Inspiration

Kekudusan Itu Kesempatan Bagi Semua Orang, Bagaimana Memahaminya?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Menurut tradisi Kristiani, khususnya dalam tradisi Katolik; tanggal 1 November disebut sebagai Hari Raya Semua Orang Kudus. Sebagai Pastor Katolik dan Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, saya mengembangkan permenungan sebagai berikut. Kekudusan itu kesempatan bagi semua orang. Bagaimana memahaminya?

Referensi pihak ketiga

Pertama, kekudusan itu bukan milik eksklusif satu agama saja. Kekudusan itu inklusif bagi semua orang, apa pun agama dan kepercayaannya. Semua agama mengajarkan kepada umatnya untuk hidup suci, baik dan benar. Nah, Gereja Katolik mengajarkan dengan jelas bahwa bersikap positif dan tidak menolak apa pun yang suci, baik dan benar dalam semua agama dan kepercayaan (Lumen Gentium 16, Nostra Aetate 2).

Kedua, dalam agama Islam misalnya, saya belajar menggapai kekudusan dengan sikap takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap takwa dihayati melalui praksis hidup baik dan menolak kemungkaran. Itulah yang disebut amar maruf nahi mungkar. (Sumber: https: //belajaraturanislam.blogspot.com/2017/05/arti-dan-cara-ber-amar-maruf-nahi-munkar.html?m=1).

Referensi pihak ketiga

Ketiga, dalam tradisi Kristiani baik Katolik maupun Kristen diajarkan agar manusia berbuat baik dan menghindari kejahatan. Perbuatan baik dilakukan dalam hal-hal yang sederhana berupa kemurahan hati dan belas kasih kepada kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel (bdk. Mateus 25:31-46).

Keempat, dalam tradisi Hindu dan Buddha, saya belajar tentang sikap pasrah dan berserah tak terikat pada hal-hal apa pun yang duniawi. Meski tidak mudah, namun itulah jalan menuju kekudusan melalui samsara menuju nirvana. Sahabat-sahabat yang beragama Hindu mencari pembebasan dari kesesakan keadaan kita entah melalui bentuk-bentuk hidup berulah-tapa atau melalui permenungan yang mendalam, atau dengan mengungsi kepada Allah penuh kasih dan kepercayaan. Sedangkan yang beragama Buddha dalam pelbagai alirannya mengakui, bahwa dunia yang serba berubah ini sama sekali tidak mencukupi, dan mengajarkan kepada manusia jalan untuk dengan jiwa penuh bakti dan kepercayaan memperoleh keadaan kebebasan yang sempurna, mencapai penerangan yang tertinggi (Nostra Aetate 2)

Referensi pihak ketiga

Begitulah semua agama-agama lain, yang terdapat di seluruh dunia, dengan pelbagai cara berusaha menanggapi kegelisahan hati manusia, dengan menunjukkan berbagai jalan, yakni ajaran-ajaran serta kaidah-kaidah hidup maupun upacara-upacara suci.

Maka, kekudusan adalah kesempatan yang terbuka lebar bagi semua orang tanpa diskriminasi. Itulah yang saya renungkan dan refleksi pada Hari Raya Semua Orang Kudus.

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

Kampus Ungu Unika Soegijapranata, 1/11/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber:

1. https: //belajaraturanislam.blogspot.com/2017/05/arti-dan-cara-ber-amar-maruf-nahi-munkar.html?m=1).

2. Lumen Getium 16 dan Nosta Aetate 2

3. Refleksi pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/1119109147975089?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.