranata 100% Katolik, 100% Indonesia sekarang ini dapat dihayati dihayati dalam konteks NKRI yang multikultur dan multireligius. Dalam konteks Rencana Induk KAS (RIKAS), visi itu dapat diimplementasikan dalam peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera,bermartabat dan beriman, apa pun agamanya.

(3) Kunjungan Perkenalan dan Sapaan Awal. Pada minggu kedua menjalankan tugas pelayanan sebagai Kepala Reksa Pastoral Kampus (RPK – Campus ministry) Unika Soegijapranata Semarang, saya melakukan kunjungan, perkenalan dan sapaan kepada sejumlah Dekan, Staf Dosen dan Karyawati-Karyawan di masing-masing Gedung Kampus. Sejauh yang bersangkutan pas ada di ruangan maka, semua satu per satu saya sapa sambil memperkenalkan diri. Komplit seluruh gedung terlaksana dalam sehari, dari Gedung Yustinus, Albertus, St. Thomas Aquinas, Mikael, Antonius, dan Henricus Constant. Itu seluruh gedung yang berada di kompleks kampus Bendan Dhuwur. Masih ada satu gedung yang ada di Jalan Menteri Supeno, yakni Gedung Richardus, yang menjadi pusat untuk Centre Language Training (CLT).

(4) Perkenalan dengan Tim RPK. Pada tanggal 11/7/2017, saya melanjutkan berkenalan dengan para pengurus Tim Campus Ministry di pendopo Training Centre Unika Soegijapranata. Perkenalan dengan Tim yang terdiri dari pribadi-pribadi yang terlibat dalam Tim RKP (CM) Unika Soegijapranata, yakni dengan Sr. Elsa CM, Hermawan Hengwi Pancasiwi dan Pak Yoso (koster). Perkenalan juga dilakukan dengan seluruh pengurus unit RPK mulai dari PKM, PPA, OMK, EC, dan HM. Berdasarkan sharing dan informasi Pak Hengwi yang pernah menjadi caretaker RPK sesudah masa Romo Yumarma, saya mengetahui bahwa RPK diharapkan mampu menjangkau semakin banyak mahasiswa, karyawan, staf dan dosen dalam kerjasama dengan Rektor dan Tim Rektorat Universitas.

(5) Revitalisasi Pancasila UKP-PIP dan KWI. Bersama dengan Tim The Soegijapranata Institute dan Prof Dr Y Budi Widianarko MSc, mempersiapkan materi Revitalisasi Pancasila atas permintaan dari KWI untuk disampaikan kepada UKP-PIP dan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo. Proses persiapan dilakukan di Unika Soegijapranata Semarang dan penyampaian materi dilaksanakan di Gedung Yustinus Lt. 15 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jl. Jend. Sudirman No. 51 Jakarta. Secara teknis, kami berangkat bersama Tim TSI (dalam hal ini diwakili oleh Theo Soedimin dan saya) yang berangkat ke Jakarta bersama Prof Dr Y Budi Widianarko MSc.

(6) Ikut ASEACCU XXV di Bangkok. Atas kebaikan dan kemurahan hati Rektor Unika Prof Dr Y Budi Widianarko MSc serta Prof Dr F Ridwan Sanjaya MSIEC, saya mendapat kesempatan atas nama RPK Unika mengikuti pertemuan ASEACCU ke-25 di Assumption University of Thaliand di Bangkok, 21-27 Agustus 2017. Ini menjadi pengalaman yang berharga dalam mengenal dan memahami serta mendalami tugas pelayanan RPK dalam perspektif Asia dan Australia. Sharing pengalaman para pelayan RPK di berbagai Universitas dan Perguruan Tinggi tingkat di Asia dan Australia membuka perspektif dalam diri saya tentang peranan penting RPK bagi Universitas Katolik. Sumbernya adalah Ex Corde Ecclesiae, yakni Konstitusi Apostolik tentang Universitas Katolik yang diterbitkan Paus Yohanes Paulus II, 15 Agustus 1990. Syukur kepada Allah, pengalaman itu mencerahkan saya tentang RPK dalam konteks regional bahkan internasional, tak hanya dalam konteks lokal. Ternyata, di Universitas dan PT Katolik tingkat regional maupun internasional, peranan RPK begitu istimewa dan penting dan memberi pengaruh yang sangat signifikan bagi Unika dan PT Katolik. Bahkan, RPK menjadi kunci kehidupan dan pelayanan rohani bagi sivitas akademika, persis yang diajarkan ECE. Saya pun mulai bertanya: Bagaimana dengan Unika Soegijapranata Semarang? Itulah yang baru terjawab sejak tanggal 18 Desember 2017, saat saya memulai menawarkan Ekaristi Harian di Kampus, sementara di tempat lain sudah berjalan sejak lama. Hal baru ini, yang saya mulai dan tawarkan untuk Unika Soegijapranata dalam rangka RPK, walau tanggapannya belum menggembirakan. Masih tampak sepi bahkan cenderung apatis! Semoga saya salah dalam mengatakan hal ini. Saya senang kalau saya salah dalam hal ini.

