Inspiration

Refleksi Opening Ceremony Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama KAS

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Hari pertama (26/10/2018) Puncak Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama Keuskupan Agung Semarang (KAS) dimulai dengan opening ceremony. Sedikitnya 1500 orang muda terlibat dalam peristiwa ini entah sebagai peserta, pengisi acara maupun panitia. Hadir pula sedikitnya 300 tamu undangan dari tokoh-tokoh berbagai agama (Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Konghucu dan Penghayat Kepercayaan serta tentu saja Katolik).

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Opening ceremony ditandai oleh menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sajian hidangan ekspresi seni dan budaya. Bungkusnya adalah sendratari. Lakonnya Joko Kendil. Inilah sinopsisnya.

“Joko kendil adalah legenda asli dari Jawa Tengah. Joko Kendil adalah putra raja Asmawikana dari Kerajaan Ngambar Arum, Jawa Tengah, Indonesia, yang lahir dalam keadaan cacat, yaitu kepalanya berbentuk kendil. 

Kendil dalam bahasa Jawa berarti panci atau periuk. Menurut cerita, Joko Kendil mengalami cacat akibat disihir oleh seseorang sejak ia masih dalam rahim ibundanya. Sebagai orang yang kurang sempurna hanya sedikit orang yang mau berteman dengannya. Joko Kendil tumbuh menjadi pribadi dewasa. Ia mempunyai impian yang mulia yaitu menikahi seorang putri raja. 

Di antara para putri raja yang menolak ada salah seorang putri yang bersedia menikahinya. Namanya Ngapunten. Ketika Joko Kendil dan Sang Putri, sedang duduk bersanding di atas pelaminan, para undangan tiba-tiba menjadi gaduh. Banyak di antara mereka yang menyesali atas pernikahan tersebut, karena kedua mempelai bukanlah pasangan yang serasi. Putri Ngapunten adalah seorang putri raja yang cantik nan rupawan, sedangkan Joko Kendil putra raja yang memiliki bentuk kepala yang sangat buruk, yakni menyerupai kendil. 

Di tengah kegaduhan tersebut, tiba-tiba terjadi peristiwa ajaib. Joko Kendil tiba-tiba menghilang entah ke mana, sehingga Putri Ngapunten tampak duduk seorang diri di atas pelaminan. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba seorang pemuda tampan dan gagah muncul di antara kerumunan undangan, lalu berjalan menuju ke pelaminan dan duduk di samping Putri Ngapunten. Para undangan tersentak kaget bercampur rasa senang ketika menyaksikan peristiwa ajaib itu. Mereka baru menyadari bahwa ternyata Joko Kendil adalah seorang putra raja yang tampan dan gagah. 

Akhirnya, pesta pernikahan berlanjut dengan suasana meriah. Para undangan pun merasa senang dan gembira menyaksikan kedua mempelai pengantin yang duduk di pelaminan. Kini, kedua mempelai tersebut telah menjadi pasangan yang sangat serasi. Mereka hidup bahagia dan harmonis dalam menjalani bahtera rumah tangga. Tidak lama setelah menikah, Joko Kendil dinobatkan menjadi raja untuk menggantikan ayahandanya yang usianya sudah mulai udzur. Seluruh keluarga istana merasa sangat bahagia atas penobatan Joko Kendil sebagai raja.” (Sumber: Sinopsis dari Tim Acara Panitia Srawung)

Referensi pihak ketiga

Itulah sinopsis kisah Joko Kendil yang disendratarikan komunitas lintas agama remaja dan orang muda Klaten. Kisah Joko Kendil dipilih untuk menjadi tampilan pembuka Srawung Persaudaraan Sejati Tahun 2018 karena kisah tersebut menggambarkan situasi yang berkembang dalam masyarakat pada saat ini dan kaum muda pada umumnya. Kedamaian, ketentraman, kemerdekaan dan persahabatan sejati dalam masyarakat menjadi sulit diwujudkan apabila orang masih mempunyai sifat iri dengki syak prasangka dengan sesamanya. Ketika orang masih mempunyai watak merendahkan sesamanya perpecahan dan kekerasan mudah terjadi. Orang enggan bersahabat srawung dengan sesama yang mempunyai perbedaan apalagi berkekurangan. 

Sesungguhnya, Joko Kendil juga gambaran orang muda saat ini. Kendati mempunyai kekurangan dan kelemahan; namun ia mempunyai hati yang mulia; mau memaafkan, dan mempunyai mimpi dan harapan yang besar dan mulia. Joko Kendil adalah orang muda yang gembira dan watak pemaaf serta penerimaan terhadap sesamanya membuat ia dapat membangun rasa persaudaraan di tengah masyarakat. Joko Kendil mampu menerima diri apa adanya; dan ia mampu memandang, dan mencintai orang orang lain apa adanya. Di situlah terjadi perjumpaan manusia bertemu manusia; segala status sosial yang cenderung mengkotak-kotakkan ditanggalkan. Persis inilah yang disebut Srawung Persaudaraan Sejati dalam rangka mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya. 

Pemilik hak cipta: Aloys Budi Purnomo Pr

Pesan yang indah itu disajikan dalam penampilan sendratari yang indah pula. Suasana opening ceremony pun sedemikian memukau dan memberi kesan yang indah juga.

Proficiat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber

1. Sinopsis untuk press release dari Panitia Srawung

2.https: //srawung.id 

3. https: //nusantara.medcom.id/jawa-tengah/peristiwa-jateng/0Kvq1jGk-sendratari-joko-kendil-warnai-acara-lintas-agama 

UTC Semarang, 27/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/731094229750435?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.