Inspiration

Terima Kasih Atas KasihMu Yang Mendorongku MengasihiMu Sekuat Dayaku; Engkau Tahu!

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ini permenungan pagiku di hari terakhir retret imamat Mistikus Horisontal. Bersama St. Petrus yang kadang berkobar penuh semangat namun sering pula jatuh dalam keraguan, bahkan berkhianat dan dosa; saya masuk dalam undangan kasihNya.

Referensi pihak ketiga

Dalam permenunganku kubaca dan kukontemplasikan teks ini. Teks yang diolah oleh St. Yohanes, saksi mata pengalaman Simon Petrus dan Yesus. Inilah teks selengkapnya.

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepadaNya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-dombaKu.” Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepadaNya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-dombaKu.” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepadaNya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-dombaKu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” Dan hal ini dikatakanNya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.” (Yoh 21:15-19)

Pagi itu dan pagi ini; Yesus bertanya lagi kepada Petrus, sesudah petistiwa salib, wafat dan kebangkitanNya. Dengan mata penuh kerahiman dan dalam kelembutan Yesus Kristus bertanya kepada Simon Petrus: Apakah engkau mengasihiku? Tiga kali pertanyaan yang sama diajukan kepada Simon sebanyak tiga kali pula ketika Simong menyangkal dan mengkhianati Yesus pada malam hingga subuh menjelang sengsaraNya!

Referensi pihak ketiga

Pertanyaan Yesus kepada Petrus mengacu dan menyebut nama dirinya, nama mamusiawi yang penuh kerapuhan dan kedosaan: Simon! Yesus tidak bertanya dengan menyebut nama Petrus melainkan Simon.

Bagiku ini bukan kebetulan namun kenyataan penyelenggaraan Tuhan! Tuhan memanggil dan mengasihi kita seperti Simon dengan segala keterbatasan, kerapuhan dan kedosaannya. Tuhan tahu seberapa besar kasih kita yang pasti tak sepadan dengan kasihNya. Namun itu bukan persoalannya.

Persoalannya hanya satu, apakah aku mau menjawab kasihNya dengan ikhlas dan antusias. Kata antusias dalam bahasa Yunani adalah en-theos yang berarti bersama dan dalam Allah. Biarlah bersama Allah sendiri, kita menanggapi kasihNya.

Tak ada kata dan sikap lain kecuali syukur atas kasih yang begitu besar itu. Syukur dan terima kasih bahwa Tuhan mengasihi, memanggil dan mengudangku untuk mengasihiNya meski sebetulnya Tuhanlah yang lebih dahulu telah mengasihiku, mengasihimu dan mengasihi kita.

Referensi pihak ketiga

Maka, dengan mantab aku pun mengakhiri permenunganku dan memulai semangat baru dengan berseru seperti Simon Petrus:”Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”

Demikian. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Sumber: refleksi pribadi berdasarkan Yohanes 21:15-19

RR Gedanganak 19/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3458385063835850?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.