Inspiration

Rangkuman Reflektif Personal Atas Retret Imamat Mistikus Horisontal. Syukur & Terima Kasih

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sesudah memulai dan mengawali pada hari Senin (15/10/2018) lalu, kini pada hari Jumat (19/10/208) kami menutup dan mengakhiri retret imamat Mistikus Horisontal bersama Romo Laurentius Priyo Poedjiono SJ. Retret yang dilaksanakan di Gedanganak Ungaran itu sungguh sangat bermanfaat bagiku secara pribadi. Syukur kepada Allah atas anugerah ini.

Referensi pihak ketiga

Mestinya, jadwal retret saya adalah bersama rekan-rekan imam seusia imamat kami yang masuk medior ya. Namun berhubung minggu itu sudah berada dalam kesibukan Puncak Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama se-Keuskupan Agung Semarang; maka saya mohon ijin kepada para pengurus UNIO KAS (dalam hal ini Romo Tanto dan Romo Singgih serta Romo Hartanto) untuk ikut retret bersama para rekan imam yang berkadwal 15-19/10/2018. Terima kasih untuk kesempatan ini.

Berikut adalah rangkuman garis besar retret itu dalam persepsi dan pengalamanku. Retret diawali dengan menyebut beberapa prinsip dasar olah rohani. Warna Ignasian sangat dominan dan itu amat signifikan sesuai dengan kompetensi dan jatidiri pembimbing yang seorang Jesuit. Dengan menggunakan pikiran, perasaan dan kehendak; tiga daya jiwa anugerah Tuhan; kami diajak untuk pertama-tama berjumpa dan akrab tinggal dalam Tuhan. Karenanya, lebih banyak waktu disediakan untuk berdoa daripada berbicara. Konferensi hanya sekali sehari di sore hari. Sharing kelompok sekali sehari di tengah hari. Selebihnya adalah waktu pribadi untuk berdoa, bermeditasi dan berkontemplasi berjumpa dan tinggal dalam dan bersama Tuhan. Ini sungguh sangat mengasyikkan! Puji Tuhan dan syukur kepada Allah.

Kami diajak untuk menyadari triptik hidup rohani yakni tiga dimensi hidup sebagai seorang imam Katolik. Pertama, jatidiri dalam relasi dengan Allah. Ini akar segala dimensi hidup yang lain yakni kebersamaan dalam komunitas (kedua) dan perutusan dalam pelayanan (ketiga). Imamat yang merupakan being dihayati dalam doing dengan rasa syukur dan sukacita.

Sangat penting, indah dan syukur kepada Allah; disediakan waktu untuk adorasi setiap hari di malam hari sesudah santap malam. Misa Suci diselenggarakan sore hari sesudah konferensi sebelum makan malam. Terima kasih bahwa disepakati untuk menjaga keheningan di saat-saat makan baik pagi, siang maupun malam. Hal ini sangat membantu olah rohani untuk kian bertolak ke tempat yang dalam merenungkan Sabda Tuhan dan belajar dari para Mistikus Horisontal.

Referensi pihak ketiga

Empat tokoh penting pelaksana Sabda Tuhan sebagai Mistikus Horisontal menjadi bahan doa dan pola refleksi kami. Pertama adalah Bapa Abraham. Kedua, Nabi Musa. Ketiga, Yohanes Pembaptis dan keempat adalah Simon Petrus.

Pokok-pokok pengalaman iman ini kutimba dari mereka. Hidupku dipilih, dipanggil dan diutus sebagai pribadi yang diberkati untuk menjadi berkat bagi umat dan masyarakat. Allah memberkati dan menggenapi janji berkat itu (Abraham). Perutusan itu lahir dari kepeduliaan dan keprihatinan Allah sendiri yang mendengarkan jeritan umatNya. Untuk itu dibutuhkan pribadi yang siap diutus mewujudkan kepedulian itu dalam kehidupan yang penuh tantangan (Musa). 

Diberkati, diutus jadi berkat bukan untuk diri sendiri. Aku dipanggil menjadikan hidupku sebagai Kidung Berkat bagi siapa saja yang meringkuk dalam kegelapan maut. Yang utama adalah bersama dan berjalan menuju Sang Pembebas yang menghapus dosa dunia, yakni Allah yang menghadirkan wajah kerahimanNya dalam diri Yesus Kristus (Yohanes Pembaptis). Memang selalu ada kelemahan manusiawi, namun tak perlu takut dan khawatir sebab Allah yang memanggil adalah setia. KesetiaanNya tak akan pernah mengubah keputusanNya dalam memilih, memberkati dan mengutusku untuk menjadi berkat bagi umat dan masyarakat (Simon Petrus). 

Berakar pada kasihNya, berjalan mewartakan kasihNya, dan mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaan kita. Ini sungguh dahsyat! 

Sekali lagi, saya sangat berterima kasih boleh ambil bagian dalam dan ikut retret imamat ini. Terima kasih kepada para Romo peserta retret ini khususnya Romo Alip, Romo Yupi dan Romo Denny yang homilinya bagus dan mencerahkan! Terima kasih juga kepada Romo Adi, Romo Yudo, Romo Wondo dan Romo Cece atas sharing pengalaman yang indah.

Referensi pihak ketiga

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: refleksi pribadi

RR Gedanganak 19/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1834404883515470?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.