Inspiration

Agar Masuk Surga, Jangan Terjerat Dosa Menghujat Roh Kudus. Mengapa dan Harus Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dalam Injil Lukas 12:8-12, Yesus memberikan ajaran tentang dosa menghujat Roh Kudus. Ajaran ini mestinya menyengat nurani siapa saja terutama umat Kristiani agar tidak terjerat dosa melawan Roh Kudus. Inti dari ajaran ini adalah suatu peringatan bagi kita bahwa ada dosa yang tak bisa diampuni, yakni dosa menghujat Roh Kudus. Agar masuk surga, apa pun agama dan kepercayaan kita, jangan sampai kita melakukan dosa itu yakni mwnghujat Roh Kudus.

Referensi pihak ketiga

Apa itu dosa menghujat Roh Kudus? Dosa mengujat Roh Kudus adalah penolakan terhadap kasih, kebaikan, keadilan dan kesucian hingga hembusan nafas terakhir. Lawan dari dosa hujat melawan Roh Kudus adalah pertobatan dan sikap tobat terus-menerus tanpa henti sampai mati. Roh Kudus selalu dan tak pernah berhenti berusaha untuk meyakinkan kita tentang dosa-dosa kita agar kita bertobat, berubah dan berbuah kasih, kebaikan, keadilan dan kesucian sehingga kita berbahagia di surga, bahkan selagi masih di dunia. 

Saat kita sadar lalu mengakui dan bertobat; saat itulah kita dibebaskan dari dosa hujat melawan Roh Kudus. Pada dasarnya, kasih dan kerahiman Allah berkuasa penuh melawan dosa; termasuk dosa melawan Roh Kudus. Disposisi batin manusia yang menentukan dalam kebebasannya. 

Namun, jika kita mati tanpa menerima kebenaran bahwa Allah adalah maha rahim dan pengampun; bahkan kita menolak kasih, kerahiman, kebaikan dan pengampunanNya, saat itulah kita berada dalam disposisi rohani berdosa melawan Roh Kudus. Karenanya, agar kita tidak jatuh ke dalam dosa melawan Roh Kudus, pertanyaan-pertanyaan ini bisa membantu disposisi batin kita dalam pergumulan seumur hidup kita.

Referensi pihak ketiga

Pertama, apakah saya membiarkan Roh Kudus meyakinkan saya tentang keberdosaan saya? Kalau jawabannya ya, lalu kita sadar dan bertobat, berubah dan berbuah; maka kita terbebas dari dosa melawan Roh Kudus! 

Kedua, apakah saya keras kepala menolak apa pun hal-hal yang terkait dengan kebaikan, keadilan, kesucian, dan kesejahteraan? Apakah saya selalu menjadi pelaku demi terjadinya keributan, keonaran, perpecahan, dan ketidakadilan? Apakah saya menjadi penebar kebencian, kebohongan, dikuasai dendam dan amarah bahkan tanpa pernah bisa melihat sisi positif hidup ini dan bahkan pula tidak mau mengampuni dan diampuni? 

Kalau atas pertanyaan-pertanyaan pada kelompok kedua itu kita menjawab tidak, berarti kita aman dari disposisi dosa melawan Roh Kudus. Kalau jawabannya ya, namun lalu kita menyesal, bertobat dan mengubah hidup kita; maka kita juga aman dari dosa melawan Roh Kudus.

Referensi pihak ketiga

Tetapi, kalau atas semua pertanyaan pada kelompok kedua itu kita menjawab ya dengan arogan dan kita tidak mau bertobat dan mengubah sikap hingga hembusan nafas terakhir; pada saat itulah jangan-jangan kita sedang berada dalam jerat disposisi berdosa melawan Roh Kudus. Semoga Allah yang maha kasih, maha rahim dan pengampun memberi sedetik kesempatan bagi kita untuk bertobat, berubah dan berbuah ke arah kebaikan, kesucian, keadilan dan kasih. Dengan demikian kita terbebaskan dari dosa melawan Roh Kudus dan boleh berbahagia di sorga kini dan selamanya. Apa pun agama dan kepercayaan kita; semoga kita dibebaskan dari dosa melawan Roh Kudus yang menjadi sumber kasih, kebaikan, keadilan dan kesucian bagi semua orang tanpa diskriminasi.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber

1. Refleksi pribadi berdasarkan Lukas 12:8-12;

2. ePriest.com Daily Reflection (Oct 20, 2018)

JoharT Wurlirang, 20/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4419702074414899?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.