Inspiration

Peneguhan Itu Datang Begitu Saja dan Kami Saling Menguatkan!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ini adalah pengalaman nyata yang tercecer namun thok-cer memberi pencerahan yang meneguhkan secara tiba-tiba. Terjadi begitu saja. Bagaimana kisahnya?

Referensi pihak ketiga

Kisah ini terjadi dalam retret imam(at) di Rumah Retret Gedanganak, Ungaran (15-19/10/2018) yang lalu. Kisahnya begini. Sesudah memohon ijin dengan pihak-pihak terkait yang menjadi pengurus UNIO (paguyuban imam-imam diosesan) Keuskupan Agung Semarang (KAS); saya bergabung dalam retret menurut jadwal 15-19/10/1018. Sebenarnya, jatah saya adalah jadwal tanggal 22-26/10/1018. Namun, kalau saya memilih jadwal tersebut, itu justru akan tidak mudah bagiku, sebab pada tanggal-tanggal tersebut, saya harus memberi fokus ekstra, check and recheck serta koordinasi final menuju puncak Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama se-KAS yang diselenggarakan di Semarang, 26-28/10/2018. Tanggal 25/10 sudah harus persiapan selamatan agar acara yang melibatkan ribuan orang muda ini berjalan lancar dan koordinasi dengan rekan-rekan jurnalis.

Maka, saya bersyukur bisa ikut retret imamat tanggal 15-19/10/2018 meaki di situ saya menjadi romo peserta tertua kedua usia tahbisan sesudah Romo P. Supriyanto Pr yang bertugas di Sragen. Namun fakta ini justru meneguhkanku.

Referensi pihak ketiga

Pertama, saya banyak belajar dari para Romo yang lebih muda. Semangat, kreativitas, dan refleksi mereka luar biasa istimewa. Pengalaman mereka juga istimewa. Ini peneguhan pertama.

Kedua, saya berjumpa dan berdoa bersama dengan dua Romo yang pernah tinggal sekomunitas saat di Tanah Mas. Mereka adalah Romo Hartanto Pr dan Romo Joko Yuyun Pr. Minimal, saat-saat bersama kami alami dalam Ibadat Brevir, Misa Suci dan Adorasi; serta saat-saat konferensi, makan dan minum dalam keheningan. Ini pun kuterima sebagai pengalaman yang meneguhkan diriku! Saya pun bangga berjumpa beliau-beliau kembali dalam intensitas doa selama retret.

Ketiga, saya berjumpa dan bersama dengan dua Romo yang saat masih frater Toper tinggal serumah denganku. Beliau adalah Romo Prasetyo Pr dan Romo Andika Pr. Perjumpaan dengan beliau berdua sungguh meneguhkan iman, harapan da kasihku sebagai imamNya! Beliau-beliau adalah imam-imam diosesan KAS tahbisan terbaru.

Keempat, perjumpaan dengan Romo Adi Pr pun meneguhkan. Kami bahkan berada dalam satu kelompok sharing. Romo Adi yang oleh teman-temannya dipanggil “Cakil” adalah misdinar saya ketika saya bertugas di Katedral Semarang 14 tahun silam. Luar biasa, beliau pun meneguhkanku dalama perjumpaan retret itu.

Akhirnya, yang tak terduga adalah perjumpaan dengan Romo Ari Purnomo Pr. Peneguhan terjadi bukan karena kami sama-sama berambut gondrong. Saya ingat, perjumpaan saya dengan beliau adalah sekitar 22 tahun silam, saat sebagai Romo baru, saya diminta untuk Misa Memule Ayah beliau. Romo Ari Purnomo kala itu masih SMP dan kepadanya saya meneguhkan cita-cita panggilan menjadi imam. Dan Tuhan menghendaki, saat ini, kami berdua sudah sama-sama sebagai imam. Bahkan, di akhir retret, Romo Ari sempat menawarkan foto selfie berdua hahaha.

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Demikian, pengalaman saling meneguhkan dalam panggilan. Dalam hati saya bergumam: Ah, ternyata saya sudah tua juga ya. Namun retret bersama beliau-beliau membuatku tetap belajar bersemangat muda!

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: refleksi pribadi

JoharT Wurlirang 20/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/188386618274402?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.