Inspiration

Dahsyat! Merajut Peradaban Melalui Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Agama

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Satu kebanggaan dan kebahagiaan penuh syukur bahwa kami boleh menorehkan sejarah peradaban. Itu terjadi melalui Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Agama untuk pertama kalinya di Keuskupan Agung Semarang, bahkan mungkin di Indonesia! Seperti apa? Inilah refleksi saya.

Referensi pihak ketiga

Tahun 2014 adalah tahun istimewa dalam rangka Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (HAK KAS). Mengapa? Karena pada waktu itu, dalam sinergi dengan sejumlah Komisi Dewan Karya Pastoral KAS, Kom HAK KAS menyelenggarakan Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman. Ini adalah kongres persaudaraan sejati lintas agama yang pertama kalinya diselenggarakan di KAS, bahkan mungkin di Indonesia. Kongres dilaksanakan di Muntilan, tepatnya di kompleks Museum Misi Muntilan, Lapangan Kauman Muntilan dan SMU Van Lith Muntilan. Selama tiga hari dua malam, tanggal 24-26 Oktober 2014, Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman (terminologi yang dipakai waktu itu masih lintas iman belum lintas agama). Kala itu, kami bersinergi dengan Romo Nugroho (KKM), Romo Agoeng (Komsos), Romo Sugiyana (KomKat), Romo Budi Purwantoro (KomKep), Romo Dwi Ariyanto (PSE-HPS KAS), Romo Issri Purnomo (PSE Kedu) dan sejumlah komunitas lainnya.

Sejumlah komunitas yang menyemarakkan dari sisi seni dan budaya sejauh kami catat terdiri dari, Sholawat Remaja Masjid Pule (Jama’ah Al-Asy’riah); Tim Komsos KAS atas Pemutaran Film Yustinus Kardinal Darmayuwono; Ki Santo dan Ki Sadewo yang menggelar pertunjukan Wayang Kulit; Sholawat Pemuda Ngadipura; Tarian Sufi Al Islah Tembalang – Semarang; Teater Jaran Iman Seminari Tinggi St. Paulus, Kentungan; Wayang Potehi dari Surabaya; Sendratari Persaudaraan Sejati Lintas Iman oleh 250 anak, remaja dan OMK; Topeng Ireng SMPK St. Maria Sawangan; Topeng Ireng “Mahesa Loreng” dari Paroki Ignatius Magelang; Topeng Ireng dari Dusun Kemiriombo Dukun; Jathilan dari Dusun Pepe Muntilan (Kridho Anom Bhakti); Reog dari Dusun Ngargotontro, Dukun; Kesenian Pencak Silat SMP Terpadu Maarif, Gunung Pring, Muntilan; dan Wayang Potehi dari Surabaya. Komunitas-komunitas ini menyemarakkan rangkaian selebrasi yang diselenggarakan sejak pembukaan, malam pertama, malam kedua, hingga penutupan di hari ketiga. Peserta Kongres dan warga masyarakat disuguhi dengan rangkai seni dan budaya, selain ekspo para petani organik di kawasan Kedu, Magelang.

Dari sisi edukasi, para peserta Kongres diteguhkan dan dicerahkan oleh kehadiran para narasumber yang luar biasa dalam tingkat nasional. Yang bertindak sebagai narasumber adalah Mgr. Johannes Pujasumarta, Abdis Ibu Martha E. Driscoll, OCSO, Buya Syafii Maarif, Ibu Sinta Nuriyah Wahid, KH Abu Hapsin Umar PhD, Bikkhu Sri Pannavaro Mahathera, Elga Sarapung, I Wayan Sumerta, Ws. Indriyani Hadisumarto (LingLing) dan Mas Gunretno. Tokoh-tokoh lintas agama hadir dan memperkaya wawasan dan pemahaman para peserta kongres tentang pentingnya membangun persaudaraan sejati dari perspektif agama-agama masing-masing.

Referensi pihak ketiga

Kongres Persaudaraan Sejati tercatat diikuti peserta sebanyak 815 orang dengan rincian sebagai berikut. Kevikepan Semarang 216 orang dari 22 paroki; Kevikepan Kedu sebanyak 79 orang dari 11 paroki; Kevikepan DIYsebanyak 105 orang, dari 21 paroki; Kevikepan Surakarta sebanyak 89 orang, dari 17 paroki; dari luar KAS sebanyak 14 orang; Komunitas Tarekat/Biara 60 orang, dari 34 biara; Kelompok Lintas Agama 48 orang; Komunitas Pendidikan 79 orang Sebanyak 690 peserta mewakili 71 paroki, ditambah dengan OMK peserta kaderisasi Juli 2018 sebanyak 50 orang dan panitia sebanyak 75 orang, total peserta dan panita sebanyakl 815 orang yang terlibat dalam Kongres Persaudaraan Sejati. Ini belum terhitung dengan para pengisi acara setiap hari dan pada puncak penutupan di hari ketiga. Sedikitnya, seribu orang terlibat aktif dalam Kongres Persaudaraan Sejati selama tiga hari dua malam baik di dalam ruangan maupun di lapangan. 

Kegiatan Kongres Persaudaraan Sejati dilaksanakan dalam aras animasi, edukasi dan selebrasi yang diintegrasikan dengan Pameran Hari Pangan Sedunia Animasi: Para peserta Kongres diajak untuk mensyukuri tentang indahnya perbedaan. Bersamaan dengan itu, para peserta juga diajak untuk menyadari keprihatinan yang terjadi terkait dengan perbedaan misalnya adanya diskriminasi, konflik dan kekerasan. Edukasi: Para peserta bersama para narasumber dari berbagai latar belakang dan tradisi keagamaan diajak untuk merefleksikan panggilan membangun persaudaraan sejati yang dilandasi tradisi iman masing-masing. Setelah itu para peserta diajak untuk membangun niat dan komitmen bersama dalam membangun persaudaraan sejati dalam konteks hidup masing-masing (lokus dan fokus masing-masing). Selebrasi: Para peserta merayakan kegembiraan dalam perbedaan melalui Seni, drama dan tari tentang kebhinekaan. Bahwa perbedaan itu memperkaya khasanah hidup masing-masing tradisi. Semua dipanggil menjadi pelaku dan promotor persaudaraan sejati yang dipadatkan dalam “Deklarasi Muntilan, Buah-buah Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman Keuskupan Agung Semarang”.