(7) Persiapan & Moderator Kuliah Umum Pancasila. Pada bulan Oktober, saya bersyukur boleh turut mempersiapkan Kuliah Umum Pancasila saat Unika Soegijapranata mengundang Yudi Latief dan Tim UKP-PIP! Pada kesempatan itu, saya juga bersinergi dengan Tim Pancasila dari Presiden Musikindo Yogyakarta, Sdr. Yunan Helmi dan kawan-kawan.

(8) Soegijapranata Memorial Lecture. Romo RPK di Unika Soegijapranata secara ex officio juga merupakan anggota The Soegijapranata Institute (TSI); karenanya, romo RPK juga terlibat dalam rangka perumusan tema karya tahunan, SML (Soegijapranata Memorial Lecture), dan Refleksi Karya. Dalam dua hal ini, atas nama RPK, saya turut ambil bagian secara aktif dalam rangka pengembangan tema karya melalui Kuliah Umum Pancasila dan SML, bukan hanya dalam rangka menghubungi narasumber, melainkan juga menjadi bagian dari proses kuliah umum (sebagai moderator) dan SML (menggantikan narasumber lain yang berhalangan dan tidak bisa menjadi narasumber SML bersama Kang Mohamad Sobary).

(9) Career Formation. Romo RPK juga terlibat dalam proses Career Formation bagi dosen dan tendik baru dengan spesialisasi menyampaikan materi yang bersumber dari Ex Corde Ecclesiae. Dalam hal ini, CF dilaksanakan di Wisma Elika, 17-18 Mei 2018.

(10) Rapat TSI. Sebagai anggota TSI, saya – apabila tidak berbenturan dengan jadwal dan tugas lain dalam rangka Kom HAK KAS – selalu mengikuti rapat yang biasanya dilaksanakan pada hari Jumat, pada pukul 13.30 – 15.00 (kurang lebihnya). Rapat diselenggarakan kadang di Gedung Thomas Aquinas, kadang di Pastoran JoharT Wurlirang.

(11) Bulan Kitab Suci Nasional. Dalam rangka September sebagai bulan Kitab Suci, RPK mengadakan aneka perlombaan terkait dengan Kitab Suci. Satu kesempatan bersama mendalami tema Bulan Kitab Suci Nasional di Kapel Ignatius Unika Soegijapranata, walau tidak banyak diikuti oleh mahasiswa. Tampaknya, untuk hal yang demikian, tidaklah memberi daya tarik untuk para mahasiswa. Atau, barangkali kemasan harus dibuat dengan berbeda dan lebih heboh. Belum ada pemikiran kreatif dari saya tentang hal ini. Mengalir saja.

Partisipasi Sinergi Kebangsaan dalam Keberagaman

Sebagaimana sudah saya sebutkan pada awal; selain tugas pelayanan saya sebagai romo RPK Unika Soegijapranata saya juga mengemban tugas pelayanan sebagai Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semaran (sejak Mei 2008), dan sebagai Wakil Ketua FKUB Provinsi Jawa Tengah (sejak 2013). Mau tidak mau, tugas pelayanan tersebut saling memberi warna. Terutama, RPK pun diwarnai oleh semangat kebangsaan dalam keberagaman. Hal ini tidak saling berlawanan melainkan saling bersinergi secara partisipatif. Memang, untuk kawan-kawan mahasiswa tidak mudah. Kadang berbenturan dengan waktu dan jadwal kuliah. Namun, beberapa hal positif terjadi dan saya syukuri.

(1) Natalan Ekumenis Kota Semarang. Dalam enam tahun terakhir, Pemkot Semarang memberi ruang bagi terselenggaranya Natalan Ekumenis Umat Kristiani Kota Semarang. Sedikitnya, rerata, Natalan Ekumenis Kota Semarang diikuti oleh 15.000 umat Kristiani dari berbagai denominasi. Keterlibtan RPK dalam rangka ini pastilah sangat bermanfaat. Panitia sangat terbuka memberi ruang, misalnya dalam rangka koor gabungan yang beranggotakan 1000 orang dari semua unsur Kristiani, termasuk mahasiswa. Natalan Ekumenis Kota Semarang selalu dilaksanakan pada bulan Januari. Natalan dilaksanakan di Gereja JKI Holy Stadium Marina Semarang.

