Inspiration

Sehebat Apa Pun, Tanpa Kasih, Sia-Sia Sebab Kasih Yang Utama. Mari Menjadi Pelaku Kasih!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Di tengah mudahnya siapa saja terpancing mengucapkan ujaran dan melakukan tindakan kebencian dan dendam, baiklah kita sadari betapa kasih itu merupakan hal utama dalam kehidupan kita bersama, apa pun agama dan kepercayaan kita. Sehebat apa pun, tanpa kasih, segalanya adalah sia-sia. Mengapa? Sebab yang paling utama adalah kasih!

Referensi pihak ketiga

Mari kita resapkan nasihat St. Paulus dalam Surat Pertamanya kepada Jemaat di Korintus ini. Seperti apa nasihatnya? Mari kita simak kutipan berikut ini.

“Saudara-saudara, berusahalah memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. Sekalipun aku dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan malaikat, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku seperti gong yang bergaung atau canang yang gemerincing. Sekali pun aku mempunyai karunia bernubuat dan aku tahu segala rahasia serta memiliki seluruh pengetahuan; sekalipun aku memiliki iman sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.”

Bagi St. Paulus, kasih adalah hal yang utama. Kalau Allah adalah kasih maka Allah itu paling utama dalam hidup kita. Tanpa Allah berarti tanpa kasih berarti hampa tak berguna! 

Referensi pihak ketiga

Lalu, apa itu kasih? Kasih bukan teori tetapi praksis. Maka St. Paulus bilang sebagaimana tampak dalam kutipan berikut ini. Mari kita simak.

“Kasih itu sabar, murah hati, dan tidak cemburu. Kasih tidak memegahkan diri, tidak sombong dan tidak bertindak kurang sopan. Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak cepat marah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih tidak bersukacita atas kelaliman, tetapi atas kebenaran. Kasih menutupi segala sesuatu, percaya akan segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.”

Semoga kita semua dimampukan untuk menjadi pelaku-pelaku kasih sejati. Dengan demikian hidup kita pun akan diberkati dan kita menjadi berkat satu terhadap yang lain. Bagaimana menurut pendapat Sahabat Peradaban Kasih?

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 19/9/2018

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan renungan harianku sendiri terinspirasi dari 1Kor 12:31-13:13

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/314494970588278?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.