Inspiration

Ketika KH Zainal Abidin Menghadiri Pentahbisan Uskup Mgr. Christophorus Tri Harsono

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Menjadi sebuah jejak sejarah yang baik di awal karya perutusan Mgr. Christophorus Tri Harsono sebagai Uskup yang baru Keuskupan Purwokerto. Pada hari dan upacara Pentahbisannya (Selasa sore, 16/10/2018), sosok penting sahabatnya, yakni KH Zaenal Abidin hadir dan mendukungnya.

Referensi pihak ketiga

KH. Zainal Abidin adalah Ketua Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) FKUB Bogor. Kehadiran KH. Zaenal Abidin, Ketua Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) FKUB Bogor pada Upacara Pentahbisan Mgr. Christophorus Tri Harsono mengundang rasa kagum dan tepuk tangan meriah dari para uskup dan umat Katolik Keuskupan Purwokerto.

Referensi pihak ketiga

Menurut Mgr. Tri Harsono, kehadiran KH Zaenal dan para tokoh agama lainnya pada Upacara Pentahbisannya sebagai Uskup Keuskupan Purwokerto merupakan tanda solidaritas dan dukungan dari sesama anak bangsa. Selain KH Zaenal Abidin, hadir pula tokoh lintas agama yang tergabung dalam Badan Sosial Lintas Agama (BASOLIA) Kabupaten Bogor. Mereka datang secara khusus ke Purwokerto untuk menyatakan dukungan bagi Uskup terpilih Keuskupan Purwokerto, yang juga menjadi salah satu anggota BASOLIA.

Referensi pihak ketiga

KH Zaenal Abidin memiliki kesan tersendiri terhadap sosok Mgr. Tri Harsono sebagai sosok yang sangat bijaksana, sangat ramah, punya ketegasan yang sangat pantas untuk menjadi pemimpin umat. Sebagaimana diwartakan www.dokpenkwi.org, KH Zaenal Abidin mengatakan kalimat-kalimat positif ini.

Referensi pihak ketiga

“Saya yakin Keuskupan Purwokerto akan lebih baik lagi dalam hal keumatan dan hal lintas agama dengan adanya beliau ini. Saya yakin kedua hal ini akan bisa berkembang. Saya juga berharap supaya Romo Tri bisa merangkul mereka yang radikal dengan sering mengadakan diskusi dengan seluruh tokoh agama yang ada di Purwokerto. Ini pertama-tama dilakukan untuk mewujudkan keakraban dan keharmonisan antar tokoh agama dulu, kemudian baru mewujudkan seperti apa yang dibentuk oleh BASOLIA. Dengan demikian, khususnya masyarakat muslim yang mayoritas di Purwokerto ini akan kembali lagi ke jati dirinya sebagai masyarakat Indonesia yang ramah tamah, sopan santun serta menghargai pembauran dan perbedaan.”

Menurutku hal ini sangat istimewa. Bagaimana menurut UCers Sabahat Peradaban Kasih? Kalau bisa hidup rukun, mengapa harus bertikai?Kalau bisa bersaudara, mengapa harus bermusuhan?

Demikian. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.

Sumber:

1. http: //www.mirifica.net/?p=41254

2. http: //www.dokpenkwi.org/2018/10/16/loh-ada-tokoh-lintas-agama-hadiri-misa-penahbisan-mgr-christophorus-tri-harsono/

RR Gedanganak, 17/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/672371906296814?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.