(2) Karnaval Paskahan Ekumenis Kota Semarang. Di samping, Natal, Pemkot Semarang, dalam hal ini Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, juga memberi ruang bagi terselenggaranya karnaval Paskahan Ekumenis Kota Semarang. Rerata, peserta yang terlibat dalam karnaval Paskahan Kota Semarang adalah 10.000 orang. Puji Tuhan, bahwa baik dalam rangka Natal maupun Paskah Ekumenis Kota Semarang, RPK Unika Soegijapranata bisa turut terlibat di dalamnya, baik secara per orangan, maupun atas nama RPK Unika Soegijapranata. Karnaval dilangsungkan dari Kota Lama menuju halaman Pemkot Semarang, bulan April 2018.

(3) Pameran Lukisan Perdamaian Palestina Kerukunan Kita. PRK Unika juga terlibat dalam penyelenggaraan Pameran Lukisan Perdamaian Palestina Kerukunan Kita dalam sinergi dengan Komisi HAK KAS dan para seniman Jawa Tengah dan sekitarnya. Pameran ini juga ditempatkan dalam rangka Pra-Srawung Persaudaraan Sejati Lintas Agama KAS di tingkat Kevikepan Semarang. Tempat pameran di Pastoran Johannes Maria Unika, tanggal 21-25 Maret 2018.

(4) Penyelenggara Bersama Sahur Ibu Shinta Nuriyah Wahid. RPK juga terlibat langsung dalam penyelenggaraan Sahur Bersama Ibu Shinta Nuriyah Wahid dalam sinergi dengan Kom HAK KAS, Pelita, dan Gus Durian Semarang di Pastoran Johannes Maria Unika, tanggal 25 Mei 2018. Partisipasi sinergis dengan banyak komunitas tentu saja membuat RPK Unika Soegijapranata dapat menghayati semangat kebangsaan dalam keberagaman bukan hanya di kelas, tetapi juga dalam dinamika hidup bersama di tengah masyarakat.

(5) Panitia dan Pelaksana Panorama Mural Pancasila Merti Bumi NKRI. RPK juga terlibat sinergis dalam penyelenggaraan Panorama Mural Pancasila Merti Bumi NKRI yang diselenggarakan Kom HAK KAS dan para Seniman Semarang. Tempat di Pastoran Johannes Maria Unika dan sungai Tinjomoyo. Saat itulah, Hymne Soegijapranata bergema di tepi Sungai Kaligarang kawasan Tinjomoyo diiringi kemercik aliran sungai sambil menaburkan 5000 benih ikan Nila, sesudah pawai jalan kaki dari Pastoran menuju Sungai Kaligarang kawasan Tinjomoyo.

(6) Silaturahmi Ponpes di Demak dan Ketileng. Bersama unsur RPK, turut menghadiri acara Baiat Pengurus Ansor dan Banser PWNU Jateng di Demak dan Haul Abah Syekh di Ponpes Salafiyah Ah-Zuhri Ketileng.

(7) Srawung Seniman dan Budayawan serta Srawung Anak Bangsa. RPK turut memberi warna kehadiran dalam rangka Srawung Seniman dan Budayawan di Kabupaten Ungaran, serta Srawung Anak Bangsa di Yogyakarta pada bulan Juli 2017.

Lain-Lain dan Harapan

Selain tugas-tugas pokok terkait dengan reksa pastoral kampus yang bersifat rohani, masih ada beberapa hal yang bisa saya sebutkan sebagai bagian dari refleksi atas realitas yang terjadi.

(1) Mengajar Religiositas. Pada semester ganjir Tahun Ajaran 2017-2018; saya masih menerima tugas untuk mengajar di kelas dengan mata kuliah pendidikan religiositas. Dua kelas untuk Psikologi, satu kelas untuk Manajemen Unggulan. Setelah mempertimbangkan fokus tugas RPK yang ternyata sangat padat dan banyak, kalau mau dilaksanakan dengan serius, maka, saya memutuskan dan memohon untuk tidak usah mengajar kepada kepala MKU. Syukur kepada Allah, permohonan saya dikabulkan. Maka, per semester genap 2017-2018 hingga saat ini, saya tidak perlu mengajar lagi dengan tujuan untuk lebih fokus pada tugas RPK yang dalam banyak hal masih harus berbenah dan berjuang dalam rangka mewujudkan pesan Ex Corde Ecclesiae.

