Inspiration

Tuhan Maha Pengampun, Lalu Harus Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Pada hari Jumat (12/10/2018) rekan-rekan Kokerma (Komisi Kerasulan Mahasiswa) Semarang mengundang saya untuk berbagi pemahaman dan pengalaman tentang Tuhan yang selalu mengampuni. Seperti apakah?

Referensi pihak ketiga

Bertempat di aula bawah Paroki Karangpanas Semarang, sejumlah mahasiswa berkumpul dalam acara “Ngupi Mania” yakni ngrumpi tentang iman kita. Tentu saja perspektifnya adalah iman menurut agama Katolik.

Pertama-tama, kepada mereka saya bagikan pemahaman dan pengalaman sebagai imam dan umat beriman Katolik dalam hal pengampunan. Saya bersyukur bahwa sebagai imam saya mempunyai dua pengalaman yakni pengalaman menerima Sakramen Pengampunan tetapi juga memberikan pelayanan Sakramen Pengampunan. Dua-duanya mengasyikkan dan membahagiakan sebab sama-sama bertumpu pada iman kepada Tuhan yang selalu mengampuni.

Kedua, pengampunan Tuhan itu tanpa batas. Allah tak pernah lelah mengampuni kita. Justru kitalah yang sering lelah memohon pengampunan kepadaNya. Kasih pengampunanNya selalu tersedia bagi kita asal dengan rendah hati kita mengakui sebagai orang berdosa dan memohon ampun padaNya.

Referensi pihak ketiga

Ketiga, sebagai orang-orang yang sudah dan selalu menerima pengampunan Tuhan, kita pun dipanggil untuk selalu saling mengampuni satu terhadap yang lain. Pengampunan juga kota berikan tanpa batas yakni 77 x 7 kali alias tanpa batas selalu dan senantiasa. Ini tidak mudah namun indah bila kita mampu melakukannya.

Keempat, pengampunan Tuhan diberikan dan disediakan bagi umatNya. Tinggallah bagaimana kita mau menyambutnya dengan setia dan rendah hati. Kapan pun, pengampunan Tuhan disediakan bagi kita.

Akhirnya, dalam sharing itu, saya juga memberikan selingan dengan menyanyikan lagu-lagu yang kubuat dari albumku “Allah Adalah Rahim”. Tiga lagu kunyanyikan yakni Allah adalah Kasih, Tuhanlah Andalanku dan Peluk Aku Tuhan.

Referensi pihak ketiga

Tuhan memang Maha Pengampun. Lalu harus bagaimana? Mari kita selalu rendah hati memohon pengampunanNya sekaligus dengan murah hati mengampuni sesama kita. Kerelaan mohon ampun dan mengampuni membuka pintu surga bagi orang-orang yang rapuh, ringkih dan berdosa ini. Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih?

Demikian semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam Peradaban Kasih.***

Sumber: refleksi pribadi.

JoharT Wurlirang, 12/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2249141140988385?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.