Inspiration

Semua Ini Dilakukan Demi Cinta pada Negara Kesatuan Republik Indonesia Agar Tetap Rukun

Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Ada banyak cara yang memberi inspirasi kita tentang cinta pada Tanah Air dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tetap rukun bersatu dalam keberagaman. Para pendiri bangsa ini bahkan telah mempertaruhkan jiwa raga mereka demi terbentuknya NKRI tercinta ini. Lalu bagaimana kita bisa pula menyatakan cinta kita pada negeri ini agar tetap rukun bersatu dalam keberagaman? Inilah salah satu contoh inspiratif kisah cinta NKRI, yang dilakukan oleh para tokoh lintas agama di Semarang dan Jawa Tengah.

Referensi pihak ketiga – Saya bersama Haji Taslim Syahlan demi cinta NKRI dalam keberagaman

Dipandu oleh Pak Maksum dan Mbak Ima dari Kemenag Jawa Tengah, sejumlah tokoh lintas agama telah mempersiapkan tulisan masing-masing untuk jurnal kerukunan Tema tulisan adalah seputar pokok-pokok ajaran agama masing-masing. Tulisan itu dikumpulkan untuk dijadikan buku saku sehingga bisa dibaca oleh siapa pun dalam rangka kerukunan antarumat beragama.

Pada hari Senin (26/11/2018), para tokoh lintas agama yang sudah menuliskan draft masing-masing dikumpulkan untuk membahas rencana penerbitannya. Ada dari Islam (Haji Taslim Syahlan dan Prof Dr Mudjahirin Thohir); ada dari Hindu (I Nyoman Surahatta); ada dari Buddha (Bhikku Nyanasuryanadi); ada dari Konghucu (Liem Ping An); ada dari Kristen (Pdt Bambang Pujiyanto), bahkan ada aliran Kepercayaan (Endang Retno Lastini) dan dari Katolik (saya sendiri Aloys Budi Purnomo Pr). Masing-masing dan semua melakukannya dengan motivasi yang satu dan sama yakni demi cinta Tanah Air dan NKRI agar tetap rukun dan bersatu.

Referensi pihak ketiga – Undangan Menyusun Jurnal Kerukunan demi Cinta NKRI

Itulah sebabnya, kami semua mau melakukannya dengan jerih payah yang ada. Semua yang kami tulis adalah dalam rangka saling menghormati satu sama lain meski berbeda. Berbeda dalam keberagaman itu indah. Maka hal ini harus dijaga dan dirawat terus-menerus. Harapannya, ke depan, yang kami lakukan ini bisa memberi inspirasi dan motivasi kepada siapa saja untuk melalukan hal yang sama.

Ketika orang sudah saling mengenal dalam perbedaan masing-masing, pada saat itulah orang bisa saling mencintai dalam sikap saling hormat dan menghargai. Maka benarlah peribahasa mengatakan: tak kenal tak sayang. Cara mengenalnya bagaimana? Sederhana saja, dengan saling berbagi informasi bersama tentang dirinya. Dengan cara ini orang bisa saling melek agama lain. Dari melek agama lain jadilah saling hormat dan menghargai.

Referensi pihak ketiga – Bersama para Kiai dan santri demi cinta NKRI

Itulah cinta bukan hanya soal rasa antar pribadi untuk kepentingan diri sendiri melainkan untuk kepentingan bersama. Tentu kita tak ingin bangsa kita tercerai berai oleh kebencian dan perpecahan bukan?

Begitulah kerukunan umat beragama akan tercipta dan NKRI dalam bingkai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika pun tetap terjaga. Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam hormat dan doa. Salam peradaban kasih.***

Kemenag Jateng, 26/11/2018

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pengalaman pribadi

Sumber
https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/2541794621686343?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.