(2) Mengajar Etika Moral Hidup. Saya juga diminta membantu mengajar program S-2 Hukum Kesehatan dengan konsentrasi mata ajaran Etika Moral Hidup dalam Perspektif Ajaran Gereja Katolik. Sejauh diminta, untuk tugas ini masih saya jalankan dan terima, sebab dilaksanakan pada sore hingga malam, atau pada hari Sabtu; di luar jadwal RPK.

(3) LKTD dan LKTL. Sebagai romo RPK Unika Soegijapranata, saya juga membantu memberi materi dan pendampingan dalam rangka Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar dan Latihan Kepemimpinan Tingkat Lanjut yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB). Dua kali dalam LKTD di Arhanudse dan sekali LKTL di Wisma Wijaya Kusuma Kopeng. Dalam keduanya, saya diminta berbicara tentang spiritualitas Mgr. Albertus Soegijapranata yang menjadi patron Unika Seogijapranata Semarang.

(4) Anggota Komisi Etik Ad Hoc. Romo RPK Unika Soegijapranata juga mendapat tambahan tugas menjadi anggota Komisi Etik Ad Hoc dalam kasus reksa pastoral moral dan iman terkait dengan persoalan tertentu. Pada Tahun Ajaran 2017-2018, tugas itu terjadi sejuak tanggal 4 April 2018 – 28 September 2018; awal Tahun Ajaran Baru 2018-2019. Tugas ini tidak mudah. Semoga tidak perlu lagi ke depan ada Komisi Etik Ad Hoc sebagai pertanda bahwa segala sesuatunya berjalan dengan baik untuk sivitas akademika Unika Soegijapranata Semarang.

(5) Harapan. Membaca refleksi ini, tampaklah betapa tugas romo RPK Unika Soegijapranata Semarang ternyata sangat banyak dan menyangkut semua pihak yang menjadi bagian dari sivitas akademika Unika Soegijapranata. Dari sangat banyak hal itu, satu hal saja yang sebetulnya menjadi harapan saya. Harapan itu terkait dengan pelayanan rohani harian sesuai dengan ECE 39. Alangkah indahnya, bila, pada pukul 12.00 – 13.00 WIB dari Senin-Jumat, semua warga Unika Soegijapranata diberi kesempatan untuk jeda beristirahat. Istilahnya bisa meminjam istilah dalam jadwal acara bersama yang melibatkan umat Islam yakni ISHOMA (Isitirah, Sholat dan Makan Siang). Artinya, dalam rentang satu jam itu, biarlah semua pihak mengambil saat beristirahat agar bisa juga menjalankan ibadat sesuai dengan agama masing-masing sesuai dengan ECE 39. Apabila hal ini bisa dijalankan, alangkah indahnya. Jangan ada jadwal kuliah. Para dosen atau mahasiswa atau karyawan yang mau beribadat sesuai agama masing-masing mendapat ruang. Kalau mau istirahat dan makan siang juga dipersilahkan. Kalau mau membaca atau koreksi atau persiapan hal lain juga bagus. Tapi waktunya jelas, tiap hari pukul 12.00-13.00 WIB saat untuk ISHOMA dalam konteks Universitas Katolik Soegijapranata. Saya yakin, waktu satu jam untuk istirahat dan ibadat itu akan menjadi berkat yang berlimpah bagi Unika Soegijapranata dan siapa saja yang terkait dengannya.

´╗┐Demikianlah, yang bisa saya sampaikan sebagai narasi reflektif atau refleksi naratif dalam tugas pelayanan selama satu tahun sebagai romo RPK Unika Seogijapranata. Mohon maaf untuk segala kekurangan dan keterbatasan serta kesalahan saya. Semoga refleksi ini bermanfaat bagi siapa saja yang memerlukannya. Terima kasih kepada semua pihak yang selama satu tahun berlalu bersinergi dan bekerjasama dalam rangka Reksa Pastoral Kampus. Tak terlupakan, rekan-rekan tim dan pengurus RPK dengan segala unitnya. Kalian semua hebaaaat dan telah menjadi guru bagiku!

Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam Peradaban Kasih.***

JoharT Wurlirang-Kampus Ungu Unika Seogijapranata, 17/9/2018

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan catatan-catatan harian pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2581731510981172?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.