Inspiration

Merajut Persaudaraan dalam Keberagaman Menjadi Promotor Persaudaraan Sejati

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dalam refleksi sebelum ini sudah saya sebut serba umum kegiatan Kom HAK KAS yang peduli pada kaum muda. Berikut saya narasikan lebih rinci dan detil terkait gerakan yang kami selenggarakan itu. 

Referensi pihak ketiga

Pertama, Pelatihan Promotor Persaudaraan Sejati Tahun 2009 (PROPERS 2009). Propers 2009 mengolah tema: Being religious, being interfaith (kala itu, kalau sekarang menjadi Being religious, being interreligious!). Ini menjadi sebuah rintisan kaderisasi gerakan lintasagama di kalangan orang muda Katolik KAS. Propers dilaksanakan pada hari Senin–Rabu, 20-22 Juli 2009 bertempat di Wisma Salam. Peserta dan panitia yang ikut 40 orang dan panitia 18 orang, jadi total sebanyak 58 orang. Kami hadirkan para narasumber yakni Dr. Anton Haryono, M.Hum yang bicara tentang Keberagaman dalam Kultur Indonesia; Mas Lilik dan Mas Bondok bicara tentang Apa itu Agama; Ki Suwaldji, Gus Ngatiyar, Rendra bicara tentang Dialog Lintas Iman – Belajar dari Pengalaman dan saya sendiri yang bicara tentang Sumber-sumber Iman/Spiritualitas Katolik dan Urgensi Kaderisasi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan bagi Orang Muda Katolik. Pada saat itulah, konsep membangun persaudaraan sejati sudah mulai kami gemakan kepada dan bersama para peserta. Narasumber lain adalah CB. Indro Suprobo yang bicara tentang Gerakan Dialog Lintas Iman Sebagai Pendidikan Kritis demi Keadilan di Indonesia. Beliau bicara dalam kapasitasnya sebagai Wakil Direktur Institut Dian/Interfidei Yogyakarta kala itu. Dalam Propers 2009, kami tak hanya bicara melainkan praktek dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Sunan Pandanaran di Jl. Kaliurang. Kami diterima oleh Ustadz Rusdiadi, Jazirul Aqho’, Fina Irqoh dan KH Zaqoh. 

Itulah gerakan dan gebrakan pertama Kom HAK KAS bagi dan melibatkan orang muda Katolik KAS. Namun peserta tak hanya dari KAS sebab sejumlah mahasiswa yang ikut justru berasal dari berbagai daerah se-Indonesia yang sedang belajar di Yogya. Mereka pun memberi warna keberagaman etnis dan budaya Propers 2009.

Selanjutnya, pada tahun 2010, Kom HAK KAS kembali mengadakan Pelatihan HAK untuk OMK namanya Pengemban Persaudaraan Sejati (Pempers) 2010. Pada keaempatan ini, kami mengolah tema “Beriman dan Bermasyarakat”. Pempers 2010 dilaksanakan pada hari Jumat-Minggu, tanggal 9-11 Juli 2010 di Wisma Salam dan Youth Center KAS. Pempers diikuti 81 peserta dan dilayani oleh 14 panitia. Maka total yang terlibat swbanyak 95 orang muda. Yang menjadi narasumber adalah Rm Johanes Kore OFM, Tim FPUB; Rm Heru Prakosa SJ, Mas Gilang dan saya sendiri sebagai Ketua Kom HAK KAS.

Referensi pihak ketiga

Berikutnya, tahun 2011 kita selenggarakan Pelatihan Promotor Persaudaraan Sejati (Propers) lagi. Tema masih sama dengan Pempers 2010 yakni “Beriman dan Bermasyarakat” namun dengan membail segmen praksis melalui live in semalam di Pondok Pesantren Edi Mancoro bersama Gus Hanif, KH Mahfudz Ridwan dan saya sendiri, bersama Lukas Awi Tristanto. Sesudah live in semalam hingga siang (29-30 Juli) kami melanjutkan pendalaman di Wisma Retret Bukit Soka Salatiga (30-31 Juli). Propers 2011 diikut oleh 63 peserta dan difasilitasi oleh 22 panitia. Total yang terlibat sebanyak 85 orang muda. Bertindak sebagai nara sumber di sini adalah M. Najibul Rohman (dari IAIN Walisongo Semarang). Kami belajar tentang Islam dan Keragaman. Kecuali itu kami juga menerima sharing pengalaman dari aktivis Pondok Damai Semarang

Pelatihan Promotor Persaudaraan Sejati 2012 Se-Keuskupan Agung Semarang du Camping Ground Salib Putih Salatiga, 13–15 Juli 2012. Kami mengolah tema Merajut Kerukunan dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Pelatihan diikuti oleh 36 peserta dari Kevikepan Semarang, Yogyakarta, Kedu dan Surakarta. Jumlah ini memang lebih sedikit jika dibandingkan dengan pelatihan serupa tahun-tahun sebelumnya. Ditambah dengan 25 peserta Propers I–III (tahun 2009-2011) yang berlibat sebagai panitia plus 7 pendamping dari Kompers (Komunitas Persaudaraan Sejati) Komisi HAK KAS. Total berjumlah 68 orang peserta. Jumlah peserta baru memang dibatasi agar tiap peserta memperoleh pendampingan yang mendalam dari peserta tahun sebelumnya, sekaligus peristiwa ini menjadi konsolidasi para peserta dari angkatan I – III dari 4 kevikepan yang selama ini tetap bergerak aktif di kevikepan atau di paroki masing-masing. 

Pelatihan Propers 2012 ini juga ditandai dengan live In di Qaryah Thayyibah Kang Bahrudin di Tingkir dan di Vihara Dhammapalla & STAB “Syailendra” Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAB “Syailendra” serta Vihara Dhamma Pundharika. Bertindak sebagai narasumber adalah Kang Bahruddin, Yayan M. Royani, Pendeta Dony Setyawan dan saya sendiri.

Referensi pihak ketiga

Begitulah catatan-catatan karya-karya sederhana yang kami rintis dalam Kom HAK KAS untuk membangkitkan dan menggerakkan orang muda Katolik dalam rangka HAK KAS. Sebelumnya tak pernah ada yang seperti itu di Kom HAK KAS. Kami bersyukur boleh memulainya dan secara konsistens sejak tahun 2009 hingga 2013. Itulah yang kemudian menjadi “modal” dalam penyelenggaraan Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Agama I di Muntilan. Para alumni Propers, Penpers dan Kompers menjadi panitia dan inspirator bahkan untuk para peserta Kongres yang sebagian besar adalah kaum dewasa dan tua. Wow. Luar biasa.

Demikian, semoga bermanfaat. Tetima kasih. Tuhan memberkati. Salam Peradaban Kasih.*** (bersambung)

Unwahas Semarang, 8/11/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶ Sumber:

Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan Th XIV Mei 2018

Sumber
http://idstory.ucnews.ucweb.com/story/71996662217595?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1&stat_app=app_profile&entrance=personal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.