Inspiration

Malam Refleksi Hari Pertama Puncak Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Tim kerja acara Panitia Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Lintas Agama memberi tugas kepada saya untuk mengisi sesi refleksi menutup seluruh rangkaian acara.

Referensi pihak ketiga

Syukur kepada Allah, (up)acara pembukaan Srawumg menjadi peristiwa. Peristiwa itu dibingkai dalam sajian seni dan budaya lalu dinikmati dalam kebersamaan yang membahagiakan. Semua dipersembahkan tak hanya sebagai perostiwa melainkan peristiwa yang menjadi realitas doa yang dilangitkan di hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Doa itu bernama UntukMu Indonesia.

Dalam refleksi itu, doa UntukMu Indonesia pertama dihadirkan melalui tayangan video clip yang berisi para tokoh agama di Semarang yang menyanyikan isi doa. Seiring dengan itu, bersama para peserta dari Campus Ministry Unika Soegijapranata, kami berarak menuju panggung membawa lima bendera Merah Putih. Mengapa lima? Karena Merah Putih menopang Pancasila.

Sementara itu, panitia membagikan potongan pita Merah Putih untuk diikatkan di kepala, sebagaimana saya melakukannya. Peristiwa ini diiringi dengan Orchestra UKM Orchestra Unika Soegijapranata asuhan Antonous Iwan Santoso. Mereka melantunkan tembang ceria Si Patokaan dan tembang Rayuan Pulau Kelapa.

Dalam iringan itu, saya mengajak para peserta untuk membentangkan pita Merah Putih dengan kedua tangan mereka. Dan tarian sufi pun meliuk mewarnai suasana Indonesia Srawung dalam Keberagaman.

Sesudah dua lagu itu, saya mengundang Yunan Helmi untuk berkolaborasi menyanyikan lagu Damai dalam Cinta. Peserta tak hanya menonton dan menikmati melainkan turut bernyanyi bagian refren bersama kami. Inilah kalimatnya: “Mari bersatu untuk bangsa betapa indahnya perbedaan… damai dalam cinta…”

Semua untuk Indonesia. Semua untuk bangsa dalam rangka Srawung. Kita buang semua dendam dan kebencian, kita tinggalkan sikap-sikap provokatif yang memecah belah. Jangan robeh Merah Putih. Jangan cabuti bulu-bulu keberagaman Garuda Pancasila. Jangan injak-injak Ibu Pertiwi Tanah Air Kita.

Sambil mengajak para peserta mencatat satu kalimat saja, apakah yang mengesankan di hati pada sesi hari pertama ini. Catat dan resapkan di dalam hati demi membangun tekad mewujudkan persaudaraan sejati dan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman apa pun agama dan kepercayaan kita. Semua kita lakukan dalam sikap saling hormat dalam cinta di tengah keberagaman.

Proses itu kami sertai dengan lagu UntukMu Indonesia. Kolaborasi UKM Orchestra Unika, Campus Ministry Unika dan saya. Lalu senyap. Refleksi usai. Semoga menumbuhkan semangat cinta menjaga NKRI melalui Srawumg Persaudaraan Sejati ini.

Demikian. Terima kasih. Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

UTC Semarang, 26/10/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber:

1. Refleksi pribadi dari pengalaman pribadi

2. https: //srawung.id 

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/142124385284439?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.