Inspiration

Bagaimana Selanjutnya? Ispirasi Lelaki Pemburu Peradaban Kasih (23)

Halo Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Sambil menghapus air mata haru yang membasahi wajahnya, lelaki itu komat-kamit dalam doa. Disyukurinya bahwa sesudah satu tahun jeda, pada Bulan Ramadhan 2018 yang lalu, lelaki itu kembali menerima mandat untuk menjadi tuan rumah program Sahur Keliling Ibu Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Pada tahun sebelumnya, saat panitia menghubungi lelaki itu, dengan halus dan beradab, ia menyatakan diri “off” dulu oleh sebab sedang berada dalam masa transisi perpindahan dari Ungaran menuju Tinjomoyo.

Referensi pihak ketiga – Suara Merdeka

Namun, di Mei 2018, pada akhirnya, lelaki itu kembali menerima mandat menjadi tuan rumah penyelenggara Sahur Bersama Ibu Hj Sinta Nuriyah. Kali ini lelaki itu bersinergi dengan banyak pihak. Pendukung utamanya adalah Pelita, buah mutiara saat peristiwa di Ungaran dan Pudak Payung itu. Ada pula rekan-rekan Gusdurian dan rekan-rekan PMII dari UIN Walisongo, Unwahas, UNES, dan tentu saja RPK Kampus Ungu. 

Bahkan, Bapak Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Drs Condro Kirono pun tak segan-segan mengerahkan segenap kekuatan untuk mengayomi peristiwa ini. Meski beliau sendiri tidak bisa hadir karena bersamaan dengan acara lain, namun beliau memback up sepenuhnya.

“Siap romo!” Dua kata penuh kesejukan dan kenyamanan yang selalu dihadirkan oleh sosok Irjen yang satu ini ditopang dengan tiga hal. Senyum, sigap, dan siap! Beda banget – bumi langit – dengan oknum yang dihadapi lelaki itu saat peristiwa Ungaran itu. Maka, selayaknya, Bapak Irjen Pol Condro Kirono menjadi Kapolda Jateng dalam waktu yang cukup signifikan agar Jateng tetap aman, terkendali dan nyaman bagia semua warga NKRI tanpa diskriminasi. 

“Beliau adalah pribadi yang baik! Ramah! Tanggap dan mengayomi!” Kata lelaki itu sebagai kesan faktual terhadap Bapak Irjen Pol yang satu ini: Drs. Condro Kirono. 

Itulah sebabnya, pelaksanaan dan penyelenggaraan berbagai kegiatan di JoharT Wurlirang, padepokan lelaki itu, selalu berlangsung aman dan baik. Masih lagi didukung oleh Ibu Kapolsek Gajah Mungkur yang ramah dan baik hati pula, AKP Rochana Sulistyoningrum yang akrab disapa Bu Sulis itu. Dari Pameran Lukisan Perdamaian Palestina Kerukunan Kita, Sahur Bersama Ibu Sinta, dan peristiwa-peristiwa peradaban kasih lainnya nanti, semua berjalan aman dan damai sejahtera berkat pengayoman mereka.

Malam itu, sejak sore bahkan, hingga pagi hari, suasana padepokan JoharT Wurlirang tampak ramai. Orang-orang muda dan mahasiswa lintas agama bekerja mempersiapkan Sahur Bersama Ibu Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Berbagai kreasi untuk acara dipersiapkan dengan matang. Bahkan target peserta meningkat dari rencana 300an peserta saja menjadi hampir 800an belum termasuk para petugas yang menjaga keamaanan sinergi antara Polisi dan Banser serta Security Kampus Ungu.

“Sungguh indah peradaban kasih itu saat dihayati dalam keterlibatan sinergis yang rukun dan damai banyak pihak. Semua ego disingkirkan. Yang diutamakan adalah pelayanan dan semangat kebangsaan!” Jelas lelaki itu kepada semua rekan yang mendukung dan membantunya, termasuk Tim INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan dan Tim Kom HAK KAS yang selalu setia dalam karya pelayanan peradaban kasih.

Sore, malam hingga pagi itu, padepokan JoharT Wurlirang menjadi saksi peradaban kasih banyak pihak yang hadir dalam semarak dan sukacita yang beranak-pinak. Para tokoh lintas agama, para pelaku seni dan budaya, para akademisi dan mahasiswa-mahasiswi, serta orang-orang muda aktivis persaudaraan sejati; semua bergandengan tangan menghadirkan harmoni dan persaudaraan sejati. Apalagi kalau bukan peradaban kasih yang nyata.

“Wah, semua berjalan sesuai harapan bahkan melampaui angan-angan manusiawi kita!” Kesan Musho yang sejak awal terlibat dalam persiapan.

“Begitulah, setiap kehendak baik pasti diberkati Tuhan!” Sahut Wawan yang sering disebut pendeta berpeci itu. Dialah koordinator Pelita yang tak pernah lelah berkarya dan menyemangati teman-temannya! 

“Salut Bro!” Kata lelaki itu.

Justru kerja sama demi kerja sama itulah yang kian membuat lelaki pemburu peradaban kasih itu tak berjalan sendirian. Ada begitu banyak pribadi yang demi cinta pada Negeri ini tetap semangat mewujudkan peradaban kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agama dan kepercayaannya.

Kenangan indah itu berpendar laksana bunga-bunga kembang api yang berpendar mencahayai remang gelap malam meninggalkan 2018 menyambut 2019. Kenangan yang dihadirkan lelaki pemburu peradaban kasih itu dalam setiap detik refleksi kaledoskopiknya. Semua dibingkai oleh peradaban kasih. Hanya peradaban kasih semata.

“Kurindukan itu dan akan kuburu sampai semuanya mengalami hangatnya hidup yang rukun dan damai di seluas Nusantara! Tak ada yang lain kecuali Dia sebagai pegangan dan dikau sebagai kawan seperjuangan!” Tegas lelaki itu menutup episode ini. Selanjutnya bagaimana? Sabarlah, kita tunggu saja! (bersambung)

JoharT Wurlirang, 18/1/2019

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

Sumber: refleksi pengalaman pribadi dalam narasi

Sumber https://idstory.ucnews.ucweb.com/story/479132168898678?uc_param_str=dnvebifrmintcpwidsudsvnwpflameefutch&url_from=wmconstomerwebsite&stat_entry=personal&comment_stat=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.