Inspiration

Sungguh! Karena Sudah Minta Maaf, Maka, Saya Harus Memaafkan Ratna Sarumpaet!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sebagaimana diberitakan, khususnya melalui AKURAT.CO yang menjadi acuan refleksi ini; Ratna Sarumpaet akhirnya mengakui telah melakukan kebohongan dengan mengatakan menjadi korban pemukulan di Bandung, Jawa Barat. Padahal, kenyataannya tidak begitu.

Referensi pihak ketiga

Sejujurnya, saya termasuk pribadi yang sudah sejak awal meragukan berita bohong tersebut. Apalagi ketika diarahkan pada Pemerintahan Jokowi yang dicurigai melakukan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet. Dengan kebohongan itu, meski saya ragu, saya tetap mengatakan bahwa bila benar terjadi penganiayaan sebegitu dahsyat terhadap sosok perempuan, apalagi emak-emak; maka benarlah bahwa pelaku penganiayaan itu jahat dan biadab. Namun saya juga mengatakan bahwa kalau berita itu bohong, maka pelaku kebohongan itu jauh lebih jahat dan lebih biadab.

“Aku juga minta maaf ke semua pihak yang terkena dampak dari apa yang saya lakukan. Saya meminta maaf ke semua pihak yang selama ini mungkin dengan suara keras, yang saya kritik, kali ini kena saya,” kata Ratna Sarumpaet.

Dalam konteks itulah, saya secara pribadi terkena dampak kebohongannya. Karena Ratna Sarumpaet sudah meminta maaf, maka, saya memaafkan dan mencabut rasa iba atas derita yang dialaminya karena sudah dianiaya. Saya maafkan Ratna Sarumpaet bahkan saya doakan dan mohonkan pengampunan pula kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Rahim. Mengapa? Karena saya seorang pastor Katolik dan warga negara Indonesia yang meyakini bahwa Pancasila itu kokoh kuat untuk hidup berbangsa tanpa diskriminasi.

Selanjutnya, oleh sebab Ratna Sarumpaet juga berjanji akan memperbaiki diri setelah kasus ini; maka saya pun berdoa agar janji tersebut terwujud dan terpenuhi. Jangan berbohong lagi ya Bu! Kasihan keluarga, masyarakat dan bangsa ini kalau terus-menerus dibohongi dengan cara-cara yang memecah belah hidup bersama.

Dah, itu aja. Sekali lagi: saya maafkan dan jangan bohong lagi ya. Please deh, demi kerukunan dan keharmonisan bangsa ini atas dasar Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan UUD 1945.

Bagaimana menurut Sahabat Peradaban Kasih? Bukankah sebagai orang yang beradab, kita harus memaafkan yang sudah mengaku bersalah? Tentu, hukum harus ditegakkan jangan ditumpulkan! Maka biarlah hukum ditegakkan oleh pihak-pihak terkait. Dari pihak saya cukuplah memberi maaf dan mendoakan agar segera pulih dan sehat seperti sedia kala jiwa dan raga!

Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan akurat.co

Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan, 3/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/711541566231458?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.