Inspiration

Merajut Persaudaraan dalam Keberagaman Melalui Kader-Kader Orang Muda Katolik, Bagaimana?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Selama sebelum melayani di Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (Kom HAK KAS), sebagaimana saya pelajari dalam catatan-catatan dokumentasi lama, saya mencermati dan melihat, yang terlibat dalam aktivitas Kom HAK KAS pada umumnya adalah kaum dewasa, untuk tidak mengatakan sepuh atau tua. Hal itu pun dalam hal tertentu masih terasa hingga saat ini. Data bahwa sebagian besar yang menjadi Timja HAK baik di Paroki maupun di Kevikepan didominasi oleh kasepuhan masih sangat tampak dan terasa. 

Referensi pihak ketiga

Karena itu, Kom HAK KAS diidentikkan dengan kasepuhan. Bahkan seperti saya sebut sebelumnya, Kom HAK KAS secara bercanda diidentikkan dengan Tebat (Temu Kebatinan) Katolik.

Tentu saja, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para ibu dan bapak kasepuhan yang dengan penuh kasih dan semangat terlibat dalam pelayanan di Kom HAK KAS, baik di tingkat Paroki maupun Kevikepan. Itu sungguh luar biasa. Tanpa kehadiran dan keterlibatan mereka, pastinya Kom HAK KAS tidak bisa menjadi seperti sekarang ini. 

Para kasepuhan telah memberi teladan yang istimewa dalam merajut hubungan antarumat beragama. Mereka meletakkan fondasi yang kuat bagi Kom HAK KAS saat ini dan di masa depan.

Tanpa mengurangi rasa hormat atas semangat para bapak dan ibu kasepuhan yang terlibat dalam dinamika Kom HAK KAS, kami mulai menggagas perlunya kaderisasi dalam diri orang-orang muda untuk memiliki hati dalam gerakan Kom HAK KAS. Itulah sebabnya, kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dalam tiga hari serta penyegaran melalui week-end.

Referensi pihak ketiga

Dalam lima tahun pertama melayani di Kom HAK KAS, kami menyelenggarakan empat kali pelatihan persaudaraan sejati masing-masing selama tiga hari. Itulah yang kami disebut Propers dan Kompres. Propers memiliki dua singkatan. Pertama, promotor persaudaraan sejati. Kedua, pengemban(g) persaudaraan sejati. Propers kami laksanakan tiga kali, pertama dengan tekanan pada promotor persaudaraan sejati (2009) dan kedua dengan tekanan pengemban(g) persaudaraan sejati (2011)., serta pelatihan promotor persaudaraan sejati (2012). Di antara tiga Propers itu terdapat satu Kompers yakni pelatihan dan peneguhan Komunitas Persaudaraan Sejati pada tahun 2010. Yang pertama dan kedua diselenggarakan di Salam. Yang ketiga dilaksanakan di Bukit Soka Salatiga dan live in di Pondok Pesantren Edi Mancoro, Tuntang dan di Salib Putih Salatiga.

Propers I, II dan IV serta Kompers merupakan media untuk mengumpulkan dan mengadakan pelatihan kaum muda dalam perspektif HAK (Hubungan Antaragama dan Kepercayaan) di Keuskupan Agung Semarang. Kegiatan tersebut diikuti maksimum 50 orang peserta dan panitia. 

Tujuan utamanya adalah untuk kaderisasi bagi orang muda Katolik agar mengalami pencerahan dalam upaya melek agama lain berdasarkan ajaran Gereja, khususnya Lumen Gentium 16 dan Nostra Aetate. Dengan menyadari bahwa ternyata Gereja Katolik tidak menolak apa pun yang baik, benar dan suci yang terdapat dalam semua agama dan budaya, maka orang muda didorong dan dimotivasi untuk terlibat dalam gerakan membangun persaudaraan sejati dengan siapa saja dan di mana saja.

Dalam rangka Propers (2009), Penpers (2010), Propers (Pengemban 2011) kami juga menghadirkan nara sumber dari agama-agama lain, baik Islam. Hindu, Buddha, Kristen dan Konghucu. Mereka kita hadirkan untuk memberikan pencerahan tentang agama masing-masing dan pandangan mereka tentang kerukunan serta persaudaraan yang sejati. Bahkan, orang muda juga kita ajak untuk berkunjung dan live in di berbagai tempat non-Katolik. Mereka kita ajak berkunjung ke Ponpes Sunan Pandanaran di Jl. Kaliurang. Mereka kita ajak berkunjung ke Gereja Ortodoks di Yogyakarta. Mereka juga kita ajak untuk mengenal dan bersilaturahmi dengan komunitas Kepercayaan dan Kebatinan. Mereka juga live in di Pondok Pesantren Edi Mancoro, di Tuntang, Kabupaten Semarang. 

Ada berbagai simulasi yang kami tawarkan untuk membangun semangat persaudaraan sejati dalam keberagaman di antara orang-orang muda melalui Propers, Kompers dan Penpers yang dikelola minimal dalam tiga hari proses kaderisasi. Selain dengan proses triduum, selama tiga hari di Salam dan di Salatiga, kami juga mengumpulkan orang muda dalam bentuk week-end. Tiga kali wee-end kita selenggarakan. Pertama di GMKA, kedua dilaksanakan di Paroki Hati Kudus Yesus Tanah Mas. Ketiga, dilaksanakan di Paroki Kebon Dalem Semarang. 

Model week-end kita jalankan untuk penyegaran di antara para peserta Propers, Kompers, dan Penpers. Mereka juga diajak untuk mengajak teman lain dalam keterlibatan di Week-end, meski hal itu tidak mudah. Gagasan untuk membangun terus-menerus dalam kontinuitas tidak mudah, oleh sebab satu dan lain hal, selalu ada wajah baru yang ikut serta, tetapi juga ada peserta-peserta di gelombang sebelumnya tidak bisa ikut dalam gelombang selanjutnya. Namun, hal ini tidak perlu dipersoalkan. Yang terpenting adalah menumbuhkan minat dan semangat dalam diri orang muda Katolik untuk rela terlibat dalam gerakan yang berperspektif HAK.

Referensi pihak ketiga

Soal buahnya, tentu tak bisa seketika dipanen. Saya selalu menghayati bahwa model kaderisasi di Kom HAK KAS itu tidak seperti menaburkan benih baya yang hari ini ditaburkan seminggu kemudian bisa dipanen; melainkan laksana menanam pohon jati yang membutuhkan waktu panjang untuk memanennya. Maka dibutuhkan kesabaran dan kesetiaan.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam Peradaban Kasih.*** (bersambung)

JoharT Wurlirang, 8/11/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan Th XIV April 2018

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/3635026558260622?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.