Inspiration

Teduh! Berjumpa KH Mustofa Bisri (Gus Mus) Selalu Menimba Ilmu Penuh Rahmatan Lil Alamin

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Perjumpaan dengan KH Ahmad Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus selalu membawa keteduhan. Tak hanya suasana teduh secara rohani, tetapi juga menjadi kesempatan menimba ilmu yang ditandai oleh spirit Islam sebagai rahmaran lil alamin.

Referensi pihak ketiga

Itulah sekurang-kurangnya yang selalu kurasakan secara pribadi. Saya kira dalam hal ini saya tidak berlebihan. Perjumpaan demi perjumpaan yang kualami selalu menggemakan pesan itu.

Bahkan, aku sendiri diteguhkan dalam pengalaman rohani dan imanku sebagai orang Katolik yang dipanggil menjadi imamNya. Perjumpaan tak hanya laksana guru dan murid namun sebagai sahabat dalam keberagaman yang saling menghormati dan menghargai sebagai warga bangsa Indonesia.

Referensi pihak ketiga

Sejak pertama kali perjumpaan secara langsung empat belas tahun silam di Rembang, dalam rangka HUT Paroki Rembang kala itu. Kami diminta menjadi narasumber bersama dalam rangka membedah peran agama bagi pembangunan dan kerukunan. Lalu sesudah itu, perjumpaan demi perjumpaan terjadi dalam berbagai kesempatan. Juga saat sedikitnya empat kali saya boleh sowan silaturahmi ke rumah kediaman beliau di Rembang.

Perjumpaan terbaru terjadi pada malam Tumpengan Merah Putih 30 September 2018 di halaman kantor Gubernur Jawa Tengah. Begitu beliau rawuh di ruang VIP, keteduhan terpendar ke seluruh ruangan dan juga bagi siapa saja yang ada di dalamnya. Lalu kami melangkah bersama menuju tempat diselenggarakannya Tumpengan Merah Putih. Sambutan ribuan warga masyarakat yang duduk lesehan penuh kegembiraan dalam sorak sorai kebahagiaan.

Referensi pihak ketiga

Begitulah catatan singkat reflektif perjumpaan dengan Gus Mus yang selalu membuahkan keteduhan dalam keberagaman. Semua mengalir dalam kasih sejahtera. Islam sebagai rahmatan lil alamin berpelukan dengan damai sejahrera yang kubawa sebagai romo Katolik menjadi berkah bagi siapa saja yang melihatnya. Semoga!

Demikian. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: refleksi pribadi

JoharT Wurlirang, 1/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3249331494301459?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.