Proses perekrutan peserta dimulai sejak tanggal 14 Juli 2014 dengan batas akhir tgl 30 Agustus 2014, diperpanjang sampai dengan 15 September 2014 dan ditutup akhir September 2014. Peserta yang semula ditargetkan 500 orang (sesuai kapasitas aula Van Lith), mendekati hari pelaksanaan bertambah secara drastis. Mengingat keterbatasan ruang aula dan tempat penginapan serta menjaga kenyamanan peserta yang sudah mendaftar (lebih kurang 700 orang) hinggapanitia dengan berat hati harus menolak beberapa peserta dengan memberi penjelasan yang bisa diterima dengan baik. Karena penginapan untuk peserta tersebar di 7 titik/lokasi, maka Panitia membuat Kartu Tanda Peserta Sementara yang dikirimkan kepada semua peserta, baik itu utusan paroki, pribadi, komunitas pendidikan ataupun lintas iman. Hal ini untuk memudahkan peserta dalam rangka registrasi dan mendapatkan tempat menginap. Dengan cara ini ketertiban dan monitoring dapat terjaga. Meski demikian, di aula Van Lith tetap disediakan fasilitas untuk registrasi yang dikhususkan bagi peserta yang tidak menginap dan peserta yang nekat datang pada hari H tanpa membawa Kartu Tanda Peserta Sementara. Penjaringan peserta di paroki belum berhasil sepenuhnya karena baru melibatkan 71 paroki. Tidak semua paroki di 4 kevikepan mengirim peserta. Kalaupun paroki-paroki pengirim, komposisi peserta lintas agama belum terlalu banyak, masih banyak didominasi peserta Katolik. Bahkan ada yang satu paroki pesertanya beragama Katolik semua. Peserta banyak yang mendaftar jelang dan persis di hari H. Akibatnya tak sedikit yang ditolak karena daya tampung penginapan sudah penuh.

Referensi pihak ketiga

Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman, 24-26 Oktober 2018 membuahkan deklarasi yang dibacakan dalam puncak sendratari kolosal oleh orang muda. Inilah rumusan deklarasinya.

Deklarasi Muntilan

Buah-Buah Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman

KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG

Muntilan, 24-26 Oktober 2014

1. Kami peserta Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman di Muntilan sungguh bersyukur karena kami boleh mengalami perjumpaan yang indah, pembelajaran lintas iman, sharing lintas iman dalam persaudaraan yang penuh semangat berbagi kebahagiaan dan damai.

2. Para narasumber meneguhkan kami bahwa persaudaraan sejati adalah mimpi dan cita-cita yang menjadi kerinduan hidup setiap orang beriman. Karena itu kami sadar bahwa beragama dan menganut kepercayaan saja belum cukup. Kami harus menjadi semakin beriman yang melampaui perbedaan dan bersatu dalam semangat kebangsaan, membangun Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

3. Untuk membulatkan semangat kebangsaan tersebut, kami akan terus belajar memahami dan mengamalkan ajaran agama dan kepercayaan kami masing-masing dengan sebaik-baiknya, hidup yang baik secara pribadi, dalam keluarga, dalam komunitas agama dan kepercayaan masing-masing. Kami juga akan melengkapi diri dengan menggiatkan dialog, baik dialog karya, dialog ajaran, maupun dialog iman dengan saudara-saudari lintas iman agar kehidupan ini menjadi semakin genap dan lengkap.

4. Kami akan meneruskan kabar baik ini di keluarga, lingkungan, tempat asal, tempat karya, komunitas agama dan kepercayaan kami masing-masing dan akan terus melanjutkan jejaring relasi lintas iman yang telah terbentuk dalam Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman ini.

Salam Persaudaraan Sejati!

Muntilan, 26 Oktober 2014 

Atas nama Peserta Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman

Keuskupan Agung Semarang

Referensi pihak ketiga

Begitulah, Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman, empat tahun silam berlangsung. Para peserta kongres masih terus berkoordinasi dalam merajut persaudaraan di setiap kevikepan masing-masing. Bahkan di antara mereka menyatakan kerinduan untuk saling berjumpa kembali pada kesempatan serupa. Dan di akhir Kongres, Romo FX Sukendar Wignyasumarta Pr sebagai Vikjend kala itu, menyerukan, “Sampai jumpat empat tahun yang akan datang!” Dan momen itu adalah tahun ini, 2018. Inilah yang sedang dipersiapkan melalui Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama KAS yang akan dilaksanakan pada tanggal 26-28 Oktober 2018. Yang jelas, momen Kongres Persaudaraan Sejati 2014 menjadi momen indah saat Kom HAK KAS bersinergi dengan banyak komisi lain untuk merajut persaudaraan sejati di negeri ini. Semoga refleksi ini membuka kenangan indah itu untuk meneguhkan dan menyemangati persiapan Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama, yang akan dilaksanakan sebagai salah satu wujud kelanjutan Kongres Persaudaraan Sejati empat tahun silan.

Demikian, terima kasih. Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.*** (bersambung)

JoharT Wurlirang, 9/11/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan Th XIV Agustus 2018, h. 44-47

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/4363464762254944?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.