Inspiration

Inspirasi Kisah Haru Rahmat Hidayat Meyakinkanku untuk Melawan Prinsip Ini, Bagaimanakah?

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Selama ini, terdapat pandangan gegabah yang pada gilirannya mengabaikan prinsip moral hidup yang fundamental dan hakiki. Menurut pandangan ini, orang seakan merasa diri benar untuk tega menggugurkan janin dalam kandungan gegara diindikasikan bahwa janin tersebut akan lahir cacat. Itulah yang dalam prinsip moral hidup disebut indikasi eugenik.

Referensi pihak ketiga

Selama ini, saya mewartakan dan mengajarkan kepada para mahasiswa dan siapa saja bahwa indikasi eugenik itu tidak bisa dibenarkan secara moral. Karenanya, sebagai prinsip, ia harus ditolak! Kekhawatiran bahwa janin akan lahir cacat lantas membuat pihak tertentu gegabah berencana atau bahkan melakukan aborsi tidaklah benar!

Seringkali, alasan di balik prinsip indikasi eugenik diadasarkan pada anggapan bahwa janin yang (akan) lahir cacat hanya akan menjadi beban bagi keluarga yang bersangkutan. Alasan ini pun tidak bisa dibenarkan!

Referensi pihak ketiga

Saya sangat menentang dan menolak pandangan itu. Maka, pengalaman hidup dan kisah haru Rahmat Hidayat amat penting bagiku untuk meyakinkan bahw prinsip dan teori indikasi eugenik salah dan harus dilawan serta ditolak. Inspirasi kisah hidup Rahmat Hidayat sangat mulia dan berharga untuk melawan prinsip indikasi eugenik tersebut.

Terima kasih Rahmat Hidayat, atas kesaksuan hidupmu yang meyakinkan daku untuk melawan prinsip indikasi eugenik demi membela, menjaga, melindungi, menghormati dan menghargai kehidupan sejak keberadannnya juga selagi masih dalam kandungan. Bahkan saat terindikasi akan lahir cacat sekalipun, hidup manusia harus dibela, dijaga, dilindungi, dihormati dan dihargai! Tuhan memberkatimu dengan segala rahmat sesuai namamu!

Referensi pihak ketiga

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Terima kasih. Semoga opini ini menginspirasi. Salam hormat dan doa. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 30/11/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pengalaman pribadi berdasarkan Humanae Vitae (Juli 25, 1968 oleh Santo Paulus VI) dikuatkan kisah Rahmat Hidayat

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2593285791971724?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.