Inspiration

Benar! Terjadi Hujan Berkat Bagiku, Semoga Pula Bagimu!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Kemarau panjang itu tak mengenakkan. Tanah kering dan tandus. Daun-daun gugur. Pohon meranggas. Panas! Hujan turun mengguyur. Sejuk! Tanah basah. Rumput menghijau tumbuh.

Dalam pengantar menjelang Perayaan Ekaristi Penutupan Retret Imamat Mistikus Horisontal di RR Gendanganak (Jumat, 19/10/2018), Romo L. Priyo Poedjiono SJ mengatakan bahwa mengalami hujan berkat! Apa yang terjadi?

Referensi pihak ketiga

Faktanya, malam itu di saat kami mengawali retret, hujan turun dari langit. Bahkan dalam perjalanan hingga hari ketiga hujan turun begitu deras. Itu membuat suasana alam sedemikian sejuk, padahal tadinya begitu panas dan gerah. Itu fakta alam.

Bagi Romo Priyo, fakta alam itu seiring dengan fakta iman. Bagi Romo Priyo, meski hadir sebagai pendamping, dengan rendah beliau mengatakan bahwa juga menjadi peserta retret. Inilah kerendahan hati beliau. Itu pun bagi beliau merupakan hujan berkat. Istimewa!

Referensi pihak ketiga

Saat Romo Priyo menyampaikan hal hujan berkat itu, saya langsung mengatakan dalam hati, “Romo benar!” Dalam hal apa? Dalam hal hujan berkat! Saya sendiri mengalaminya. Retret ini laksana hujan berkat rohani bagiku. Ada pengalaman berlimpah untuk berdoa, merenung, dan berjumpa Tuhan secara intensif. Kemarau panjang rohani yang kualami selama sekitar satu setengah tahun terakhir ini disejukkan dan disuburkan oleh hujan berkat rohani itu.

Referensi pihak ketiga

Demikianlah, semoga berkat retret ini, saya kembali menjadi tanah subur yang baik bagi firman Tuhan dan menumbuhkan pohon karya pengharapan yang berbuah berlimpah dalam kasih kerahimanNya. Sesampai di rumah, bacaan Ibadat Sore Jumat ini meneguhkan pengalaman hujan berkat itu. St. Yakobus bilang, “Saudara-saudara, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, kalau kamu diuji dengan pelbagai godaan. Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu akan menghasilkan ketekunan. Biarkanlah ketekunan itu menghasilkan buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh, dan tak kekurangan apa pun juga.” (Yak 1,2-4)

Itulah hujan berkat bagiku. Semoga pula menjadi hujan berkat bagimu! Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: refleksi pribadi

JoharT Wurlirang 19/10/2018 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4197621836823471?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.