Inspiration

Tiga Kata Kiasan dari Jokowi. Yang Ketiga Bikin Gerah, Siapa Berani?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Liputan6.com melansir “4 Ucapan Nyeleneh Jokowi Yang Jadi Trending Topic” (Liputan6.com 17 Sep 2018, 08:13 WIB). Keempatnya adalah Thanos, Avengers, Berani Berantem, dan Gebuk PKI. Dari keempat itu, saya memilih tiga yang pertama sebagai kata-kata kiasan yang mengesan. Yang ketiga bikin gerah! Apa saja ketiganya, dan apakah yang bikin gerah serta mengapa? Kita simak yuk!

Referensi pihak ketiga

Pertama: Thanos

Kata Thanos diucapkan Presiden Jokowi pada kesempatan pidatonya di hadapan sejumlah pemimpin dalam acara World Economic Forum ASEAN di National Convention Centre, Hanoi, Vietnam, (Rabu 12/9/2018). Thanos yang mengancam akan memusnahkan setengah populasi bumi harus dilawan. Jangan sampai Thanos menang. Perang ekonomi global demi mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat laksana Infinity War dengan Thanos sebagai ancaman utama yang harus dilawan. Mengapa? Karena Thanos itu keliru! Kenyataannya sumber daya alam untuk umat manusia itu tidak terbatas. Maka harus dikelola dengan baik dan bijaksana untuk kesejahteraan umat manusia. Maka, alih-alih membasi separo populasi bumi, mari bersinergi menyejahterakan umat manusia dengan sumber daya alam yang tak terbatas itu! Kuncinya adalah persatuan melawan Thanos!

Referensi pihak ketiga

Kedua: Avengers

Senafas dengan kata Thanos, Presiden Jokowi mengucapkan kata Avengers. Kata itu diucapkan dalam kesempatan yang sama pada acara World Economic Forum ASEAN di Hanoi, Vietnam. Jokowi menganalogikan kondisi perekonomian dunia dengan film Avengers yang perang melawan Thanos. Bahkan, Jokowi mengidentikkan dirinya sebagai salah satu dari dan bersama Avengers. Kontan saja, pidato analogis itu jadi viral di kalangan netizen. Simaklah satu komentar dari pemilik akun @sparkographics yang langsung mencuitkan kalimat penuh pujian dan doa penuh iman, “Mantap ini analoginya. Hebat juga pemikirannya, memang sumber daya manusia itu diciptakan luar biasa. Sayang ada beberapa pihak yang kurang bijak memanfaatkannya. Semoga terus diberkati dan Indonesia makin maju!

Ketiga; Berani Berantem

Kata ketiga yang kiasan dari Jokowi berupa dua kata, yakni berani berantem. Namun kata kiasan itu telah ditelan mentah oleh lawan politiknya, seakan Jokowi mengajarkan kekerasan. Padahal itu adalah kata kiasan. Kata kiasan itu berada dalam konteks kelembutan dan kesabaran ini. Inilah konteks frasa “berani berantem” itu sebagai kiasan. Jokowi mengatakan dua kata maka menjadi frasa kiasan itu ketika menghadiri Rapat Umum Relawan di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat (6/8/2018), Pada kesempatan itu, Jokowi mengajak relawan berkampanye dengan cara baik dan tidak membangun permusuhan. Tapi kalau diajak diajak berantem, harus berani! Beginilah kata-kata kiasan itu dalam konteks selengkapnya, “Jangan bangun permusuhan. Jangan membangun ujaran kebencian, Jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela. Tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi, kalau diajak berantem juga berani.” Sayangnya, frasa kiasan itu disalahmengerti lawan sebagai ajaran kekerasan hahaha.

Referensi pihak ketiga

Dalam ketiga kata kiasan itu, memang frasa atau dua kata ketiga yang bikin gerah! Maka, tak mengherankan bahwa frasa itu langsung dipelintir seakan Presiden Jokowi sedang mengajarkan kekerasan kepada para relawan. Padahal, bukan itu yang dimaksudkan. Tetapi, memang kenyataannya, setiap persepsi dan tangkapan perkataan memang selalu dilandasi oleh suasana hati. Kalau hatimu dipenuhi dengan hal yang buruk, maka, kiasan pun akan dengan mudah dianggap sebagai kebenaran.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Bagaimana menurut pendapatmu, Sahabat Peradaban Kasih? Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 17/9/2018

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan warta liputan6.com,17 September 2018, 08:13 WIB)

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/923083904556444?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.